Persaingan Smartphone Makin Ketat
Smartphone kini tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi. Perangkat ini telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan, pencarian informasi, hiburan, hingga berbagai kebutuhan digital. Pertumbuhan penggunaan internet dan telepon seluler di Indonesia turut memperkuat perubahan perilaku konsumen dalam memilih produk.
Data yang dikutip dalam artikel menunjukkan bahwa pada 2024 sekitar 72,78 persen penduduk Indonesia telah memiliki akses internet, sementara sekitar 68,65 persen memiliki telepon seluler. Kondisi tersebut membuat konsumen semakin terbiasa mencari informasi, membandingkan produk, membaca ulasan, dan melihat rekomendasi di media sosial sebelum membeli smartphone.
Samsung masih menjadi salah satu merek smartphone dengan posisi kuat di Indonesia. Namun, data Top Brand Index memperlihatkan adanya tren penurunan. Nilai Samsung turun dari 37,1 persen pada 2021 menjadi 33 persen pada 2022, 32,9 persen pada 2023, 32,7 persen pada 2024, dan 30,4 persen pada 2025. Meski masih berada di posisi teratas dalam data tersebut, penurunan ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan dengan merek seperti Oppo dan iPhone.
Situasi tersebut membuat faktor yang memengaruhi keputusan calon konsumen menjadi penting. Ramadhan dan Erpurini kemudian menyoroti dua faktor yang banyak muncul dalam proses pencarian informasi digital, yakni electronic word of mouth dan brand trust.
Ulasan Digital Menjadi Pertimbangan Konsumen
Electronic word of mouth atau e-WOM merujuk pada komentar, pendapat, pengalaman, dan rekomendasi konsumen mengenai produk atau perusahaan yang disebarkan melalui internet. Informasi tersebut dapat berbentuk ulasan positif maupun negatif dan dapat ditemukan di media sosial, forum diskusi, maupun platform digital lainnya.
Sementara itu, brand trust atau kepercayaan merek menggambarkan keyakinan konsumen bahwa suatu merek mampu memenuhi janji, memberikan produk berkualitas, dan memperhatikan kebutuhan pelanggan. Dalam artikel, kepercayaan terhadap merek dikaitkan dengan kredibilitas, kompetensi, nilai, dan reputasi merek.
Keduanya kemudian dikaitkan dengan purchase intention atau minat beli, yaitu keinginan konsumen untuk memperoleh suatu produk sebelum benar-benar melakukan pembelian.
Melibatkan 120 Responden di Kota Cimahi
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan asosiatif. Sebanyak 120 orang berusia minimal 17 tahun di Kota Cimahi menjadi responden. Mereka merupakan orang yang memiliki ketertarikan terhadap smartphone Samsung dan pernah melihat konten mengenai Samsung di media sosial.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online melalui Google Forms dengan teknik convenience sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Peneliti juga melakukan pengujian validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F.
Profil responden menunjukkan bahwa 56,4 persen merupakan laki-laki dan 43,6 persen perempuan. Kelompok usia terbesar adalah 21–25 tahun, sebanyak 43,3 persen. Dari sisi pekerjaan, mahasiswa menjadi kelompok terbesar dengan proporsi 70 persen. Sementara itu, 39,2 persen responden memiliki pendapatan bulanan kurang dari Rp1 juta.
Kepercayaan Merek Lebih Kuat daripada e-WOM
Hasil analisis memberikan temuan yang cukup jelas. Electronic word of mouth terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli smartphone Samsung. Nilai t hitung mencapai 5,453 dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,001.
Artinya, semakin baik informasi, ulasan, dan rekomendasi yang diterima calon konsumen melalui media digital, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk membeli smartphone Samsung.
Temuan kedua menunjukkan bahwa brand trust juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Nilai t hitung mencapai 7,558 dengan signifikansi kurang dari 0,001.
