Penelitian ini menjadi relevan karena saat ini UMKM kuliner tidak lagi hanya bersaing melalui rasa makanan atau lokasi usaha. Kehadiran media sosial, marketplace, dan layanan pesan antar membuat konsumen mengenal sebuah merek melalui tampilan visual di layar ponsel. Dalam hitungan detik, pengguna media sosial memutuskan apakah akan berhenti melihat sebuah unggahan, mengingat nama mereknya, atau langsung menggulir ke konten berikutnya. Karena itu, identitas visual menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesan pertama terhadap sebuah merek.
Menurut Rima Risnowati, tipografi tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai elemen dekoratif. Huruf yang dirancang secara khusus mampu menjadi aset visual yang membangun keunikan merek, membantu konsumen membedakan satu bisnis dengan bisnis lainnya, serta memperkuat ingatan terhadap nama merek. Sebaliknya, penggunaan font generik yang banyak tersedia pada aplikasi desain justru membuat banyak UMKM tampil serupa sehingga sulit dikenali di tengah padatnya konten digital.
Persaingan UMKM Kuliner Semakin Ketat
Penelitian ini juga menggambarkan besarnya pasar kuliner Indonesia. Data yang dikutip menunjukkan bahwa hingga akhir 2024 terdapat sekitar 30,18 juta UMKM di Indonesia di luar sektor pertanian dan perikanan. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,4 juta UMKM bergerak di bidang akomodasi, makanan, dan minuman. Selain itu, sektor penyediaan makanan dan minuman menyerap 9,8 juta tenaga kerja dengan nilai penjualan mencapai Rp998,37 triliun pada tahun 2023.
Di sisi lain, Indonesia memiliki sekitar 230 juta pengguna internet dan 180 juta identitas pengguna media sosial pada akhir 2025. Besarnya jumlah pengguna internet membuat promosi digital menjadi kebutuhan utama bagi UMKM kuliner. Namun, kondisi tersebut juga membuat persaingan semakin ketat karena setiap merek harus mampu menarik perhatian konsumen hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Menguji Pengaruh Tipografi terhadap Daya Ingat Konsumen
Untuk mengetahui pengaruh tipografi terhadap daya ingat merek, Rima Risnowati menggunakan model eksperimen daring dengan 120 responden yang dibagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama melihat iklan media sosial UMKM kuliner menggunakan tipografi kustom, sedangkan kelompok kedua melihat iklan yang sama tetapi menggunakan font generik. Seluruh elemen lain seperti foto makanan, tata letak, warna, dan isi promosi dibuat sama sehingga satu-satunya perbedaan hanyalah jenis tipografinya.
Setelah melihat iklan, responden diminta menjawab sejumlah pertanyaan untuk mengukur:
- skor daya ingat terhadap merek (brand recall);
- kemampuan mengingat merek tanpa bantuan (unaided recall);
- kemampuan mengenali merek setelah diberi petunjuk;
- persepsi terhadap keunikan merek;
- tingkat perhatian terhadap iklan; serta
- niat membeli produk.
Tipografi Kustom Meningkatkan Brand Recall
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipografi kustom memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kemampuan konsumen mengingat merek.
Kelompok yang melihat iklan dengan tipografi kustom memperoleh rata-rata skor brand recall sebesar 7,40, sedangkan kelompok yang melihat tipografi generik hanya memperoleh 5,84. Perbedaan tersebut terbukti signifikan secara statistik.
Hasil yang lebih mencolok terlihat pada unaided brand recall, yaitu kemampuan responden mengingat nama merek tanpa bantuan. Pada kelompok tipografi generik, hanya 11,7% responden yang mampu mengingat merek, sedangkan pada kelompok tipografi kustom angkanya meningkat menjadi 46,7%.
Selain meningkatkan daya ingat merek, tipografi kustom juga menghasilkan:
- persepsi merek yang lebih unik;
- tingkat pengenalan merek yang lebih tinggi;
- perhatian yang lebih besar terhadap iklan; dan
- niat membeli yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan font generik.
Analisis lanjutan menunjukkan bahwa pengaruh positif tipografi kustom tetap terlihat meskipun peneliti telah mengendalikan faktor perhatian konsumen dan platform media sosial yang digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa tipografi bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga membantu membangun identitas visual yang lebih mudah diingat oleh konsumen.
Kunci Utamanya adalah Konsisten, Bukan Rumit
Rima Risnowati menjelaskan bahwa tipografi kustom tidak berarti harus menggunakan bentuk huruf yang rumit atau terlalu dekoratif.
Menurutnya, tipografi yang efektif justru harus tetap mudah dibaca, konsisten, mudah diterapkan pada berbagai media, dan sesuai dengan karakter produk kuliner. Huruf yang terlalu rumit memang dapat menarik perhatian sesaat, tetapi justru dapat mengurangi keterbacaan, terutama pada layar ponsel yang menjadi media utama promosi digital saat ini.
Tipografi yang konsisten dapat digunakan pada logo, kemasan produk, menu, unggahan Instagram, video TikTok, stiker kemasan, hingga banner promosi. Semakin sering konsumen melihat gaya huruf yang sama, semakin kuat pula asosiasi mereka terhadap merek tersebut.
Manfaat bagi Pelaku UMKM
Penelitian ini menunjukkan bahwa investasi pada tipografi kustom dapat menjadi strategi branding yang relatif terjangkau bagi UMKM.
Berbeda dengan iklan berbayar yang membutuhkan biaya secara terus-menerus, tipografi yang dirancang dengan baik dapat digunakan dalam jangka panjang pada berbagai materi promosi. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat membangun identitas visual yang konsisten tanpa harus sering melakukan desain ulang.
Rima Risnowati juga menilai bahwa penelitian ini membuka peluang pengembangan kajian yang menghubungkan desain grafis, perilaku konsumen, dan pemasaran digital. Penelitian berikutnya disarankan menggunakan merek UMKM yang benar-benar beroperasi di lapangan serta mengukur apakah peningkatan daya ingat merek benar-benar berdampak pada peningkatan penjualan.
Profil Penulis
Rima Risnowati merupakan akademisi dan peneliti dari Universitas Bina Insani. Bidang keahliannya meliputi digital marketing, branding, komunikasi visual, tipografi, perilaku konsumen, dan pengembangan UMKM, dengan fokus pada penguatan identitas merek melalui strategi visual yang efektif.
Sumber Penelitian
Judul: Effectiveness of Custom Typography on Brand Recall among Culinary MSMEs in the Era of Digital Marketing
Penulis: Rima Risnowati
Afiliasi: Universitas Bina Insani
Jurnal: International Journal of Applied and Scientific Research (IJASR), Vol. 4 No. 6, 2026, hlm. 303–312
0 Komentar