Pasir Vulkanik Gunung Soputan Tingkatkan Kekuatan Batako hingga 52 Persen

Illustration by Ai

MANADO – Material vulkanik dari Gunung Soputan di Sulawesi Utara berpotensi menjadi alternatif bahan bangunan yang lebih kuat dan ramah lingkungan. Penelitian yang dilakukan oleh Syanne Pangemanan, Josep A. J. Sumajouw, Don R. G. Kabo, dan Barakati K. Manginsihi dari Politeknik Negeri Manado menunjukkan bahwa penggunaan pasir vulkanik Gunung Soputan sebagai pengganti sebagian agregat halus pada pembuatan batako mampu meningkatkan kuat tekan secara signifikan sekaligus menurunkan daya serap air. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada tahun 2026 dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA).

Temuan ini menjadi penting karena kebutuhan material konstruksi terus meningkat, sementara pasir alam sebagai bahan utama konstruksi merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Pemanfaatan pasir vulkanik tidak hanya dapat mengurangi eksploitasi pasir alam, tetapi juga membantu memanfaatkan material hasil aktivitas gunung berapi yang melimpah di Indonesia.

Batako merupakan salah satu bahan bangunan yang banyak digunakan sebagai dinding rumah dan bangunan. Selain lebih praktis dibandingkan bata konvensional, kualitas batako sangat ditentukan oleh kekuatan tekan dan kemampuan menahan penyerapan air. Kedua faktor tersebut memengaruhi daya tahan bangunan dalam jangka panjang.

Menurut tim peneliti, berbagai studi sebelumnya telah membuktikan bahwa material vulkanik dapat digunakan pada beton maupun mortar. Namun, penelitian yang secara khusus menguji pasir vulkanik lokal Gunung Soputan sebagai pengganti agregat halus pada batako masih sangat terbatas. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase penggunaan pasir vulkanik yang paling optimal.

Penelitian dilaksanakan di Kota Manado, Sulawesi Utara, selama lima bulan, mulai April hingga Agustus 2023. Pengujian dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Politeknik Negeri Manado menggunakan metode eksperimen.

Para peneliti membuat beberapa variasi campuran batako dengan tingkat substitusi pasir vulkanik yang berbeda, yaitu:

  • 0 persen (batako normal)
  • 10 persen pasir vulkanik
  • 20 persen pasir vulkanik
  • 30 persen pasir vulkanik
  • 40 persen pasir vulkanik

Setiap sampel kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air pada berbagai usia perawatan hingga 28 hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir vulkanik memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas batako. Semakin tinggi proporsi pasir vulkanik hingga batas tertentu, semakin baik performa batako yang dihasilkan.

Pada pengujian kuat tekan, campuran dengan 40 persen pasir vulkanik menghasilkan performa terbaik. Nilai kuat tekan mencapai:

  • 189,91 kg/cm² pada umur 7 hari
  • 235,58 kg/cm² pada umur 14 hari
  • 250,95 kg/cm² pada umur 28 hari

Sebagai perbandingan, batako normal tanpa pasir vulkanik hanya mencapai kuat tekan sekitar 164,50 kg/cm² pada umur 28 hari.

Dengan demikian, penggunaan pasir vulkanik 40 persen mampu meningkatkan kuat tekan batako lebih dari 52 persen dibandingkan batako konvensional. Analisis statistik yang dilakukan peneliti juga menunjukkan bahwa variasi campuran pasir vulkanik dan umur perawatan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kuat tekan.

Selain meningkatkan kekuatan, pasir vulkanik juga membantu mengurangi daya serap air pada batako. Daya serap air yang rendah menunjukkan bahwa pori-pori material lebih kecil sehingga lebih tahan terhadap penetrasi air.

Pada pengujian penyerapan air selama 24 jam, batako normal menunjukkan nilai penyerapan tertinggi sebesar 1,30 persen. Campuran 20 persen pasir vulkanik juga masih memiliki daya serap cukup tinggi, yaitu 1,16 persen.

Sebaliknya, campuran dengan 30 persen dan 40 persen pasir vulkanik menunjukkan hasil terbaik. Nilai penyerapan air masing-masing hanya mencapai:

  • 0,80 persen pada campuran 30 persen
  • 0,75 persen pada campuran 40 persen

Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pasir vulkanik mampu menghasilkan struktur batako yang lebih padat dan memiliki pori-pori lebih kecil dibandingkan batako biasa.

Berdasarkan klasifikasi mutu yang digunakan dalam penelitian, batako dengan kandungan pasir vulkanik 40 persen masuk dalam kategori Mutu II. Artinya, material tersebut dapat digunakan sebagai batako yang memiliki kemampuan menahan beban dengan syarat ditempatkan pada area yang terlindung dari cuaca langsung.

Sementara itu, batako dengan kandungan pasir vulkanik 10 persen, 20 persen, dan 30 persen termasuk kategori Mutu III yang lebih sesuai digunakan pada konstruksi non-struktural atau dinding yang tidak menahan beban utama.

Menurut para peneliti, temuan ini membuka peluang baru bagi industri bahan bangunan di daerah yang memiliki sumber material vulkanik melimpah. Indonesia sebagai negara dengan banyak gunung berapi aktif memiliki potensi besar untuk memanfaatkan pasir vulkanik sebagai bahan konstruksi alternatif.

Selain memberikan nilai tambah ekonomi, pemanfaatan pasir vulkanik juga berpotensi mengurangi dampak lingkungan akibat penambangan pasir alam yang berlebihan. Pengangkatan material vulkanik dari sungai dan daerah sekitar gunung berapi juga dapat membantu mengurangi sedimentasi yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.

Syanne Pangemanan dan tim peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan pasir vulkanik Gunung Soputan sebagai pengganti sebagian agregat halus secara signifikan memengaruhi kualitas batako. Campuran 40 persen pasir vulkanik menghasilkan kombinasi terbaik antara kekuatan tekan yang tinggi dan daya serap air yang rendah.

Profil Penulis

Syanne Pangemanan merupakan peneliti dan dosen di Politeknik Negeri Manado yang memiliki minat penelitian pada bidang teknologi bahan konstruksi dan rekayasa sipil.

Josep A. J. Sumajouw adalah akademisi Politeknik Negeri Manado dengan keahlian di bidang teknik sipil, material konstruksi, dan teknologi beton.

Don R. G. Kabo merupakan peneliti dari Politeknik Negeri Manado yang fokus pada pengujian material dan pengembangan teknologi konstruksi.

Barakati K. Manginsihi adalah akademisi Politeknik Negeri Manado yang menekuni bidang rekayasa konstruksi dan inovasi material bangunan.

Sumber Penelitian

Pangemanan, S., Sumajouw, J. A. J., Kabo, D. R. G., & Manginsihi, B. K. (2026).

Judul Artikel: The Effect of Using Volcanic Sand from Mount Soputan as a Substitute for Fine Aggregate in the Production of Bricks

Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)

Volume dan Nomor: Vol. 6, No. 6 (Juni 2026)

Halaman: 840–850

DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i6.71

Posting Komentar

0 Komentar