Strategi Bisnis dan Kelincahan Organisasi Dorong Kinerja Perusahaan di Era Transformasi Digital

Created by AI

FORMOSA NEWS - Malang — Transformasi digital tidak hanya menuntut perusahaan mengadopsi teknologi baru, tetapi juga membutuhkan strategi bisnis yang mampu membuat organisasi bergerak cepat menghadapi perubahan. Temuan penelitian Daduk Merdika Mansur dari Universitas Telkom, Anna Triwijayati dari Universitas Ma Chung, dan Andiko Tongga dari Universitas Esa Unggul menunjukkan bahwa strategi bisnis berpengaruh positif terhadap kelincahan organisasi dan kinerja perusahaan. Penelitian yang melibatkan 120 karyawan organisasi di kawasan Malang Raya, Jawa Timur, ini juga menemukan bahwa transformasi digital semakin memperkuat manfaat kelincahan organisasi terhadap kinerja perusahaan.

Hasil tersebut menjadi penting di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat. Perkembangan kecerdasan buatan, analitik data, komputasi awan, serta berbagai platform digital membuat perusahaan harus mengambil keputusan lebih cepat sekaligus menyesuaikan produk, layanan, dan proses kerja dengan kebutuhan pasar.

Namun, penggunaan teknologi saja belum cukup. Perusahaan dapat memiliki berbagai perangkat digital, tetapi tetap kesulitan meningkatkan kinerja apabila strategi, sumber daya manusia, dan proses organisasinya tidak mampu mengikuti perubahan.

Strategi Bisnis Menjadi Penggerak Kelincahan Organisasi

Penelitian Mansur, Triwijayati, dan Tongga melihat hubungan antara tiga aspek utama, yaitu strategi bisnis, kelincahan organisasi, dan kinerja perusahaan. Transformasi digital ditempatkan sebagai faktor yang dapat memperkuat hubungan antara kelincahan organisasi dan kinerja.

Strategi bisnis dalam penelitian ini mencakup orientasi terhadap persaingan, strategi inovasi, serta fleksibilitas strategi. Sementara itu, kelincahan organisasi dilihat dari kemampuan perusahaan merespons perubahan, beradaptasi, dan mengambil keputusan dengan cepat.

Kinerja perusahaan tidak hanya dipahami dari sisi keuangan. Peneliti juga mempertimbangkan efisiensi operasional, kemampuan berinovasi, daya saing, dan pencapaian organisasi secara keseluruhan.

Dengan pendekatan tersebut, penelitian menunjukkan bahwa strategi yang jelas dapat membantu perusahaan membangun organisasi yang lebih adaptif. Artinya, strategi bisnis bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengatur sumber daya dan merespons perubahan lingkungan.

Melibatkan 120 Karyawan di Malang Raya

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 120 karyawan dari berbagai organisasi di kawasan Malang Raya, Jawa Timur. Responden dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun serta memahami strategi, proses operasional, atau penerapan transformasi digital di organisasinya.

Dari 120 responden, sebanyak 65 orang atau 54,2 persen merupakan laki-laki dan 55 orang atau 45,8 persen perempuan.

Berdasarkan pengalaman kerja, 48 responden atau 40 persen telah bekerja selama 1–3 tahun, 42 responden atau 35 persen memiliki pengalaman 4–6 tahun, sedangkan 30 responden atau 25 persen telah bekerja lebih dari enam tahun.

Dari sisi jabatan, 75 responden atau 62,5 persen merupakan staf, sementara 45 responden atau 37,5 persen berada pada tingkat supervisor atau manajer.

Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Metode ini digunakan untuk melihat pengaruh langsung maupun hubungan tidak langsung antara strategi bisnis, kelincahan organisasi, transformasi digital, dan kinerja perusahaan.

Semua Hubungan Utama Terbukti Signifikan

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh lima hipotesis yang diajukan dalam penelitian didukung oleh data.

Temuan utamanya meliputi:

  • Strategi bisnis → kelincahan organisasi: koefisien 0,680 dengan p-value <0,001.

  • Kelincahan organisasi → kinerja perusahaan: koefisien 0,521 dengan p-value <0,001.

  • Strategi bisnis → kinerja perusahaan: koefisien 0,284 dengan p-value 0,001.

  • Strategi bisnis → kelincahan organisasi → kinerja perusahaan: efek tidak langsung sebesar 0,354 dengan p-value <0,001.

  • Transformasi digital memperkuat hubungan kelincahan organisasi → kinerja perusahaan: koefisien moderasi 0,167 dengan p-value 0,026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa strategi bisnis memiliki hubungan yang kuat dengan kemampuan organisasi untuk beradaptasi. Kelincahan tersebut kemudian berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Penelitian juga menemukan bahwa strategi bisnis tidak hanya memberikan pengaruh langsung terhadap kinerja. Sebagian pengaruh tersebut berlangsung melalui kemampuan organisasi untuk menjadi lebih lincah.

Kelincahan Menjadi Jembatan antara Strategi dan Kinerja

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah posisi organizational agility atau kelincahan organisasi sebagai mediator.

Secara sederhana, strategi menentukan ke mana perusahaan ingin bergerak, sedangkan kelincahan menentukan seberapa cepat perusahaan mampu menjalankan strategi tersebut ketika kondisi berubah.

Perusahaan dengan strategi yang baik tetapi proses pengambilan keputusan lambat dapat kehilangan peluang pasar. Sebaliknya, organisasi yang mampu menyesuaikan sumber daya, proses kerja, dan keputusan secara cepat memiliki peluang lebih besar untuk menerjemahkan strategi menjadi hasil nyata.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dari daya saing perusahaan di tengah perubahan digital.

Daduk Merdika Mansur dari Universitas Telkom, bersama Anna Triwijayati dari Universitas Ma Chung dan Andiko Tongga dari Universitas Esa Unggul, menekankan bahwa transformasi digital seharusnya tidak dipandang hanya sebagai proses membeli atau menggunakan teknologi. Nilai teknologi akan lebih optimal apabila perusahaan memiliki strategi yang jelas dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi.

Transformasi Digital Memperkuat Dampak Kelincahan

Penelitian juga memberikan perhatian khusus terhadap peran transformasi digital sebagai moderator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa transformasi digital memperkuat hubungan antara kelincahan organisasi dan kinerja perusahaan.

Perusahaan yang memiliki kemampuan digital lebih baik dapat memanfaatkan kelincahan organisasi secara lebih optimal. Infrastruktur digital, akses informasi yang lebih cepat, pemanfaatan data, serta sistem kolaborasi dapat membantu organisasi merespons perubahan dengan lebih efektif.

Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi dan kemampuan organisasi perlu berjalan bersama. Transformasi digital tanpa kesiapan organisasi berpotensi tidak menghasilkan peningkatan kinerja yang maksimal.

Implikasi bagi Dunia Usaha

Bagi manajemen perusahaan, hasil penelitian ini memberikan pesan bahwa investasi digital perlu disertai perubahan dalam cara organisasi bekerja.

Perusahaan dapat memprioritaskan tiga hal. Pertama, menyusun strategi bisnis yang fleksibel dan berorientasi pada inovasi. Kedua, meningkatkan kemampuan karyawan agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Ketiga, membangun proses pengambilan keputusan yang lebih cepat sehingga perusahaan dapat segera merespons peluang maupun ancaman.

Bagi organisasi di Malang Raya maupun wilayah lain dengan ekosistem bisnis yang berkembang, integrasi antara strategi bisnis, kelincahan organisasi, dan transformasi digital dapat menjadi dasar untuk membangun daya saing yang berkelanjutan.

Dengan kata lain, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang digunakan perusahaan, tetapi juga oleh seberapa baik teknologi tersebut terhubung dengan strategi dan kemampuan organisasi.

Profil Penulis

Daduk Merdika Mansur merupakan penulis dari Universitas Telkom, Indonesia dan menjadi corresponding author dalam artikel ini. Alamat korespondensi yang tercantum dalam publikasi adalah dadukmansur@telkomuniversity.ac.id.

Anna Triwijayati merupakan penulis yang berafiliasi dengan Universitas Ma Chung, Malang, Indonesia.

Andiko Tongga berafiliasi dengan Master of Hospital Administration, Universitas Esa Unggul, Indonesia.

Artikel yang diterbitkan pada 2026 ini tidak mencantumkan gelar akademik maupun profil bidang keahlian spesifik masing-masing penulis dalam informasi yang tersedia.

Sumber Penelitian

Judul: Business Strategy and Firm Performance Through Organizational Agility Under Digital Transformation

Penulis: Daduk Merdika Mansur, Anna Triwijayati, Andiko Tongga

Tahun publikasi: 2026

Jurnal: International Journal of Management, Business, and Innovation (IJMBI)

DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i4.51

ISSN-E: 3025-5589

URL jurnal: https://journalijmbi.my.id/index.php/ijmbi

Secara keseluruhan, penelitian ini memperlihatkan bahwa perusahaan yang ingin memperoleh manfaat lebih besar dari transformasi digital perlu membangun kombinasi antara strategi bisnis yang tepat, organisasi yang lincah, dan kesiapan digital. Ketiga unsur tersebut dapat menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk bertahan, berinovasi, dan meningkatkan kinerja ketika lingkungan bisnis terus berubah.

Posting Komentar

0 Komentar