Wisatawan dan Restoran Jadi Penggerak Utama Pendapatan Daerah di Jawa Timur

Ilustrasi by AI

Surabaya - Provinsi Jawa Timur terus mencatat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam beberapa tahun terakhir. Di balik tren tersebut, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa meningkatnya jumlah wisatawan dan berkembangnya sektor restoran menjadi faktor yang paling berkontribusi terhadap kenaikan PAD. Penelitian ini dilakukan oleh Dela Puspita Sari dari Universitas Negeri Surabaya menggunakan data 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur selama periode 2020–2024. Hasilnya memberikan gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan sektor pariwisata yang lebih efektif.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pariwisata bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Ketika jumlah wisatawan meningkat, aktivitas ekonomi ikut berkembang, mulai dari konsumsi makanan, transportasi, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Aktivitas tersebut pada akhirnya meningkatkan penerimaan pajak daerah yang menjadi sumber utama Pendapatan Asli Daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan capaian PAD tertinggi di Indonesia. Wilayah ini memiliki berbagai destinasi wisata unggulan, seperti kawasan Bromo-Tengger-Semeru, wisata alam, wisata budaya, hingga pusat bisnis dan perdagangan di Surabaya. Namun demikian, peningkatan PAD tidak sepenuhnya berasal dari sektor pariwisata karena masih terdapat kontribusi dari sektor industri, perdagangan, dan sumber ekonomi lainnya. Kondisi inilah yang mendorong perlunya penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Dela Puspita Sari menganalisis data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Penelitian menggunakan metode regresi data panel terhadap 38 kabupaten dan kota selama lima tahun, yaitu 2020 hingga 2024. Variabel yang dianalisis meliputi jumlah wisatawan, jumlah akomodasi, jumlah restoran, dan Pendapatan Asli Daerah sebagai indikator kinerja fiskal daerah.

Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah wisatawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD. Semakin banyak wisatawan yang datang ke suatu daerah, semakin besar pula potensi peningkatan penerimaan daerah. Wisatawan membelanjakan uangnya untuk berbagai kebutuhan selama berkunjung, sehingga mendorong aktivitas ekonomi lokal dan meningkatkan penerimaan pajak maupun retribusi.

Penelitian juga menemukan bahwa jumlah restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan PAD. Bertambahnya restoran tidak hanya memperluas pilihan kuliner bagi wisatawan, tetapi juga meningkatkan penerimaan pajak restoran yang menjadi salah satu sumber penting pendapatan pemerintah daerah. Dengan kata lain, pengembangan sektor kuliner memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis pariwisata.

Berbeda dengan dua variabel tersebut, jumlah akomodasi seperti hotel dan penginapan ternyata tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap PAD selama periode penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa banyaknya hotel belum tentu menghasilkan penerimaan daerah yang lebih besar apabila tingkat hunian kamar masih rendah, kualitas layanan belum optimal, atau sistem pemungutan pajaknya belum berjalan secara maksimal.

Secara keseluruhan, ketiga variabel—jumlah wisatawan, akomodasi, dan restoran—secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap PAD. Model analisis yang digunakan bahkan mampu menjelaskan sekitar 97,8 persen variasi perubahan PAD di kabupaten dan kota di Jawa Timur. Angka ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata beserta industri pendukungnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemampuan daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.

Menurut Dela Puspita Sari dari Universitas Negeri Surabaya, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi pembangunan pariwisata sebaiknya tidak hanya berfokus pada pembangunan hotel atau penambahan fasilitas penginapan. Yang lebih penting adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkuat daya tarik destinasi, mengembangkan sektor kuliner, serta mengoptimalkan sistem pemungutan pajak daerah agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas. Parafrasa ini sejalan dengan kesimpulan penelitian yang menekankan pentingnya pengembangan wisata dan restoran secara terpadu sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Temuan tersebut memiliki implikasi yang penting bagi pemerintah daerah. Investasi pada promosi destinasi wisata, penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata, peningkatan kualitas layanan wisata, hingga pembinaan pelaku usaha kuliner berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan sekadar menambah jumlah hotel. Selain itu, pemerataan pembangunan sektor pariwisata di daerah yang masih memiliki tingkat kunjungan rendah juga dapat menjadi strategi untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah di Jawa Timur.

Penelitian ini juga memberikan masukan bagi pelaku usaha. Restoran, kafe, dan usaha kuliner lokal memiliki peluang besar menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sektor kuliner dapat berkembang lebih cepat apabila didukung inovasi produk, kualitas pelayanan, dan promosi yang efektif.

Meskipun demikian, penulis juga mencatat adanya keterbatasan penelitian. Periode pengamatan mencakup masa pandemi COVID-19 dan fase pemulihan ekonomi sehingga masih terdapat fluktuasi data yang cukup besar. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti tingkat hunian hotel, efektivitas pemungutan pajak daerah, maupun pendekatan analisis spasial agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD.

Profil Penulis

Dela Puspita Sari merupakan peneliti dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang memiliki perhatian pada bidang ekonomi regional, keuangan daerah, ekonomi publik, dan pembangunan sektor pariwisata. Dalam penelitian ini, ia menganalisis hubungan antara aktivitas pariwisata dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Jawa Timur menggunakan pendekatan regresi data panel.

Sumber Penelitian

Judul: The Influence of Tourist Arrivals, Accommodation Facilities, and Restaurants on Regional Original Revenue in East Java Province
Penulis: Dela Puspita Sari
Afiliasi: Universitas Negeri Surabaya
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4, No. 6, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i6.5
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar