Temuan ini menjadi penting karena Generasi Z kini mulai mendominasi pasar tenaga kerja. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka tidak hanya mempertimbangkan besarnya gaji ketika memilih tempat bekerja. Pengakuan atas kontribusi, kesempatan berkembang, fleksibilitas kerja, hingga pengalaman kerja yang bermakna menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan bertahan dalam sebuah organisasi.
Tantangan Baru dalam Mempertahankan Generasi Z
Perusahaan di berbagai sektor menghadapi tingkat perpindahan kerja (turnover) yang relatif tinggi pada kelompok pekerja muda. Fenomena ini menyebabkan organisasi harus terus melakukan rekrutmen, pelatihan, dan adaptasi bagi karyawan baru yang tentu membutuhkan biaya besar.
Dalam artikel jurnal tersebut dijelaskan bahwa Generasi Z cenderung mengevaluasi pekerjaan berdasarkan kesesuaian antara kontribusi yang mereka berikan dengan penghargaan yang diterima. Mereka juga lebih kritis terhadap lingkungan kerja, peluang pengembangan karier, serta perlakuan organisasi terhadap karyawan. Jika harapan tersebut tidak terpenuhi, mereka lebih mudah mencari pekerjaan lain yang dianggap menawarkan pengalaman kerja lebih baik.
Peneliti mengacu pada hasil survei Career Center Universitas Andalas bersama Tanoto Foundation yang menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Generasi Z memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi terhadap kemampuan profesional mereka. Kondisi ini membuat mereka semakin selektif dalam memilih dan mempertahankan pekerjaan.
Melibatkan 150 Karyawan Generasi Z
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 150 responden Generasi Z yang telah memasuki dunia kerja. Seluruh responden merupakan alumni Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang memenuhi kriteria penelitian.
Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji hubungan antara tiga variabel utama, yaitu:
- Sistem reward yang diterima karyawan.
- Tingkat kepuasan kerja.
- Intention to stay, yaitu keinginan karyawan untuk tetap bekerja dalam organisasi.
Reward Berpengaruh Langsung terhadap Kepuasan dan Loyalitas
Hasil penelitian menunjukkan seluruh hipotesis yang diuji terbukti signifikan secara statistik.
Beberapa temuan utamanya meliputi:
- Reward meningkatkan kepuasan kerja dengan koefisien pengaruh sebesar 0,693.
- Kepuasan kerja meningkatkan niat bertahan bekerja dengan koefisien 0,548.
- Reward juga secara langsung meningkatkan niat bertahan dengan koefisien 0,340.
Artinya, semakin baik sistem penghargaan yang diterapkan perusahaan, semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan Generasi Z. Kepuasan tersebut kemudian mendorong mereka untuk tetap menjadi bagian dari organisasi dalam jangka panjang.
Menariknya, penelitian ini menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya berarti kompensasi finansial seperti gaji atau bonus. Reward juga mencakup berbagai bentuk apresiasi nonfinansial, antara lain:
- pengakuan atas prestasi,
- kesempatan pengembangan karier,
- fleksibilitas kerja,
- dukungan organisasi,
- lingkungan kerja yang positif,
- pengalaman kerja yang bermakna.
Kepuasan Kerja Menjadi Penghubung Penting
Penelitian ini menggunakan Social Exchange Theory sebagai landasan teori. Dalam perspektif tersebut, hubungan antara perusahaan dan karyawan dipandang sebagai hubungan timbal balik.
Ketika organisasi memberikan penghargaan yang dianggap adil, karyawan akan merasa dihargai sehingga muncul kepuasan terhadap pekerjaan. Kepuasan inilah yang kemudian berkembang menjadi komitmen untuk tetap bekerja di perusahaan.
Arik Prasetya dan Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa bagi Generasi Z, loyalitas tidak terbentuk semata-mata karena besarnya gaji. Mereka juga menilai apakah perusahaan memberikan kesempatan berkembang, menghargai kontribusi mereka, menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.
Implikasi bagi Dunia Kerja
Temuan penelitian memberikan sejumlah pelajaran penting bagi perusahaan yang sedang menghadapi tantangan mempertahankan tenaga kerja muda.
Strategi retensi tidak lagi cukup hanya mengandalkan kenaikan gaji atau bonus tahunan. Organisasi perlu membangun sistem penghargaan yang lebih menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan khas Generasi Z.
Perusahaan disarankan untuk:
- memberikan penghargaan secara transparan dan adil;
- menyediakan jalur pengembangan karier yang jelas;
- memberikan pengakuan atas pencapaian karyawan;
- mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi;
- menciptakan budaya kerja yang menghargai kontribusi individu.
Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan kepuasan kerja sekaligus menekan tingkat perpindahan karyawan yang selama ini menjadi tantangan di berbagai organisasi.
Kontribusi bagi Dunia Akademik
Selain memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan, penelitian ini juga memperkaya kajian manajemen sumber daya manusia.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas turnover intention atau niat keluar dari perusahaan, studi ini menitikberatkan pada intention to stay, yaitu faktor-faktor yang membuat karyawan memilih bertahan. Penelitian juga menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjelaskan bagaimana reward mampu meningkatkan loyalitas Generasi Z.
Meski demikian, penulis mengakui masih terdapat beberapa keterbatasan. Jumlah responden relatif terbatas dan hanya berasal dari alumni satu fakultas sehingga hasilnya belum sepenuhnya mewakili seluruh pekerja Generasi Z di Indonesia. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan responden yang lebih beragam dari berbagai industri serta menambahkan variabel lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, work-life balance, dan employee engagement.
Profil Penulis
Arik Prasetya merupakan akademisi di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya dengan bidang keahlian manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan administrasi bisnis.
Anggito Abimanyu merupakan peneliti dari Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, yang berfokus pada pengembangan manajemen organisasi, kepuasan kerja, serta perilaku karyawan di lingkungan kerja modern.
0 Komentar