Sebuah studi ilmiah terbaru yang dipimpin oleh Soepri Tjahjono Moedji
Widodo bersama tim peneliti dari Universitas Respati Yogyakarta menyoroti
perbedaan signifikan dalam gaya hidup sehat antara siswa Sekolah Menengah
Pertama (SMP) dan mahasiswa tingkat perguruan tinggi. Penelitian yang
berlangsung pada Mei hingga November 2025 ini penting dilakukan karena
kebiasaan hidup sehat yang dibentuk sejak usia muda memegang peranan krusial
dalam mencegah penyakit tidak menular di masa depan. Hasil temuan ini memberikan
panduan berharga bagi institusi pendidikan untuk merancang program promosi
kesehatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan usia.
Perubahan pola hidup dari masa remaja awal menuju kedewasaan sering kali
membawa tantangan tersendiri. Siswa SMP berada pada fase kehidupan yang
dipenuhi kegiatan terstruktur di sekolah, sedangkan mahasiswa mulai menghadapi
kebebasan mandiri yang diiringi oleh beban akademik tinggi serta kecenderungan
gaya hidup sedenter (kurang bergerak). Memahami bagaimana kebiasaan fisik,
pengelolaan emosi, dan kesadaran diri berkembang di kedua kelompok ini sangat
penting untuk mencegah penurunan kualitas kesehatan dalam jangka panjang.
Penelitian kuantitatif berpola komparatif dengan desain cross-sectional
ini melibatkan 293 responden di Jakarta, yang terdiri dari 126 siswa SMP negeri
dan 167 mahasiswa. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode stratified
random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berisi 25
pertanyaan yang diadaptasi dari instrumen standar Health-Promoting Lifestyle
Profile II (HPLP-II) dengan skala Likert 1–4. Pengukuran difokuskan pada
tiga dimensi utama: Aktivitas Fisik, Pengelolaan Stres, dan Tanggung Jawab
Kesehatan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji statistik
deskriptif dan independent sample t-test dengan tingkat signifikansi $p
< 0,05$.
Secara keseluruhan, kelompok mahasiswa mencatatkan skor gaya hidup sehat
yang lebih tinggi ($3,12 \pm 0,38$) dibandingkan siswa SMP ($2,98 \pm 0,41$).
Namun, ketika diurai berdasarkan dimensi individual, tim peneliti menemukan
perbedaan yang kontras:
- Aktivitas
Fisik: Siswa SMP
mencatatkan skor yang jauh lebih tinggi dibandingkan mahasiswa. Tingginya
partisipasi siswa SMP didorong oleh jadwal pendidikan jasmani yang
terstruktur serta kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Sebaliknya,
aktivitas fisik mahasiswa cenderung menurun drastis akibat tingginya beban
tugas dan kebiasaan duduk dalam durasi lama.
- Pengelolaan
Stres: Mahasiswa
menunjukkan kemampuan pengelolaan stres yang jauh lebih baik daripada
siswa SMP. Kematangan emosional dan pengalaman hidup membuat mahasiswa
lebih adaptif dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial, sedangkan
siswa SMP masih membutuhkan pendampingan dari guru dan orang tua.
- Tanggung
Jawab Kesehatan: Mahasiswa
unggul secara signifikan dalam kesadaran menjaga kesehatan mandiri.
Kemandirian membuat mahasiswa lebih aktif mencari informasi kesehatan dan
mengambil keputusan preventif, sementara siswa SMP masih sangat bergantung
pada pengawasan orang tua dan aturan sekolah.
Temuan ini membawa implikasi strategis bagi kebijakan di lingkungan
pendidikan. Sekolah menengah diharapkan memprioritaskan program intervensi
untuk mengasah keterampilan mengelola stres dan memupuk kesadaran kesehatan
mandiri tanpa mengurangi kegiatan olahraga yang sudah berjalan baik. Di sisi
lain, perguruan tinggi perlu menyediakan fasilitas dan program yang mendorong
mahasiswa untuk tetap aktif bergerak secara rutin di tengah padatnya jadwal
kuliah.
Peneliti menegaskan bahwa peningkatan pada satu dimensi kesehatan tidak
secara otomatis meningkatkan dimensi lainnya. Oleh karena itu, pendekatan
edukasi kesehatan harus dirancang khusus sesuai dengan karakteristik
perkembangan peserta didik.
Profil Tim Peneliti
Penelitian ini disusun oleh tim akademisi dari Universitas Respati
Yogyakarta yang dipimpin oleh Soepri Tjahjono Moedji Widodo, S.Kp., M.Kes.
(pakar di bidang ilmu keperawatan dan promosi kesehatan masyarakat), bersama
anggota tim Inayah, Yayu Sintani, Yohana Engeli Destika
Rangkung, dan Dinda Rambu Nabila dari divisi ilmu kesehatan dan
keperawatan Universitas Respati Yogyakarta.
Sumber Penelitian Resmi
- Judul
Artikel: Healthy
Lifestyle Study: A Comparative Study of Physical Activity, Stress
Management, and Health Responsibility among Junior High School Students
and University Students
- Jurnal: International Journal of Advanced
Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4, No. 7, Tahun 2026,
Halaman 849–856
- Penerbit: TITECH Publisher
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i7.288
- https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss

0 Komentar