Penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS) Volume 4 Nomor 6 Tahun 2026 tersebut menunjukkan bahwa bermain petanque memberikan manfaat pada tiga aspek sekaligus, yaitu kesehatan fisik, kemampuan kognitif, dan kesejahteraan psikologis. Temuan ini dinilai penting karena olahraga tersebut relatif murah, mudah dimainkan, serta dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia, termasuk lansia.
Aktivitas sederhana dengan manfaat yang luas
Kurangnya aktivitas fisik masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia masih kurang bergerak, sehingga meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga gangguan kesehatan mental.
Di tengah kondisi tersebut, petanque menawarkan alternatif olahraga yang berbeda. Berasal dari Prancis, olahraga ini dimainkan dengan melempar bola logam sedekat mungkin ke bola kayu kecil sebagai sasaran. Permainan dapat dilakukan di lapangan terbuka tanpa fasilitas khusus, biaya yang mahal, maupun tuntutan kemampuan fisik tinggi.
Karakteristik tersebut membuat petanque dinilai sebagai olahraga yang inklusif dan mudah diterapkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
Menelaah 25 penelitian dari berbagai negara
Alih-alih melakukan eksperimen baru, tim peneliti menyusun systematic review, yaitu metode yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai hasil penelitian sebelumnya secara sistematis.
Penelitian dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menelusuri berbagai basis data ilmiah internasional dan nasional, termasuk PubMed, Scopus, Web of Science, SPORTDiscus, Cochrane Library, PsycINFO, Google Scholar, GARUDA, dan SINTA.
Dari 340 publikasi yang ditemukan, hanya 25 penelitian yang memenuhi seluruh kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Studi-studi tersebut diterbitkan sepanjang 2002–2026, sebagian besar berasal dari Indonesia.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai dampak olahraga petanque terhadap kesehatan.
Meningkatkan kekuatan tubuh dan keseimbangan
Hasil kajian menunjukkan bahwa petanque memberikan berbagai manfaat fisik yang konsisten.
Beberapa manfaat yang paling sering ditemukan antara lain:
- meningkatkan koordinasi mata dan tangan;
- memperbaiki keseimbangan statis maupun dinamis;
- meningkatkan kekuatan otot lengan;
- meningkatkan fleksibilitas pergelangan tangan;
- memperbaiki kontrol postur tubuh.
Salah satu penelitian yang dianalisis bahkan menemukan bahwa seluruh atlet petanque yang diteliti memiliki tingkat fleksibilitas pergelangan tangan dalam kategori sangat baik. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa atlet dengan daya tahan lengan lebih tinggi memiliki akurasi lemparan sekitar 23 persen lebih baik dibandingkan atlet dengan daya tahan yang lebih rendah.
Menurut para peneliti, karakter olahraga yang menggabungkan gerakan presisi dengan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang membuat petanque mampu melatih sistem neuromuskular secara efektif.
Konsentrasi menjadi kunci utama
Selain manfaat fisik, penelitian ini menemukan bahwa petanque juga melatih kemampuan berpikir.
Konsentrasi muncul sebagai faktor paling penting yang menentukan keberhasilan pemain saat melakukan lemparan. Dalam salah satu penelitian yang dianalisis, pengaruh langsung konsentrasi terhadap akurasi lemparan mencapai 23,32 persen, bahkan lebih besar dibandingkan koordinasi mata dan tangan yang berkontribusi sekitar 10,49 persen.
Penelitian lain menunjukkan bahwa kombinasi koordinasi mata-tangan, konsentrasi, dan persepsi kinestetik menjelaskan hampir 43 persen variasi keberhasilan pemain saat melakukan teknik pointing.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa petanque bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga melatih perhatian, pengambilan keputusan, dan kemampuan mengontrol gerakan secara presisi.
Membantu kesehatan mental
Kajian ini juga menemukan manfaat penting pada aspek psikologis.
Beberapa penelitian melaporkan bahwa olahraga petanque dapat meningkatkan mental toughness, memperkuat kemampuan mengelola tekanan pertandingan, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Di sisi lain, sekitar 56,7 persen atlet yang diteliti mengalami tingkat kecemasan bertanding yang tinggi. Namun kabar baiknya, berbagai intervensi psikologis terbukti mampu membantu mengurangi kecemasan tersebut.
Pelatihan mindfulness, strategi coping, latihan mental imagery, hingga teknik psikologi olahraga lainnya menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan konsentrasi sekaligus mengurangi tekanan psikologis sebelum pertandingan.
Menurut tim peneliti, temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan atlet petanque sebaiknya tidak hanya berfokus pada latihan fisik, tetapi juga didukung layanan psikologi olahraga.
Berpotensi menjadi olahraga kesehatan masyarakat
Salah satu temuan paling menarik dari penelitian ini adalah besarnya potensi petanque sebagai olahraga berbasis komunitas.
Berbeda dengan banyak cabang olahraga lain, petanque tidak memerlukan lapangan khusus, perlengkapan mahal, maupun kondisi fisik prima. Permainan dapat dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dengan risiko cedera yang relatif rendah.
Karena dimainkan secara berkelompok, petanque juga mendorong interaksi sosial yang berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup.
Gede Wirabuana Putra dan rekan-rekannya menilai karakteristik tersebut menjadikan petanque sebagai pilihan strategis untuk mendukung program promosi kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia, masyarakat dengan gaya hidup sedentari, serta daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas olahraga.
Meski demikian, mereka juga menegaskan bahwa sebagian besar penelitian yang tersedia masih melibatkan atlet kompetitif di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian lanjutan pada masyarakat umum, termasuk lansia dan kelompok dengan penyakit kronis, masih sangat diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah.
Penelitian membuka arah baru
Hasil systematic review ini menjadi sintesis ilmiah pertama yang menggabungkan bukti manfaat fisik, kognitif, dan psikologis olahraga petanque secara komprehensif.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa olahraga yang selama ini lebih dikenal sebagai cabang prestasi ternyata memiliki potensi besar sebagai sarana meningkatkan kesehatan masyarakat sepanjang hayat.
Apabila didukung penelitian lanjutan dan diterapkan dalam program olahraga komunitas, petanque berpeluang menjadi salah satu alternatif aktivitas fisik yang murah, mudah diakses, dan memberikan manfaat kesehatan multidimensi.
Profil Penulis
Gede Wirabuana Putra merupakan peneliti dari Sniper Petanque Club dan Politeknik Kesehatan Kartini Bali dengan fokus pada ilmu keolahragaan, promosi kesehatan, serta olahraga petanque.
Penelitian ini disusun bersama Putu Erma Pradnyani (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta), Made Rania Deviyanti dan I Gede Candra Adi Parwata (Universitas Udayana), serta Ni Wayan Nita Diah Tamayanti (Universitas Mercu Buana Yogyakarta), yang memiliki kepakaran di bidang kesehatan, olahraga, pendidikan jasmani, dan ilmu perilaku.
Sumber Penelitian
Judul: Health Benefits of Petanque Participation Across the Lifespan: A Systematic Review of Physical, Cognitive, and Psychosocial Outcomes
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4, No. 6, 2026.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i6.8
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar