| Tim Pengabdian Politeknik Negeri Medan (Polmed) lakukan pendampingan di Pakpak Barat |
FORMOSA NEWS- Pakpak Barat- Politeknik Negeri Medan (Polmed) melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) mendorong pengembangan usaha padi Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok di Desa Cikaok, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pascapanen, memperluas pemasaran, serta memperkuat manajemen usaha kelompok tani.
Selain persoalan produksi, pemasaran hasil panen masih dilakukan
secara konvensional melalui pengepul atau pembeli lokal. Harga gabah yang
disebutkan dalam proposal sekitar Rp7.000 per kilogram, sementara rata-rata
pendapatan petani berkisar Rp1.800.000 hingga Rp2.500.000 per bulan. Kelompok
juga belum memanfaatkan media sosial maupun marketplace untuk memperluas
jangkauan pemasaran.
Ketua tim pengabdian Desmon Gunadi Siagian, S.Si., M.M., menjelaskan
bahwa program ini dirancang untuk membenahi tiga aspek utama, yakni produksi,
pemasaran, dan manajemen usaha. Melalui penerapan teknologi dan pendampingan,
kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar,
serta meningkatkan keterampilan kelompok dalam mengelola usaha padi.
Solusi pertama yang diberikan tim pengabdian adalah penerapan mesin
perontok padi dengan kapasitas sekitar 500–800 kilogram per jam. Teknologi ini
diharapkan dapat mempercepat proses pascapanen dibandingkan metode manual yang
selama ini digunakan kelompok.
Tidak hanya berfokus pada produksi, tim juga memberikan pendampingan
pemasaran digital. Kelompok akan diarahkan untuk memanfaatkan media sosial dan
platform digital sebagai sarana mengenalkan serta memasarkan hasil pertanian
sehingga pemasaran tidak hanya bergantung pada pengepul atau pembeli lokal.
Aspek manajemen usaha juga menjadi bagian penting dalam kegiatan
tersebut. Kelompok akan mendapatkan pendampingan untuk memperjelas pembagian
tugas, menyusun prosedur kerja, serta menata pengelolaan usaha agar kegiatan
kelompok dapat berjalan lebih terstruktur.
Ketua Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok, Wenly Saudur Hasugian,
menjadi mitra utama dalam pelaksanaan program. Berdasarkan proposal, kelompok
berkomitmen menyediakan padi sebagai bahan penggunaan mesin, mengikuti
kegiatan, menyediakan lokasi pelaksanaan, serta melanjutkan pemeliharaan mesin
dan penerapan pemasaran digital setelah program selesai.
Melalui penerapan teknologi pascapanen, pemasaran digital, dan penguatan manajemen usaha, program ini ditargetkan dapat meningkatkan keberdayaan Kelompok Usaha Tani Mekar Cikaok, baik dari sisi keterampilan, kapasitas produksi maupun pengembangan usaha padi secara berkelanjutan.
0 Komentar