Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Bidang Pariwisata Melalui Pelatihan dan Pembinaan di Desa Pariwisata Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Lombok - Lombok Tourism Polytechnic Tingkatkan Kapasitas SDM Desa Wisata Bilebante Menuju Standar Dunia. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Ali Muhtasom, Amirosa Ria Setiadji, M Tanggap Sasmita, Herman, Isdar Wahim, Lalu Ratmaja, Muhammad Mas Multazam, Fikri Hamidy, Muhammad Adieb Hidayatullah, Bagas Dwie Abrinzar Prajan Maturbongs, dan Supardi dari Politeknik Pariwisata Lombok dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 6 Tahun 2026 menyoroti bahwa Desa Bilebante memenuhi standar penilaian global setelah resmi diusulkan oleh Kementerian Pariwisata RI sebagai wakil Indonesia dalam ajang internasional bergengsi, Best Tourism Villages by UN Tourism.

Latar Belakang: Transformasi Hijau dan Tantangan Pasar Global
Desa wisata merupakan salah satu pilar utama strategi pembangunan pariwisata Indonesia dalam memberdayakan ekonomi lokal serta melestarikan warisan budaya. Desa Wisata Bilebante menjadi contoh sukses transformasi wilayah yang luar biasa, di mana kawasan yang dulunya merupakan bekas lahan penambangan pasir kini berubah menjadi desa wisata hijau produktif berbasis alam dan masyarakatBerkat tata kelola yang baik, Bilebante sukses meraih penghargaan sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia pada tahun 2025. Namun, observasi awal yang dilakukan oleh tim Politeknik Pariwisata Lombok menunjukkan adanya beberapa kendala mendasar pada sektor SDM. Para pelaku pariwisata lokal dinilai masih memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbahasa Inggris, penyampaian cerita destinasi (storytelling) yang belum terstruktur, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal untuk pemasaran. Peningkatan kompetensi ini menjadi harga mati agar Bilebante mampu memberikan pelayanan berkualitas internasional dan bersaing di panggung global.

Metodologi: Pendekatan Partisipatif Bersama Komunitas Lokal
Dalam pelaksanaan program ini, tim peneliti Politeknik Pariwisata Lombok menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode ini memastikan bahwa masyarakat setempat tidak hanya menjadi objek penerima bantuan, melainkan bertindak sebagai aktor utama yang terlibat aktif mulai dari tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi programProgram ini melibatkan 15 pemangku kepentingan pariwisata inti di Desa Wisata Bilebante yang dipilih secara sengaja berdasarkan peran strategis mereka:
  • Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Sebanyak 3 peserta yang bertanggung jawab atas manajemen dan kelembagaan pariwisata desa.
  • Pemandu Wisata (Tour Guides): Sebanyak 5 peserta yang berhadapan langsung dengan wisatawan.
  • Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pelaku UMKM: Sebanyak 7 peserta yang mengelola produk wisata dan ekonomi kreatif.
Selama tiga bulan, para peserta mengikuti serangkaian pelatihan interaktif, metode simulasi, bermain peran (role-playing), diskusi kelompok, serta praktik lapangan langsung di berbagai atraksi wisata desa.

Temuan Utama: Lonjakan Keterampilan Komunikasi dan Pemasaran Digital
Berdasarkan hasil evaluasi program yang merujuk pada dokumen penelitian 333-346.pdf, intervensi ini membawa perubahan positif yang signifikan pada tiga aspek kompetensi utama:
  • Penguasaan Bahasa Inggris Pariwisata (Tourism English): Peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang tinggi saat berkomunikasi dengan turis asing. Mereka berhasil menguasai kosakata khusus pelayanan (service-oriented), cara menyambut tamu, memberikan informasi rute, hingga menangani pertanyaan wisatawan dengan ramah.
  • Keahlian Storytelling Destinasi: Narasi sejarah, budaya, dan tradisi lokal Bilebante yang sebelumnya disampaikan secara informal kini menjadi lebih terstruktur dan memikat. Pemandu wisata lokal mampu menyusun cerita yang menyentuh emosi wisatawan serta meningkatkan nilai autentisitas warisan budaya desa.
  • Optimalisasi Media Digital: Keterampilan teknologi para pengelola mengalami kemajuan pesat. Peserta kini terampil dalam manajemen media sosial, pembuatan konten promosi kreatif, teknik dasar fotografi dan videography, serta strategi pemasaran digital terintegrasi untuk memperluas visibilitas desa di internet.
Implikasi dan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Keberhasilan program peningkatan kapasitas ini membawa dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi Desa Wisata Bilebante. Dari sisi ekonomi, peningkatan keterampilan digital dan komunikasi langsung mendorong penguatan usaha mikro dan pendapatan BUMDes melalui manajemen yang lebih profesionalSecara kelembagaan, pendekatan partisipatif ini mempererat kolaborasi antarsektor di dalam desa, menyatukan visi antara pengelola penginapan, pemandu wisata, dan perajin lokal. Ekosistem yang solid ini memperkuat kesiapan Desa Bilebante dalam menyambut wisatawan mancanegara serta memenuhi kriteria tata kelola, keberlanjutan, dan pengalaman pengunjung yang disyaratkan oleh lembaga pariwisata dunia.

Profil Penulis
Isdar Wahim, M.Pd. adalah dosen dan peneliti senior di Politeknik Pariwisata Lombok (Lombok Tourism Polytechnic), Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Beliau memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang magister pendidikan dan fokus keahlian akademik pada pengembangan SDM pariwisata, pelatihan bahasa asing untuk industri perhotelan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis ekowisata. Dalam proyek pengabdian masyarakat ini, beliau bertindak sebagai penulis korespondensi (corresponding author).

Sumber Penelitian
Ali Muhtasom, Amirosa Ria Setiadji, M Tanggap Sasmita, Herman, Isdar Wahim, Lalu Ratmaja, Muhammad Mas Multazam, Fikri Hamidy, Muhammad Adieb Hidayatullah, Bagas Dwie Abrinzar Prajan Maturbongs, dan SupardiStrengthening Tourism Human Resource Capacity through Training and Mentoring in Bilebante Tourism Village, Central Lombok Regency. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 6 2026, Halaman 333-346.
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i6.33
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar