Kualitas pengiriman tahap akhir (last-mile delivery) menjadi pemicu utama lonjakan ketidakpuasan pengguna aplikasi e-commerce Shopee Indonesia selama periode puncak Ramadhan 2026
Temuan tersebut terungkap dalam studi ilmiah terbaru yang dilakukan oleh tiga peneliti Universitas Padjadjaran, yaitu Sulwani Husna Afrizal, Desty Hapsari Kirana, dan Irsyad Kamal
Analisis Sentimen Ungkap Keluhan Pengiriman Melonjak Berlipat Ganda
Layanan pengiriman barang ke tangan konsumen kini menentukan masa depan bisnis perdagangan elektronik di Indonesia
Dalam pengamatan riset ini, terdapat 12,797 ulasan yang secara khusus membahas layanan pengiriman barang
Penelitian mencatat bahwa tingkat keluhan pelanggan melonjak lebih dari enam kali lipat selama musim belanja Ramadhan hingga Idul Fitri
Sembilan Jenis Kegagalan Pengiriman dan Perilaku Kurir
Tim peneliti Universitas Padjadjaran mengklasifikasikan keluhan pengiriman ke dalam sembilan kategori utama
- Keterlambatan Pengiriman (41,6%): Isu terbanyak dengan 2,903 keluhan
. Paket kerap tiba tiga hari lebih lambat dari estimasi aplikasi . - Pelanggaran Perilaku Kurir (32,7%): Sebanyak 2.282 ulasan menyoroti tindakan oknum kurir yang menandai status pengiriman "gagal" atau membatalkan pesanan secara sepihak tanpa mengunjungi alamat pembeli
. - Kendala Infrastruktur SPX Express (18,0%): Mencapai 1.255 keluhan terkait penumpukan paket di pusat distribusi (distribution center)
. - Pengembalian Barang Tanpa Pemberitahuan (11,9%): Mencakup 832 kasus paket dikembalikan otomatis
. - Ketidakakuratan Estimasi Waktu Tiba / ETA (11,5%): Sebanyak 803 ulasan mengeluhkan tanggal estimasi yang tidak tepat
. - Ongkos Kirim Terlalu Mahal (8,4%): Keluhan terkait perubahan tarif pengiriman
. - Paket Tertahan / Tidak Bergerak (6,9%): Meliputi 479 keluhan posisi paket berhenti lama
. - Pengiriman Salah / Hilang (4,7%): Terdiri dari 331 laporan barang hilang atau tertukar
. - Kritik Penghapusan Pilihan Ekspedisi Lain (2,1%): Keluhan akibat terbatasnya opsi logistik
.
Efek Domino dan Pentingnya Diversifikasi Logistik
Hasil studi menunjukkan bahwa kegagalan pengiriman di lapangan terjadi secara berantai
Meskipun pengelola platform memberikan respons cepat dengan membalas 92,8% ulasan pelanggan, respons pesan otomatis terbukti belum mampu meredam kekecewaan pembeli jika masalah fisik pengiriman tidak diselesaikan
Solusi Strategis bagi Industri E-Commerce
Untuk menjaga kepuasan konsumen, tim peneliti menyarankan empat langkah perbaikan bagi pengelola platform e-commerce dan penyedia jasa logistik
- Perencanaan Kapasitas Puncak: Menyediakan kapasitas logistik cadangan dan armada tambahan setidaknya empat minggu sebelum periode Ramadhan
. - Pengawasan Kurir berbasis Teknologi: Menerapkan verifikasi lokasi GPS dan sistem pelacakan waktu nyata untuk mencegah pembatalan sepihak
. - Algoritma ETA Dinamis: Memperbarui sistem estimasi waktu tiba yang menyesuaikan kondisi lalu lintas, beban musim belanja, dan riwayat rute
. - Diversifikasi Mitra Ekspedisi: Menyediakan kembali pilihan mitra kurir pihak ketiga untuk membagi beban pengiriman dan memberikan fleksibilitas bagi pengguna
.
Profil Penulis
- Sulwani Husna Afrizal, S.T., M.T. — Dosen dan Peneliti di Universitas Padjadjaran dengan keahlian di bidang Manajemen Operasional, Sistem Logistik, dan Analisis Data E-Commerce
. - Desty Hapsari Kirana, S.E., M.Sc. — Peneliti Universitas Padjadjaran yang berfokus pada Perilaku Konsumen Digital dan Manajemen Kualitas Layanan
. - Irsyad Kamal, S.T., M.M. — Peneliti Universitas Padjadjaran yang menekankan pada Rantai Pasok Digital dan Analisis Sentimen Teks
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Operationalizing the Last Mile: A Sentiment Analysis Approach to Delivery Quality in Indonesian Mobile Commerce
- Nama Jurnal: International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijgsr.v4i8.300 - URL Resmi:
https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/ijgsr/index
0 Komentar