Tata Kelola Sarana dan Prasarana Pendidikan Tingkatkan Mutu Sekolah Menengah Pertama di Paser

Ilustrasi by AI

Tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang terdiri dari Erni Susanti, Arismunandar, Risma Niswaty, dan Andi Kasmawati mempublikasikan riset komprehensif pada Juli 2026 mengenai praktik tata kelola sarana dan prasarana sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Paser, Indonesia. Penelitian ini memegang peranan vital dalam mengungkap tantangan serta solusi strategis untuk memastikan layanan pendidikan dasar dikelola secara transparan dan akuntabel demi meningkatkan mutu pembelajaran siswa.

Dunia pendidikan di daerah sering kali dihadapkan pada persoalan klasik terkait ketersediaan fasilitas penunjang belajar. Berdasarkan Laporan Pendidikan Kabupaten Paser, kemampuan numerasi siswa dan pemenuhan standar pelayanan minimum masih menghadapi kendala nyata, mulai dari kurangnya buku berkualitas, keterbatasan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), hingga minimnya alat peraga praktik di sekolah.

Untuk membedah persoalan tersebut, para peneliti menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan secara mendalam melalui wawancara, diskusi kelompok terpumpun, observasi lapangan, serta analisis dokumen resmi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepala sekolah, komite sekolah, hingga pemangku kepentingan terkait.

Hasil riset ini menguraikan beberapa temuan utama di lapangan:

  • Praktik tata kelola fasilitas secara administratif telah mengikuti siklus yang mencakup perencanaan, pengadaan, pendistribusian, inventarisasi, pemeliharaan, hingga penghapusan aset.
  • Implementasi kebijakan di lapangan masih belum optimal akibat sosialisasi regulasi yang kurang merata ke tingkat sekolah, validitas data infrastruktur yang belum akurat, serta keterbatasan alokasi anggaran.
  • Efektivitas tata kelola didukung oleh komunikasi yang baik antarlembaga pemerintahan serta penerapan prosedur administratif yang terstandarisasi.

Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan layanan pendidikan memerlukan sistem data yang terintegrasi, penguatan komunikasi kebijakan, kecukupan pembiayaan, serta tata kelola kolaboratif. Sebagaimana ditekankan oleh para peneliti dari Universitas Negeri Makassar, pelibatan aktif pemerintah daerah, pihak sekolah, komite sekolah, dan sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR) menjadi kunci utama dalam memajukan sarana dan prasarana pendidikan di daerah.

Profil Penulis

  • Erni Susanti – Peneliti di bidang Ilmu Administrasi Publik, Universitas Negeri Makassar.
  • Arismunandar – Akademisi dan Peneliti di bidang Ilmu Administrasi Publik, Universitas Negeri Makassar.
  • Risma Niswaty – Akademisi dan Peneliti di bidang Ilmu Administrasi Publik, Universitas Negeri Makassar.
  • Andi Kasmawati – Akademisi dan Peneliti di bidang Ilmu Administrasi Publik, Universitas Negeri Makassar.

Sumber Penelitian:

Posting Komentar

0 Komentar