Studi Untag Surabaya: Ruang Tunggu Baru Bisa Tingkatkan Daya Tarik Bus Damri Bandara

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Layanan bus Damri rute Terminal Purabaya Bandara Juanda dinilai masih menyisakan sejumlah celah pelayanan yang membuat tingkat keterisian armada belum optimal. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Luh Putu Rewinda Wiriandeni, Hanie Teki Tjendani, dan Budi Witjaksana dari Program Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada 2026 menemukan bahwa peningkatan kualitas layanan terutama melalui pembangunan ruang tunggu khusus berpotensi meningkatkan kenyamanan sekaligus layak secara investasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan fasilitas pendukung tidak hanya dibutuhkan dari sisi pelayanan publik, tetapi juga berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi operator transportasi.

Bus Damri selama ini menjadi salah satu pilihan transportasi umum menuju Bandara Juanda karena tarif yang relatif terjangkau dibanding kendaraan pribadi atau layanan transportasi khusus. Namun di balik tingginya mobilitas masyarakat, tingkat penggunaan armada ternyata belum mencapai standar ideal transportasi publik.

Data operasional yang dianalisis dalam penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterisian atau load factor pada rute Purabaya–Juanda masih berada di bawah ambang ideal 70 persen yang ditetapkan regulator transportasi darat. Pada 2024, tingkat keterisian tercatat sekitar 49,33 persen dan pada periode Januari–Agustus 2025 hanya naik tipis menjadi 49,83 persen.

Sementara itu, kondisi lebih menantang terjadi pada arah sebaliknya, yaitu Juanda menuju Purabaya. Tingkat keterisian armada tercatat hanya sekitar 4,77 persen pada 2025.

Menurut tim peneliti Untag Surabaya, rendahnya pemanfaatan armada tidak semata dipengaruhi preferensi masyarakat terhadap kendaraan pribadi, tetapi juga berkaitan dengan kualitas pengalaman pengguna selama menggunakan layanan.

Untuk memahami persoalan tersebut, tim melakukan evaluasi kualitas layanan menggunakan pendekatan Fuzzy Servqual dan Importance Performance Analysis (IPA). Secara sederhana, metode ini membandingkan apa yang diharapkan penumpang dengan pengalaman nyata yang mereka terima.

Peneliti mengumpulkan penilaian pengguna terhadap berbagai aspek layanan, kemudian memetakan area yang paling membutuhkan perbaikan.

Hasilnya menunjukkan adanya kesenjangan pelayanan yang cukup besar pada beberapa indikator utama.

Lima aspek dengan selisih terbesar antara harapan dan kondisi aktual adalah:

• fasilitas bagi penumpang penyandang disabilitas (nilai gap -1,74)
• informasi layanan kepada penumpang (-1,63)
• fasilitas ruang tunggu (-1,63)
• akses internet atau konektivitas (-1,57)
• informasi terkait gangguan keamanan (-1,53)

Semakin besar nilai negatif tersebut, semakin besar jarak antara ekspektasi penumpang dan kondisi layanan yang mereka rasakan.

Temuan paling menonjol dalam studi ini adalah fasilitas bagi penyandang disabilitas yang menjadi titik terlemah pelayanan. Peneliti menilai aspek kesetaraan akses masih belum terpenuhi secara memadai pada layanan transportasi menuju bandara.

Selain itu, ruang tunggu juga menjadi perhatian utama.

Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan selama enam hari pada Maret 2026 di halte Damri Terminal Purabaya, peneliti menemukan sejumlah hambatan operasional yang memengaruhi kenyamanan pengguna. Salah satunya adalah keterbatasan jam operasional yang belum mampu melayani kebutuhan penumpang penerbangan malam dan dini hari.

Penjualan tiket juga dinilai belum sepenuhnya terstruktur karena pada titik keberangkatan tertentu pembelian masih dilakukan langsung kepada pengemudi, berbeda dengan sistem yang telah lebih tertata di area Bandara Juanda.

Melalui analisis IPA, penelitian menetapkan empat prioritas utama yang perlu segera diperbaiki:

  1. penyediaan informasi terkait gangguan keamanan,
  2. peningkatan informasi layanan seperti jadwal, tarif, dan rute,
  3. pengembangan fasilitas ruang tunggu,
  4. peningkatan fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Tidak berhenti pada evaluasi pelayanan, penelitian ini juga menghitung apakah investasi pembangunan ruang tunggu khusus Damri layak dijalankan secara ekonomi.

Hasilnya menunjukkan indikator yang sangat positif.

Analisis kelayakan menghasilkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 46 persen, yang berarti tingkat pengembalian investasi jauh melampaui tingkat bunga yang digunakan dalam simulasi.

Perhitungan Net Present Value (NPV) juga menunjukkan nilai positif pada seluruh skenario tingkat bunga yang diuji, mulai dari 8 persen hingga 25 persen. Pada tingkat bunga 8 persen, nilai manfaat bersih mencapai sekitar Rp91,98 juta.

Sementara itu, rasio manfaat terhadap biaya atau Benefit Cost Ratio (BCR) tercatat sebesar 2,49. Angka di atas satu umumnya menunjukkan bahwa manfaat ekonomi proyek lebih besar dibanding biaya yang harus dikeluarkan.

Bagi dunia transportasi publik, hasil ini memberi pesan penting bahwa peningkatan layanan tidak selalu identik dengan pemborosan anggaran. Ketika fasilitas dirancang sesuai kebutuhan pengguna, investasi justru dapat menjadi strategi untuk meningkatkan jumlah penumpang dan keberlanjutan layanan.

Tim peneliti juga menilai bahwa pengembangan ruang tunggu yang nyaman, aman, mudah diakses penyandang disabilitas, dan dilengkapi informasi yang jelas dapat menjadi langkah konkret untuk mengembalikan minat masyarakat menggunakan transportasi umum menuju bandara.

Profil Singkat Penulis

Luh Putu Rewinda Wiriandeni — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Hanie Teki Tjendani — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Budi Witjaksana — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Sumber Penelitian

Wiriandeni, L. P. R., Tjendani, H. T., & Witjaksana, B. (2026). Examination of Service Excellence Criteria and Viability of Investing in Damri Specialized Transportation for the Purabaya Terminal Path to Juanda Airport through the Fuzzy Servqual Method and Importance Performance Analysis (IPA). Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5 No. 6, 1455–1470.

URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i6.82

Posting Komentar

0 Komentar