Transparansi ESG Terbukti Tingkatkan Efisiensi Investasi Perusahaan Manufaktur di Indonesia

Ilustrasi by AI

Pengungkapan informasi Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang komprehensif terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi investasi pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Talitha Rahmi Ardiyanti, Bambang Sugeng, dan Nurika Restuningdiah dari Universitas Negeri Malang ini menyoroti bagaimana keterbukaan data non-keuangan berperan vital dalam memperbaiki pengambilan keputusan manajerial.

Pentingnya Transparansi di Sektor Manufaktur

Sektor manufaktur merupakan pilar ekonomi nasional yang sering menghadapi tantangan eksternalitas lingkungan yang tinggi. Selama ini, terdapat kesenjangan yang cukup lebar dalam kualitas dan cakupan pengungkapan ESG antarperusahaan. Padahal, di pasar modal modern, investor tidak lagi hanya memandang kinerja keuangan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Metodologi Penelitian

Peneliti melakukan analisis kuantitatif terhadap laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, terpilih sampel perusahaan yang memiliki data lengkap dan platform pengungkapan ESG yang patuh. Efisiensi investasi diukur dengan melihat kemampuan perusahaan menghindari investasi berlebih (overinvestment) pada proyek bernilai rendah serta kekurangan investasi (underinvestment) pada proyek yang menguntungkan.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis data menunjukkan temuan krusial sebagai berikut:

  • Pengungkapan ESG memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi investasi perusahaan.

  • Perusahaan dengan transparansi informasi yang lebih tinggi terbukti memiliki efisiensi investasi yang lebih baik.

  • Pengungkapan ESG membantu mengoptimalkan alokasi sumber daya dan mengurangi pengambilan keputusan investasi yang tidak efisien.

  • Skor koefisien pengungkapan ESG tercatat sebesar 0,041 dengan tingkat signifikansi yang sangat kuat (p-value 0,000).

Implikasi dan Manfaat

Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa transparansi ESG bukan sekadar formalitas, melainkan alat strategis untuk mengurangi asimetri informasi antara manajemen (agen) dan pemegang saham (prinsipal). Dengan pengungkapan yang baik, perusahaan mendapatkan pengawasan lebih ketat dari berbagai pihak, yang pada akhirnya "memaksa" tim manajemen untuk lebih rasional dalam mengalokasikan modal. Para penulis menyarankan agar perusahaan manufaktur tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi mengintegrasikan praktik berkelanjutan ke dalam operasional inti untuk meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan investor jangka panjang.

Profil Penulis:

  • Talitha Rahmi Ardiyanti, mahasiswa Universitas Negeri Malang.
  • Bambang Sugeng, akademisi Universitas Negeri Malang.
  • Nurika Restuningdiah, akademisi Universitas Negeri Malang.
  • Bidang keahlian tim penulis mencakup akuntansi, tata kelola perusahaan, dan analisis pasar modal.

Sumber Penelitian: Ardiyanti, T. R., Sugeng, B., & Restuningdiah, N. (2026). ESG Disclosure and Investment Efficiency: Evidence from Indonesian Manufacturing Companies. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), 6(3), 808-825

DOI: 

https://doi.org/10.59890/ijist.v4i6.15

Posting Komentar

0 Komentar