Industri telematika merupakan salah satu sektor prioritas nasional dalam pengembangan industri Indonesia. Sektor ini mencakup teknologi informasi, komunikasi, perangkat elektronik, aplikasi digital, hingga berbagai layanan berbasis teknologi. Meski memiliki potensi besar, industri telematika nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari membanjirnya produk impor, persaingan dengan negara ASEAN, maraknya produk ilegal, hingga kendala infrastruktur dan birokrasi.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan peluang pasar. Kemampuan pemimpin dalam mengarahkan transformasi digital menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan bisnis.
Jimmy Lizardo menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menyusun strategi yang adaptif terhadap perubahan pasar. Kepemimpinan digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun visi, melibatkan seluruh organisasi, mengelola tata kelola digital, serta memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pengambilan keputusan.
Untuk menguji hubungan tersebut, penelitian melibatkan 55 perusahaan telematika di Kota Bandung yang telah beroperasi lebih dari tiga tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala penilaian lima tingkat dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) yang umum digunakan untuk menganalisis hubungan antarvariabel dalam penelitian manajemen.
Penelitian ini mengevaluasi empat aspek utama, yaitu:
- daya tarik pasar (market attractiveness);
- kepemimpinan digital (digital leadership);
- strategi bisnis (strategic business);
- kinerja bisnis (business performance).
Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan penting.
Pertama, kepemimpinan digital memiliki pengaruh paling kuat dalam membentuk strategi bisnis perusahaan. Semakin baik kualitas kepemimpinan digital, semakin efektif perusahaan menyusun strategi untuk menghadapi perubahan pasar dan persaingan industri.
Kedua, daya tarik pasar juga berpengaruh terhadap penyusunan strategi bisnis, meskipun pengaruhnya lebih kecil dibandingkan kepemimpinan digital. Artinya, peluang pasar tetap penting, tetapi tidak otomatis menghasilkan peningkatan kinerja perusahaan apabila tidak diterjemahkan menjadi strategi bisnis yang tepat.
Ketiga, penelitian menemukan bahwa daya tarik pasar tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja bisnis. Banyak perusahaan yang berada pada pasar yang menjanjikan tetap tidak memperoleh hasil optimal apabila tidak memiliki strategi bisnis yang efektif.
Sebaliknya, kepemimpinan digital memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Pemimpin yang mampu memahami perkembangan teknologi, mengarahkan transformasi digital, dan membangun kolaborasi internal terbukti mampu meningkatkan performa bisnis.
Temuan lainnya menunjukkan bahwa strategi bisnis menjadi faktor yang paling besar dalam meningkatkan kinerja perusahaan telematika. Strategi yang menggabungkan keunggulan kompetitif dengan kerja sama antarpelaku industri memberikan dampak paling nyata terhadap peningkatan penjualan, pangsa pasar, dan profitabilitas perusahaan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi bisnis berperan sebagai penghubung antara daya tarik pasar maupun kepemimpinan digital dengan kinerja perusahaan. Dengan kata lain, peluang pasar dan kemampuan pemimpin baru akan menghasilkan peningkatan kinerja apabila diwujudkan dalam strategi bisnis yang jelas dan terarah.
Menurut Jimmy Lizardo, implementasi strategi bisnis yang didukung kepemimpinan digital memungkinkan perusahaan lebih cepat memahami perubahan kebutuhan pasar, merespons perkembangan teknologi, serta membangun keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Temuan tersebut memiliki implikasi praktis bagi pelaku industri telematika di Indonesia. Perusahaan disarankan tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga mengembangkan kompetensi kepemimpinan digital di tingkat manajemen. Investasi pada sumber daya manusia yang mampu memimpin transformasi digital diperkirakan memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja dibandingkan hanya mengandalkan kondisi pasar.
Bagi dunia usaha, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merancang program pengembangan kepemimpinan, penyusunan strategi bisnis digital, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra industri. Sementara bagi pemerintah, temuan ini dapat menjadi masukan dalam menyusun kebijakan penguatan daya saing industri telematika nasional melalui peningkatan kualitas kepemimpinan dan transformasi digital perusahaan.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar penerapan teknologi baru. Keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan yang mampu menerjemahkan peluang pasar menjadi strategi bisnis yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan secara nyata.
Meski demikian, penelitian memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan perusahaan telematika di Kota Bandung. Penulis menyarankan penelitian selanjutnya memperluas cakupan wilayah ke berbagai kota besar di Indonesia agar hasilnya dapat mewakili kondisi industri telematika nasional secara lebih menyeluruh.
Profil Penulis
Jimmy Lizardo merupakan akademisi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Jakarta. Bidang keahliannya meliputi manajemen strategis, strategi bisnis, kepemimpinan digital, pengembangan organisasi, serta peningkatan kinerja perusahaan melalui transformasi digital.
Sumber Penelitian
Lizardo, Jimmy. "The Role of Market Attractiveness, Digital Leadership, and Strategic Business on Business Performance of Telematics Industry in Indonesia." Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5, No. 6, 2026, hlm. 1629–1640.
URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst
DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i6.96
Jurnal: Formosa Journal of Science and Technology (FJST).
0 Komentar