Transformasi Digital Hisense di Indonesia Hadapi Tantangan Logistik dan Regulasi, Omnichannel Jadi Kunci

Ilustrasi by AI
Jakarta - Transformasi digital menjadi strategi utama bagi perusahaan elektronik multinasional untuk mempertahankan daya saing di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan digital di Indonesia. Penelitian yang dilakukan Liana Kesuma bersama Ronnie Resdianto Masman dari Universitas Tarumanagara pada tahun 2026 menunjukkan bahwa PT Hisense International Indonesia berhasil memanfaatkan peluang digital melalui strategi omnichannel, live commerce, dan ekosistem smart home. Namun, perusahaan juga masih menghadapi tantangan besar berupa regulasi perdagangan digital, persaingan harga di e-commerce, serta kendala logistik di negara kepulauan seperti Indonesia.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS) Volume 4 Nomor 3 Tahun 2026 ini memberikan gambaran bagaimana perusahaan multinasional menyesuaikan strategi global dengan karakteristik pasar Indonesia yang terus berkembang.

Indonesia Menjadi Pasar Digital yang Sangat Menjanjikan

Indonesia merupakan salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan pengguna internet, meningkatnya penggunaan smartphone, serta berkembangnya kelas menengah membuka peluang besar bagi perusahaan elektronik internasional untuk memperluas bisnisnya.

Namun, pasar Indonesia juga memiliki karakteristik yang unik. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan menyebabkan distribusi produk menjadi lebih kompleks dibandingkan negara lain. Selain itu, perubahan regulasi perdagangan digital serta persaingan harga yang sangat ketat di berbagai platform e-commerce menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi.

Menurut penulis, transformasi digital tidak lagi sekadar memindahkan penjualan dari toko fisik ke platform online. Perubahan tersebut telah berkembang menjadi transformasi model bisnis secara menyeluruh yang menggabungkan teknologi digital, analisis data, interaksi pelanggan secara real time, hingga pengembangan layanan berbasis Internet of Things (IoT).

Menelusuri Perjalanan Digital Hisense Selama Enam Tahun

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan menganalisis berbagai dokumen publik yang menggambarkan perjalanan digital PT Hisense International Indonesia selama periode 2020–2026.

Sumber data berasal dari:

  • siaran pers resmi perusahaan;
  • pemberitaan media ekonomi nasional;
  • laporan riset industri elektronik;
  • ulasan konsumen pada platform digital seperti Shopee, Tokopedia, dan Google Play Store.

Melalui pendekatan ini, peneliti menyusun kronologi transformasi digital perusahaan tanpa melakukan wawancara langsung sehingga analisis lebih berfokus pada jejak digital yang dapat diverifikasi.

Pandemi Menjadi Titik Awal Percepatan Transformasi

Penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 menjadi momentum penting bagi percepatan transformasi digital Hisense di Indonesia.

Ketika aktivitas toko fisik menurun, perusahaan mulai memperkuat kehadiran di berbagai marketplace nasional melalui toko resmi dan meningkatkan aktivitas pemasaran digital.

Memasuki periode 2022 hingga 2024, strategi tersebut berkembang menjadi pendekatan Online-to-Offline (O2O). Konsumen dapat mengenal produk melalui marketplace dan sesi live shopping, kemudian memperoleh pengalaman langsung melalui experience center sebelum melakukan pembelian.

Pada periode 2025–2026, fokus perusahaan bergeser menuju pembangunan ekosistem smart home yang menghubungkan berbagai perangkat elektronik menggunakan platform VIDAA Smart OS dan aplikasi ConnectLife.

Perubahan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi hanya menjual televisi, kulkas, atau pendingin ruangan secara terpisah, tetapi mulai menawarkan sistem rumah pintar yang saling terhubung.

Tiga Peluang Besar Transformasi Digital

Penelitian mengidentifikasi beberapa peluang strategis yang dapat dimanfaatkan perusahaan multinasional di sektor elektronik.

1. Omnichannel meningkatkan pengalaman pelanggan

Integrasi toko fisik dengan marketplace memungkinkan pelanggan memperoleh pengalaman belanja yang lebih fleksibel sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap merek.

2. Live commerce mempercepat penjualan

Siaran langsung di platform seperti TikTok Shop dan Shopee Live memungkinkan perusahaan menjelaskan fitur produk secara interaktif sekaligus mempercepat proses transaksi tanpa bergantung pada distributor tradisional.

Penelitian mencatat adanya peningkatan penjualan langsung hingga sekitar 35 persen melalui aktivitas live shopping yang dilakukan secara rutin.

3. Ekosistem smart home semakin diminati

Meningkatnya minat masyarakat terhadap perangkat rumah pintar menjadi peluang besar bagi perusahaan yang mampu menghadirkan produk elektronik yang saling terintegrasi melalui teknologi IoT.

Tantangan Tidak Hanya Berasal dari Teknologi

Di balik berbagai peluang tersebut, penelitian juga menemukan sejumlah hambatan yang harus dihadapi perusahaan.

Regulasi perdagangan digital terus berubah

Perubahan kebijakan pemerintah mengenai perdagangan elektronik, termasuk aturan impor dan tata kelola social commerce, mengharuskan perusahaan terus menyesuaikan strategi bisnisnya.

Sebagai respons, perusahaan meningkatkan investasi pada perakitan lokal dan menyesuaikan skema impor agar memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Biaya logistik masih menjadi persoalan utama

Keluhan pelanggan paling banyak berkaitan dengan biaya pengiriman produk elektronik berukuran besar menuju wilayah luar Pulau Jawa.

Risiko kerusakan selama pengiriman serta tingginya ongkos logistik menjadi tantangan serius bagi perusahaan elektronik yang menjual produk seperti kulkas dan mesin cuci.

Penelitian merekomendasikan pengembangan jaringan ekspedisi khusus yang didukung sistem pelacakan digital secara real time.

Persaingan harga di marketplace sangat agresif

Perilaku konsumen Indonesia yang cenderung mencari diskon terbesar mendorong terjadinya perang harga antarmerek.

Alih-alih hanya bersaing pada harga, penelitian menyarankan perusahaan memperkuat nilai tambah melalui layanan purnajual, garansi produk, dan pengalaman digital yang lebih baik.

Strategi Adaptif Menjadi Penentu Keberhasilan

Menurut peneliti, keberhasilan transformasi digital perusahaan multinasional di Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi yang dimiliki.

Kemampuan menggabungkan inovasi global dengan kebutuhan lokal menjadi faktor yang jauh lebih menentukan. Strategi omnichannel, digitalisasi distribusi, peningkatan literasi data karyawan, kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi, serta pembangunan infrastruktur logistik digital perlu berjalan secara bersamaan.

Liana Kesuma dan Ronnie Resdianto Masman menilai bahwa perusahaan multinasional perlu mengembangkan strategi hibrida yang mampu memanfaatkan kekuatan riset dan pengembangan global sekaligus tetap responsif terhadap dinamika pasar Indonesia. Pendekatan tersebut diyakini dapat memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan di era ekonomi digital.

Manfaat Penelitian

Temuan penelitian memberikan sejumlah manfaat praktis, antara lain:

  • menjadi referensi bagi perusahaan multinasional dalam menyusun strategi transformasi digital di negara berkembang;
  • membantu pelaku industri memahami pentingnya integrasi omnichannel dan live commerce;
  • memberikan masukan bagi pengambil kebijakan mengenai pentingnya dukungan terhadap infrastruktur logistik digital;
  • menjadi acuan akademik bagi penelitian lanjutan mengenai transformasi digital perusahaan multinasional di Indonesia.

Profil Penulis

Liana Kesuma merupakan peneliti dari Program Studi Manajemen, Universitas Tarumanagara yang memiliki minat penelitian pada transformasi digital, strategi bisnis, serta manajemen ritel digital.

Ronnie Resdianto Masman adalah dosen di Universitas Tarumanagara dengan keahlian di bidang manajemen strategis, bisnis internasional, transformasi digital, dan pengembangan organisasi.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Digital Transformation in Retail: Challenges and Opportunities for Multinational Corporations (A Case Study of PT Hisense International Indonesia)
Penulis: Liana Kesuma, Ronnie Resdianto Masman
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS), Vol. 4, No. 3, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijefbs.v4i3.13
URL: http://journalijefbs.my.id/index.php/ijefbs

Posting Komentar

0 Komentar