Nilai kasih dan kepedulian sosial yang diajarkan dalam Matius 25:35 dapat diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Victor Deak, Elfira Loppies, Emanuel, Aldi Juandi Tari, dan Marsaulina dari Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung. Penelitian yang dipublikasikan pada Juni 2026 ini mengimplementasikan Program Berbagi Makanan Gratis untuk membantu masyarakat rentan di Kota Bandung. Hasilnya menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial para relawan serta memperkuat implementasi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemenuhan kebutuhan pangan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, pekerja harian, pemulung, lansia, dan pengemudi ojek online. Ketidakpastian pendapatan menyebabkan banyak orang mengalami kerawanan pangan sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, kegiatan pelayanan sosial menjadi salah satu bentuk kepedulian yang mampu memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim dari Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung melaksanakan program berbagi makanan gratis pada 20 Februari 2026 di Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelayanan sosial partisipatif yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan relawan gereja. Seluruh proses dimulai dari survei lapangan, penggalangan dana, persiapan makanan, distribusi kepada masyarakat sasaran, hingga evaluasi pelaksanaan kegiatan.
Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama, yaitu:
- Survei lokasi dan identifikasi kelompok penerima manfaat.
- Penggalangan dana dari jemaat gereja, mahasiswa, dan masyarakat.
- Persiapan paket makanan siap saji yang higienis dan layak konsumsi.
- Distribusi makanan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
- Evaluasi pelaksanaan kegiatan bersama seluruh relawan.
Pelaksanaan program menghasilkan sejumlah capaian penting.
- 100 paket makanan berhasil didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
- Kegiatan dilaksanakan oleh lima orang relawan yang terdiri atas tim pengabdian dan mahasiswa.
- Dana kegiatan sebesar Rp1.250.000 berhasil dihimpun melalui donasi sukarela.
- Penerima manfaat meliputi pemulung, lansia, pekerja harian, pengemudi ojek online, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
- Program meningkatkan kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat berbagi di kalangan relawan maupun masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan ini memiliki landasan teologis yang kuat pada Matius 25:35, yaitu ajaran Yesus yang berbunyi, "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan." Penulis menjelaskan bahwa memberikan makanan kepada orang yang lapar bukan sekadar bentuk bantuan sosial, melainkan wujud nyata iman Kristen yang diwujudkan melalui tindakan kasih kepada sesama. Pelayanan kepada masyarakat dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat manusia sebagai ciptaan Allah sekaligus implementasi ajaran kasih yang diajarkan Yesus Kristus.
Penelitian juga menjelaskan bahwa program ini mencerminkan praktik diakonia, yaitu pelayanan kasih yang menjadi salah satu fungsi utama gereja. Melalui pembagian makanan gratis, gereja tidak hanya menyampaikan ajaran secara verbal, tetapi juga menghadirkan kasih Allah melalui tindakan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini juga dipandang sebagai bagian dari Missio Dei, yaitu partisipasi umat percaya dalam menghadirkan damai sejahtera, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan ini memberikan dampak sosial yang lebih luas. Hubungan antara relawan dan masyarakat menjadi semakin erat, rasa empati dan solidaritas meningkat, serta tumbuh budaya saling berbagi di lingkungan masyarakat. Para peneliti menilai bahwa kegiatan sederhana seperti berbagi makanan dapat menjadi media yang efektif untuk membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Victor Deak dan tim dari Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung, program berbagi makanan gratis sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak gereja, perguruan tinggi, organisasi sosial, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan penerima manfaat serta meningkatkan dampak sosial yang dihasilkan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Profil Penulis
- Victor Deak - Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung
- Elfira Loppies- Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung
- Emanuel- Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung
- Aldi Juandi Tari- Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung
- Marsaulina - Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung
Sumber Penelitian
Deak, V., Loppies, E., Emanuel, Tari, A. J., & Marsaulina. (2026). Implementation of Matthew 25:35 Values Through the Free Food Sharing Program as a Form of Community Social Concern. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5, No. 6, hlm. 513–522.

0 Komentar