Tim Pengabdian Politeknik Negeri Medan (Polmed) Dorong Pengembangan Usaha Padi Kelompok Tani Mekar Cikaok di Pakpak Bharat

Tim Pengabdian Politeknik Negeri Medan (Polmed) lakukan pendampingan di Pakpak Barat

FORMOSA NEWS- Pakpak Barat- Politeknik Negeri Medan (Polmed) melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) mendorong pengembangan usaha padi Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok di Desa Cikaok, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pascapanen, memperluas pemasaran, serta memperkuat manajemen usaha kelompok tani.

Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok yang beranggotakan 25 petani aktif selama ini masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangan usaha. Pada proses pascapanen, perontokan padi masih dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana yang dirakit dari bambu. Cara tersebut hanya mampu menghasilkan sekitar 80–120 kilogram gabah per jam dengan kebutuhan tenaga kerja 4–6 orang. Kondisi itu juga menyebabkan kehilangan hasil panen diperkirakan mencapai 8–10 persen karena gabah tercecer dan tidak terontok secara sempurna.

Selain persoalan produksi, pemasaran hasil panen masih dilakukan secara konvensional melalui pengepul atau pembeli lokal. Harga gabah yang disebutkan dalam proposal sekitar Rp7.000 per kilogram, sementara rata-rata pendapatan petani berkisar Rp1.800.000 hingga Rp2.500.000 per bulan. Kelompok juga belum memanfaatkan media sosial maupun marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Ketua tim pengabdian Desmon Gunadi Siagian, S.Si., M.M., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membenahi tiga aspek utama, yakni produksi, pemasaran, dan manajemen usaha. Melalui penerapan teknologi dan pendampingan, kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta meningkatkan keterampilan kelompok dalam mengelola usaha padi.

Solusi pertama yang diberikan tim pengabdian adalah penerapan mesin perontok padi dengan kapasitas sekitar 500–800 kilogram per jam. Teknologi ini diharapkan dapat mempercepat proses pascapanen dibandingkan metode manual yang selama ini digunakan kelompok.

Tidak hanya berfokus pada produksi, tim juga memberikan pendampingan pemasaran digital. Kelompok akan diarahkan untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana mengenalkan serta memasarkan hasil pertanian sehingga pemasaran tidak hanya bergantung pada pengepul atau pembeli lokal.

Aspek manajemen usaha juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kelompok akan mendapatkan pendampingan untuk memperjelas pembagian tugas, menyusun prosedur kerja, serta menata pengelolaan usaha agar kegiatan kelompok dapat berjalan lebih terstruktur.

Ketua Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok, Wenly Saudur Hasugian, menjadi mitra utama dalam pelaksanaan program. Berdasarkan proposal, kelompok berkomitmen menyediakan padi sebagai bahan penggunaan mesin, mengikuti kegiatan, menyediakan lokasi pelaksanaan, serta melanjutkan pemeliharaan mesin dan penerapan pemasaran digital setelah program selesai.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 21 September 2026. Tim pengusul terdiri atas Desmon Gunadi Siagian, S.Si., M.M. sebagai ketua, Eka Putra Dairi Boangmanalu, S.Pd., M.Sc., Artha Putri Br Karo, S.A.B., M.A., Mutia Amalia, M.Si., dan Efni Siregar, S.E., M.Pro., M.SM.

Pengabdian ini didanai oleh dana DIPA Politeknik Negeri Medan dengan nomor kontrak B/610/PL5/PM.01.01/2026. Tim pengabdian Polmed menyampaikan terima kasih kepada Direktur Politeknik Negeri Medan serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polmed atas dukungan terhadap pelaksanaan program. Apresiasi juga disampaikan kepada Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.


Melalui penerapan teknologi pascapanen, pemasaran digital, dan penguatan manajemen usaha, program ini ditargetkan dapat meningkatkan keberdayaan Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok, baik dari sisi keterampilan, kapasitas produksi maupun pengembangan usaha padi secara berkelanjutan.
(Tim Pengabdian Politeknik Negeri Medan)

Posting Komentar

0 Komentar