Menariknya, pengaruh brand trust lebih kuat dibandingkan e-WOM. Koefisien beta standar untuk brand trust mencapai 0,514, sedangkan e-WOM sebesar 0,370. Dengan kata lain, dalam konteks konsumen Samsung di Cimahi, kepercayaan terhadap merek menjadi faktor yang lebih kuat dalam mendorong minat pembelian dibandingkan informasi dari ulasan online.
Ketika kedua faktor dianalisis secara bersama-sama, hasilnya juga signifikan. Uji F menghasilkan nilai 81,374 dengan signifikansi kurang dari 0,001. Temuan tersebut menunjukkan bahwa e-WOM dan brand trust secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli smartphone Samsung.
Konsumen Masih Menilai Samsung Secara Cukup Positif
Meskipun terjadi penurunan Top Brand Index, persepsi responden terhadap ketiga variabel penelitian masih berada pada kategori cukup baik.
Rata-rata penilaian e-WOM mencapai 2,90, dengan skor tertinggi 2,95 pada aspek keterlibatan konsumen dalam membagikan pendapat mengenai smartphone Samsung melalui platform online. Namun, kepercayaan terhadap rekomendasi positif dari pengguna lain memperoleh skor lebih rendah, yaitu 2,87.
Brand trust memperoleh rata-rata 2,94. Reputasi Samsung dalam industri smartphone mendapatkan skor tertinggi, yaitu 2,98. Sementara itu, minat beli memperoleh rata-rata 2,95, dengan skor tertinggi 2,98 pada keinginan konsumen untuk membeli smartphone Samsung dalam waktu dekat.
Strategi Digital dan Kualitas Produk Jadi Kunci
Bagi Samsung, temuan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital tidak cukup hanya mengandalkan promosi. Perusahaan perlu memastikan informasi yang beredar mengenai produknya kredibel, informatif, dan dapat dipercaya.
Ramadhan dan Erpurini merekomendasikan penguatan konten yang dibuat pengguna, kerja sama dengan pengulas teknologi yang memiliki reputasi baik, serta keterlibatan aktif dalam media sosial dan komunitas pengguna. Di sisi lain, Samsung juga perlu memperjelas informasi spesifikasi dan manfaat produk dibandingkan harga, meningkatkan layanan purnajual, menjaga konsistensi kualitas, serta terus memperkuat diferensiasi dan inovasi produknya.
Temuan ini juga memberikan pelajaran bagi konsumen. Ulasan digital memang dapat membantu calon pembeli mendapatkan gambaran mengenai pengalaman pengguna lain, tetapi keputusan pembelian tetap perlu mempertimbangkan kredibilitas sumber, kualitas produk, harga, dan kebutuhan pribadi.
Profil Penulis
Muhammad Rizal Ramadhan merupakan penulis pertama artikel dan berasal dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.
Wala Erpurini, merupakan penulis kedua sekaligus corresponding author dan tercatat sebagai dosen/pembimbing dalam penelitian tersebut. Artikel menyebutkan peran Wala Erpurini sebagai pembimbing selama proses penelitian. Bidang penelitian dalam artikel ini berkaitan dengan manajemen pemasaran, perilaku konsumen, electronic word of mouth, brand trust, dan purchase intention.
Penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan desain cross-sectional dan convenience sampling. Responden juga hanya berasal dari Kota Cimahi sehingga hasilnya belum dapat langsung digeneralisasi kepada konsumen di wilayah lain. Peneliti menyarankan penelitian berikutnya memperluas wilayah dan jumlah responden serta mempertimbangkan faktor lain seperti brand image, brand awareness, perceived value, kualitas produk, harga, pengalaman pelanggan, pemasaran media sosial, dan influencer marketing.
Sumber Penelitian
Judul: The Influence of Electronic Word of Mouth and Brand Trust on Purchase Intention on Samsung Smartphones in Cimahi City
Penulis: Muhammad Rizal Ramadhan dan Wala Erpurini
Afiliasi: Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Jenderal Achmad Yani University
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 8
Tahun: 2026
Halaman: 811–824
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i8.33
URL: https://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar