Di sektor konstruksi, keterlambatan pekerjaan dan pembengkakan anggaran masih menjadi tantangan utama. Banyak proyek menghadapi perubahan desain, keterlambatan material, produktivitas tenaga kerja yang tidak stabil, hingga kondisi lapangan yang berbeda dari perencanaan awal. Risiko tersebut menjadi semakin besar pada pembangunan fasilitas industri yang memiliki standar operasional tinggi.
Salah satu fasilitas yang membutuhkan pengelolaan ketat adalah Warehouse MCC atau ruang Motor Control Center. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat distribusi dan pengendalian sistem motor listrik yang menopang operasional industri. Gangguan dalam penyelesaian proyek dapat berdampak langsung terhadap kontinuitas produksi perusahaan.
Untuk mengukur kinerja proyek secara lebih akurat, tim peneliti menggunakan metode Earned Value. Pendekatan ini menggabungkan evaluasi biaya dan jadwal dalam satu sistem analisis sehingga kondisi proyek dapat dipantau secara menyeluruh selama proses pelaksanaan.
Alih-alih hanya membandingkan anggaran dengan realisasi pengeluaran, metode ini juga menghitung nilai pekerjaan yang benar-benar telah diselesaikan. Dengan demikian, manajemen proyek dapat mengetahui apakah pekerjaan berjalan sesuai jadwal, mengalami percepatan, atau justru berisiko terlambat dan melebihi biaya.
Penelitian dilakukan menggunakan dokumen proyek yang meliputi:
- Rencana Anggaran Biaya (RAB);
- Jadwal pelaksanaan proyek yang direncanakan dan aktual;
- Laporan progres mingguan pelaksanaan proyek.
Dalam analisis tersebut, peneliti menggunakan beberapa indikator utama, yaitu:
- Planned Value (PV) untuk mengukur nilai pekerjaan yang direncanakan;
- Earned Value (EV) untuk menghitung nilai pekerjaan yang telah tercapai;
- Actual Cost (AC) untuk melihat biaya aktual di lapangan;
- Schedule Performance Index (SPI) untuk mengevaluasi ketepatan waktu;
- Cost Performance Index (CPI) untuk menilai efisiensi biaya.
Pada tahap awal evaluasi, proyek menunjukkan pelaksanaan yang masih berada pada jalur perencanaan waktu. Namun, selama pelaksanaan, sistem pemantauan memungkinkan pengelola proyek membaca kecenderungan performa secara berkala dan melakukan penyesuaian sebelum muncul penyimpangan yang lebih besar.
Hasil akhirnya menunjukkan performa yang positif.
Berdasarkan evaluasi hingga minggu ke-18, estimasi penyelesaian proyek menunjukkan durasi total pekerjaan dapat dipenuhi dalam 133 hari dengan realisasi penyelesaian yang tercatat 7 hari lebih cepat dibandingkan jadwal yang diproyeksikan sebelumnya.
Dari sisi finansial, analisis juga menunjukkan adanya efisiensi biaya. Estimasi biaya akhir proyek berada di bawah nilai kontrak sebesar Rp2.189.355.000. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pengendalian yang diterapkan mampu menjaga penggunaan anggaran tetap terkendali tanpa mengorbankan target penyelesaian pekerjaan.
Peneliti menilai bahwa kemampuan memprediksi biaya dan waktu penyelesaian sejak proyek masih berjalan merupakan nilai strategis dari metode Earned Value. Informasi prediktif semacam ini membantu pengambil keputusan menentukan tindakan korektif lebih dini dan mengurangi potensi kerugian.
Dalam konteks industri konstruksi yang semakin kompleks, hasil ini menunjukkan bahwa integrasi pengendalian jadwal dan biaya bukan lagi sekadar alat pelaporan, tetapi menjadi instrumen manajemen yang dapat meningkatkan kualitas keputusan proyek.
Penerapan metode semacam ini juga berpotensi diperluas pada pembangunan fasilitas industri lain, termasuk gudang, pabrik, infrastruktur energi, hingga proyek konstruksi skala besar yang membutuhkan kepastian waktu dan efisiensi anggaran.
Bagi dunia usaha, pendekatan ini membuka peluang untuk meningkatkan daya saing melalui pengelolaan proyek yang lebih transparan dan berbasis data. Sementara bagi akademisi dan praktisi teknik sipil, temuan ini memperkuat pentingnya penggunaan metode evaluasi kinerja proyek yang mampu membaca kondisi aktual sekaligus memprediksi hasil akhir.
Profil Singkat Penulis
Aris Lukmanul Khakim — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Budi Witjaksana — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Jaka Purnama — Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Sumber Penelitian
Khakim, A. L., Witjaksana, B., & Purnama, J. (2026). Cost and Time Performance Analysis Using the Earned Value Method in the MCC (Motor Control Center) Warehouse Room Construction Project at PT Omya Plant Paciran Lamongan. Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5 No. 6, halaman 1439–1454.
0 Komentar