Green Human Resource Management Tingkatkan Loyalitas dan Produktivitas Karyawan di Perusahaan Berbasis ESG

Created by AI

FORMOSA NEWS - Transformasi menuju ekonomi berkelanjutan tidak hanya mengubah strategi bisnis perusahaan, tetapi juga cara mereka mengelola sumber daya manusia. Hal inilah yang diungkap dalam penelitian terbaru karya Hernawati W Retno Wiratih dari President University, yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan Green Human Resource Management (GHRM) mampu meningkatkan loyalitas sekaligus produktivitas karyawan pada perusahaan yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Temuan ini menjadi penting karena semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mengadopsi standar ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan, pengelolaan sumber daya manusia berbasis prinsip hijau terbukti tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga memperkuat kualitas tenaga kerja dan kinerja organisasi.

ESG Mendorong Perubahan Cara Perusahaan Mengelola Karyawan

Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan telah menjadi perhatian utama dunia bisnis. Perusahaan kini tidak lagi dinilai hanya berdasarkan keuntungan finansial, tetapi juga dari kemampuan mereka menjaga lingkungan, memperhatikan aspek sosial, dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik melalui prinsip ESG.

Perubahan tersebut mendorong lahirnya konsep Green Human Resource Management (GHRM), yaitu pendekatan pengelolaan SDM yang memasukkan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam seluruh proses sumber daya manusia. Praktiknya meliputi rekrutmen ramah lingkungan, pelatihan mengenai keberlanjutan, evaluasi kinerja berbasis lingkungan, sistem penghargaan yang mendukung perilaku hijau, hingga keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai program lingkungan perusahaan.

Menurut Hernawati W Retno Wiratih, kebijakan lingkungan yang baik tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan karyawan yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keberlanjutan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjadikan pengelolaan SDM sebagai bagian penting dalam strategi ESG.

Survei terhadap 180 Karyawan Perusahaan Berbasis ESG

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 180 karyawan tetap yang bekerja di perusahaan berbasis ESG di Indonesia. Responden berasal dari berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, jasa, dan teknologi.

Para responden dipilih karena telah bekerja minimal satu tahun sehingga dinilai memahami implementasi kebijakan keberlanjutan di tempat kerja masing-masing.

Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS. Pendekatan ini digunakan untuk melihat hubungan antara praktik Green Human Resource Management, loyalitas karyawan, dan produktivitas kerja.

Green HR Terbukti Meningkatkan Loyalitas dan Produktivitas

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa implementasi Green Human Resource Management berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 4,18 dari 5.

Dimensi yang memperoleh penilaian tertinggi meliputi:

  • Green Training: 4,31
  • Green Employee Involvement: 4,24
  • Green Performance Appraisal: 4,15
  • Green Recruitment: 4,02

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan telah aktif memberikan pelatihan keberlanjutan dan melibatkan karyawan dalam berbagai aktivitas ramah lingkungan. Namun, aspek rekrutmen masih menjadi bagian yang perlu diperkuat karena belum seluruh perusahaan memasukkan kompetensi lingkungan sebagai syarat utama perekrutan.

Karyawan Semakin Bangga Bekerja di Perusahaan Berkelanjutan

Penelitian juga menemukan tingkat loyalitas karyawan yang tinggi dengan rata-rata skor 4,09.

Indikator yang memperoleh nilai tertinggi adalah:

  • Kebanggaan terhadap perusahaan: 4,28
  • Komitmen organisasi: 4,14
  • Keterlibatan kerja: 3,99
  • Keinginan bertahan di perusahaan: 3,96

Temuan ini menunjukkan bahwa karyawan merasa bangga bekerja di perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Namun demikian, citra perusahaan yang baik belum sepenuhnya menjamin karyawan akan bertahan dalam jangka panjang. Faktor lain seperti jenjang karier, kesejahteraan, kepemimpinan, dan keseimbangan kehidupan kerja tetap menjadi pertimbangan penting.

Produktivitas Kerja Ikut Mengalami Peningkatan

Selain loyalitas, produktivitas karyawan juga berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 4,14.

Beberapa indikator yang menonjol meliputi:

  • Kemampuan beradaptasi: 4,26
  • Kualitas kerja: 4,17
  • Efektivitas kerja: 4,11
  • Kemampuan berinovasi: 4,03

Karyawan yang mengikuti pelatihan keberlanjutan dinilai lebih siap menghadapi perubahan teknologi, lebih mampu bekerja sama, serta memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Loyalitas Menjadi Jembatan Menuju Produktivitas

Analisis statistik menunjukkan seluruh hipotesis penelitian diterima.

Hasil utamanya meliputi:

  • Green Human Resource Management berpengaruh positif terhadap loyalitas karyawan.
  • Green Human Resource Management meningkatkan produktivitas kerja.
  • Loyalitas karyawan meningkatkan produktivitas.
  • Loyalitas juga menjadi variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara Green Human Resource Management dan produktivitas.

Model penelitian menunjukkan bahwa Green Human Resource Management mampu menjelaskan sekitar 50,4% variasi loyalitas karyawan dan 61,2% variasi produktivitas kerja.

Dengan kata lain, semakin baik perusahaan menerapkan praktik SDM berbasis keberlanjutan, semakin tinggi pula komitmen dan produktivitas para karyawannya.

Implikasi bagi Dunia Usaha

Penelitian ini memberikan pesan penting bagi perusahaan yang sedang memperkuat implementasi ESG.

Investasi pada Green Human Resource Management sebaiknya tidak dipandang sekadar memenuhi kewajiban lingkungan atau regulasi, melainkan sebagai strategi bisnis yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan melalui kualitas sumber daya manusia.

Perusahaan disarankan memperkuat berbagai aspek Green HR, terutama:

  • memasukkan kompetensi keberlanjutan dalam proses rekrutmen,
  • memperluas pelatihan lingkungan,
  • mengembangkan sistem penghargaan berbasis perilaku berkelanjutan,
  • meningkatkan keterlibatan karyawan dalam program ESG,
  • serta mengintegrasikan keberlanjutan dengan pengembangan karier dan kesejahteraan pegawai.

Hernawati W Retno Wiratih dari President University menegaskan bahwa praktik Green Human Resource Management bukan hanya mendukung pencapaian target lingkungan perusahaan, tetapi juga menjadi investasi strategis untuk membangun loyalitas karyawan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.

Profil Penulis

Hernawati W Retno Wiratih merupakan akademisi dari President University yang memiliki fokus penelitian pada bidang manajemen sumber daya manusia, Green Human Resource Management (GHRM), ESG (Environmental, Social, and Governance), keberlanjutan organisasi, serta pengembangan kinerja dan loyalitas karyawan.

Sumber Penelitian

Judul: The Influence of Green Human Resource Management on Employee Loyalty and Productivity in ESG Based Companies in the Era of Sustainable Economy

Penulis: Hernawati W Retno Wiratih

Afiliasi: President University

Jurnal: International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI)

Volume: 4, Nomor 3

Tahun: 2026

DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i3.24

Posting Komentar

0 Komentar