Masyarakat di sekitar kawasan hutan kerap menggantungkan hidup pada hasil hutan tradisional
Untuk mengukur kelayakan bisnis tersebut, tim peneliti Universitas Sumatera Utara mengumpulkan data dari 27 kepala keluarga pengrajin pakkat di empat desa utama (Tanjung Botung, Ulok Tano, Pagaran Tonga, dan Tanjung Maria) serta para pelaku rantai pemasaran
Penelitian ini menghasilkan sejumlah temuan utama terkait kinerja keuangan dan rantai pasok pakkat:
- Keuntungan dan Kelayakan Finansial: Dalam satu siklus produksi (selama empat hari), total biaya yang dikeluarkan pengrajin adalah Rp474.270,83
. Dengan hasil panen mencapai 1.200 batang dan harga jual Rp600 per batang, penerimaan kotor mencapai Rp720.000,00 sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp245.729,17 per produksi . - Nilai Rasio R/C di Atas Satu: Nilai R/C tercatat sebesar 1,5
. Angka di atas nilai 1 ini membuktikan secara jelas bahwa usaha pengolahan pakkat memberikan nilai tambah dan keuntungan finansial yang pasti . - Titik Impas dan Pengembalian Modal Cepat: Batas impas produksi (BEP Unit) berada pada tingkat 790 batang dan impas harga (BEP Price) sebesar Rp392,50 per batang
. Karena volume produksi aktual (1.200 batang) dan harga pasar (Rp600) berada jauh di atas titik impas, usaha ini aman dari risiko kerugian . Modal investasi awal juga tergolong sangat cepat kembali, yaitu hanya membutuhkan waktu 2,71 kali siklus produksi . - Rantai Pemasaran Efektif: Teridentifikasi dua jalur distribusi utama, yakni Jalur I (Petani $\rightarrow$ Pengumpul $\rightarrow$ Konsumen) dan Jalur II (Petani $\rightarrow$ Pengumpul $\rightarrow$ Pengecer $\rightarrow$ Konsumen)
. Total margin pemasaran pada kedua jalur adalah Rp900 per batang dengan farmer's share sebesar 40% . - Tingkat Efisiensi Pemasaran Tinggi: Seluruh rantai pemasaran dikategorikan efisien karena memiliki nilai mark-up harga jual di bawah 50% (33% pada tingkat pengumpul dan 40% pada tingkat pengecer)
.
Profil Peneliti
Yunus Afifuddin: Peneliti dari Universitas Sumatera Utara yang berfokus pada bidang manajemen sumber daya hutan dan ekonomi kehutanan
Rosadi Patra Tanjung: Dosen dan peneliti di Universitas Sumatera Utara dengan keahlian dalam analisis sosial ekonomi kehutanan dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu
Agus Purwoko: Akademisi dari Universitas Sumatera Utara yang mendalami keahlian di bidang tata kelola lingkungan, konservasi sumber daya alam, dan ekonomi masyarakat sekitar hutan
Hafnita Misrawati Harahap: Peneliti Universitas Sumatera Utara yang berfokus pada bidang analisis finansial usaha kecil berbasis hasil hutan dan strategi pemasaran komoditas lokal
Sumber Penelitian
Yunus Afifuddin, Rosadi Patra Tanjung, Agus Purwoko, Hafnita Misrawati Harahap. Financial Analysis and Marketing of Pakkat from Rattan Seel (Daemonorops Melanochaetes Bl.) in Simangambat District, North Padang Lawas Regency. International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR). Vol. 4, No. 1 2026, Halaman 69–76.
DOI:

0 Komentar