Pemikiran ekonomi Islam klasik kini dapat diintegrasikan dengan perkembangan ekonomi digital modern untuk membangun sistem keuangan yang adaptif, adil, dan berkelanjutan. Hal tersebut diungkapkan oleh Veta Lidya Delimah Pasaribu dari Universitas Pamulang, bersama Euis Amalia dan Desmadi Saharuddin dari Universitas Islam Negeri Jakarta, melalui studi kepustakaan deskriptif-analitis yang diterbitkan dalam International Journal of Management Analytics pada Juli 2026
Sistem ekonomi konvensional yang didominasi kapitalisme dan sosialisme sering kali gagal mengatasi masalah ketimpangan kekayaan, krisis finansial, serta degradasi nilai moral
Untuk mengkaji hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis
Hasil analisis penelitian menunjukkan beberapa poin penting sebagai berikut:
- Pemikiran Sayyid Abul A'la Maududi memberikan kerangka sistem ekonomi Islam yang komprehensif, berlandaskan tauhid, khilafah, serta keadilan sosial sebagai penengah antara kapitalisme dan sosialisme
. - Pemikiran Muhammad Iqbal menyumbangkan fondasi filosofis yang menekankan pentingnya dinamisme dan ijtihad agar umat Islam mampu berpikir adaptif menghadapi perubahan zaman
. - Transformasi digital melalui fintech syariah memperluas inklusi keuangan dan pembiayaan bagi UMKM, sementara teknologi seperti AI meningkatkan efisiensi meskipun memerlukan pengawasan etika yang ketat berdasarkan prinsip keadilan (adl), kejujuran (shiddiq), dan tanggung jawab (amanah)
.
Integrasi antara nilai-nilai klasik dan inovasi digital ini berdampak besar bagi dunia usaha, pendidikan, maupun kebijakan publik untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan menghadirkan regulasi yang adaptif
Profil Penulis:
- Veta Lidya Delimah Pasaribu: Penulis korespondensi, akademisi dari Universitas Pamulang, Indonesia, dengan fokus keahlian di bidang ekonomi Islam dan keuangan syariah
. - Euis Amalia: Peneliti dan pengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta, Indonesia, dengan keahlian di bidang pemikiran ekonomi Islam dan sejarah ekonomi
. - Desmadi Saharuddin: Peneliti dan pengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta, Indonesia, dengan keahlian di bidang hukum ekonomi syariah dan keuangan digital
.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel Jurnal: Islamic Economic Reconstruction: Integrating Classical Thinking and Digital Transformation in Sharia Finance
- Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.8 - URL Resmi:
https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijma
0 Komentar