Latar Belakang dan Relevansi
Integrasi teknologi di dunia pendidikan kini tidak lagi sebatas penggunaan perangkat keras atau aplikasi pembelajaran modern seperti Learning Management System (LMS) dan kecerdasan buatan (AI)
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui metode survei untuk menguji pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap pembentukan manajemen pendidikan adaptif
- Subjek Penelitian: Melibatkan 180 responden yang terdiri dari kepala sekolah dan guru pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
. - Teknik Pengambilan Sampel: Menggunakan proportional stratified random sampling untuk memastikan keterwakilan yang seimbang dari setiap jenjang pendidikan dan jabatan
. - Pengumpulan Data: Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima tingkat
. - Analisis Data: Dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antarkonstruk secara simultan
.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memberikan dampak positif dan sangat signifikan terhadap pembentukan manajemen pendidikan yang adaptif
- Daya Jelaskan Variabel: Kepemimpinan transformasional mampu menjelaskan 46,4% variasi kemampuan adaptasi manajemen sekolah ($R^2 = 0,464$)
. - Hubungan Kuat: Pengujian hipotesis menghasilkan koefisien jalur sebesar 0,681 dengan nilai statistik $t = 14,972$ dan $p < 0,001$, yang mengonfirmasi hubungan positif yang sangat kuat
. - Dimensi Leadership Terunggul: Dimensi "visi digital dan pemberdayaan SDM" mencatatkan skor rata-rata tertinggi (4,33 dari skala 5,00) dalam variabel kepemimpinan transformasional
. - Dimensi Adaptabilitas Terunggul: Dimensi "inovasi dan integrasi teknologi" memperoleh skor tertinggi (4,21 dari skala 5,00) dalam variabel manajemen adaptif
. - Area yang Perlu Ditingkatkan: Dimensi "perhatian individual" dari pemimpin (skor rata-rata 3,94) dan "pengambilan keputusan berbasis data" dalam manajemen (skor rata-rata 3,82) mencatatkan nilai relatif lebih rendah, menunjukkan perlunya pendampingan personal dan pemanfaatan data yang lebih konsisten
.
Temuan penelitian ini memberikan panduan praktis dan strategis bagi pemangku kepentingan di sektor pendidikan
Pengembangan Pelatihan Kepemimpinan: Lembaga pelatihan dan dinas pendidikan perlu merancang program pengembangan kepemimpinan yang berfokus pada penyusunan visi digital operasional dan strategi pemberdayaan guru
Peningkatan Literasi Data: Sekolah harus memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) agar kebijakan internal sekolah lebih terukur dan tepat sasaran
Pendampingan Individu: Kepala sekolah disarankan tidak hanya berfokus pada pencapaian target teknologi organisasi, tetapi juga memberikan pembimbingan pribadi (coaching) untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kompetensi setiap guru
Profil Penulis
I Nyoman Wijana, M.Pd. merupakan akademisi dan peneliti di bidang Manajemen Pendidikan yang berafiliasi dengan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Indonesia
Sumber Penelitian
I Nyoman Wijana. Strengthening Transformational Leadership in Establishing Adaptive Educational Management in the Digital Era. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 7, Halaman 1643–1658.
DOI:

0 Komentar