Transformasi Digital dan Keunggulan Kompetitif di Industri Kreatif: Peran Mediasi Kelincahan Organisasi

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Gorontalo - Transformasi Digital Berkemampuan Kelincahan Organisasi Jadi Kunci Keunggulan Bersaing Industri Kreatif Gorontalo. Penelitian yang dilakukan oleh Irwan Yantu, Syarwani Canon, Raflin Hinelo, dan Irawati Abdul dari Universitas Negeri Gorontalo dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa investasi teknologi baru dapat membuahkan keunggulan bersaing secara berkelanjutan apabila disertai dengan peningkatan kelincahan organisasi (organizational agility).

Latar Belakang Masalah
Sektor industri kreatif di Gorontalo menyimpan potensi sosial dan budaya yang sangat kaya. Namun, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal menghadapi tantangan berupa kesenjangan digital dan tingginya tekanan perubahan pasar. Banyak usaha masih menggunakan pendekatan konvensional atau sekadar mengadopsi perangkat digital tanpa mengintegrasikannya ke dalam strategi inti bisnisDi sisi lain, tren dan preferensi konsumen berubah sangat cepat seiring masuknya produk dari luar daerah. Kondisi ini memicu pertanyaan mendasar di kalangan pelaku usaha dan pembuat kebijakan: apakah sekadar membeli teknologi modern atau membuat akun media sosial sudah cukup untuk memenangkan persaingan? Penelitian ini hadir untuk menjawab celah tersebut dengan menguji peran kelincahan internal organisasi sebagai jembatan antara transformasi digital dan daya saing.

Ringkasan Metodologi

Untuk menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel, para peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dihimpun melalui survei terhadap 120 responden yang dipilih secara purposive sampling di GorontaloResponden mencakup para pemilik, manajer, atau pengambil keputusan kunci dari unit usaha kreatif di bidang busana/Karawo, kerajinan, dan kuliner. Kriteria responden di antaranya telah menjalankan usaha minimal selama dua tahun serta telah memanfaatkan teknologi digital (seperti media sosial, e-commerce, aplikasi keuangan digital, atau peralatan produksi berbasis teknologi) dalam operasional bisnis mereka.

Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis data menunjukkan temuan empiris yang sangat memikat terkait dinamika adopsi teknologi di sektor kreatif:

  • Tidak Ada Pengaruh Langsung Teknologi ke Daya Saing: Transformasi digital tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap keunggulan bersaing ($\beta = -0{,}028$; $p = 0{,}877$). Artinya, adopsi perangkat digital semata tanpa perubahan pola kerja tidak secara otomatis meningkatkan keunggulan bisnis.
  • Teknologi Mendorong Kelincahan Organisasi: Transformasi digital terbukti berkonstrilbusi sangat kuat dan positif terhadap peningkatan kelincahan organisasi ($\beta = 0{,}834$; $p < 0{,}001$).
  • Kelincahan Organisasi Meningkatkan Daya Saing: Kelincahan organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing ($\beta = 0{,}680$; $p < 0{,}001$).
  • Mediasi Penuh (Full Mediation): Kelincahan organisasi berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara transformasi digital dan keunggulan bersaing ($\beta = 0{,}568$; $p = 0{,}001$).
  • Daya Prediksi Model: Variabel transformasi digital mampu menjelaskan 69,6% varians kelincahan organisasi. Sementara itu, kombinasi transformasi digital dan kelincahan organisasi secara bersama-sama mampu menjelaskan 43,2% varians keunggulan bersaing.
Implikasi dan Dampak Bagi Masyarakat serta Industri
Temuan ini membawa pesan strategis bagi dunia usaha, pemerintah daerah, dan akademisi. Bagi para pelaku industri kreatif, investasi pada perangkat lunak, sistem digital, maupun pemasaran online tidak boleh berhenti pada aspek teknis adopsi. Pelaku usaha harus membangun kultur dan struktur kerja yang lincah seperti alur kerja yang fleksibel, tim modular, serta kemampuan merespons tren pasar dan masukan konsumen secara real-timeBagi pemerintah dan pembuat kebijakan publik, program pembinaan UMKM kreatif sebaiknya tidak hanya berfokus pada pelatihan literasi digital atau pembagian alat teknologi. Program intervensi perlu dirancang secara komprehensif dengan menyertakan pelatihan manajemen adaptif, pengembangan inovasi produk, dan strategi organisasi yang fleksibel.

Profil Penulis
Irwan Yantu, S.Pd., M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas Negeri Gorontalo dengan kepakaran di bidang manajemen, strategi bisnis, dan pengembangan industri kreatif.
Dr. Syarwani Canon, M.Si. – Dosen dan akademisi senior di Universitas Negeri Gorontalo berkeahlian di bidang ilmu ekonomi, perencanaan pembangunan, dan ekonomi daerah.
Dr. Raflin Hinelo, M.Si. – Peneliti dan akademisi di Universitas Negeri Gorontalo yang menekuni bidang manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi.
Irawati Abdul, S.E., M.Si. – Dosen di Universitas Negeri Gorontalo yang memiliki fokus keahlian pada manajemen operasional, UMKM, dan kewirausahaan.

Sumber Penelitian
Irwan Yantu, Syarwani Canon, Raflin Hinelo, Irawati Abdul. Digital Transformation and Competitive Advantage in the Creative Industry: The Mediating Role of Organizational Agility. Asian Journal of Management Analytics (AJMA). Vol. 5, No. 3 2026, Hal. 553-572

DOI : https://doi.org/10.55927/ajma.v5i3.16534
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar