Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Pelatihan Pembuatan Asesoris dan Penataan Kostum

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Pelatihan Kerajinan Tangan Tingkatkan Keterampilan Warga Desa Hingga 96 Persen Lewat Program Mbangun Deso. Penelitian yang dilakukan oleh Eni Juniastuti bersama tim peneliti Asi Tritanti, Septi Nawanksari, dan Mausa Agrevinna, dari Universitas Negeri Yogyakarta dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 5 Tahun 2026 menyoroti bahwa pelestarian seni tradisional mampu berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi riil di tingkat pedesaan.

Menjawab Tantangan Ekonomi Desa Berbasis Budaya
Banyak wilayah pedesaan di Indonesia yang memiliki kekayaan adat dan budaya melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk menyokong ekonomi keluarga. Di sisi lain, warga sering kali menghadapi keterbatasan dalam penguasaan teknik kerajinan yang rapi, minimnya akses pasar, serta belum adanya wadah usaha bersama. Melihat celah tersebut, tim UNY menginisiasi pelatihan terstruktur guna mengubah potensi budaya lokal menjadi produk industri kreatif yang bernilai jual tinggi. Aksesori dan kostum dipilih karena memiliki serapan pasar yang besar dalam industri pertunjukan seni dan pariwisata daerah.

Metode Pendekatan Partisipatif
Program pengabdian masyarakat ini menyasar anggota paguyuban seni budaya lokal yang memiliki latar belakang profesi beragam. Komposisi peserta meliputi:
  • Ibu Rumah Tangga: 40% (8 orang).
  • Pekerja Pria (Formal/Informal): 25% (5 orang).
  • Pelajar: 20% (4 orang).
  • Mahasiswa: 15% (3 orang).
Pelatihan dirancang melalui lima tahapan sistematis demi menjamin keberlanjutan hasil. Tahapan tersebut dimulai dari analisis kebutuhan lapangan, disusul pelatihan inti pembuatan aksesori tangan maupun hiasan kepala. Selanjutnya, peserta dibekali teknik penataan kostum, simulasi panggung, pendampingan kelompok secara intensif, hingga tahap evaluasi akhir menggunakan metode pengujian pre-test dan post-test.

Lompatan Keterampilan dan Lahirnya Kelompok Usaha Baru
Hasil evaluasi program menunjukkan pencapaian yang luar biasa. Secara umum, kapasitas teknis para peserta melonjak drastis dengan rata-rata kenaikan mencapai 96,7%.
Indikator KeterampilanSkor Awal (Pre-test)Skor Akhir (Post-test)Persentase Peningkatan
Kemampuan Finishing Produk35,274,8112,5%
Pemilihan & Kombinasi Bahan38,576,498,4%
Koordinasi Warna & Motif40,879,594,9%
Teknik Pembuatan Aksesori Dasar42,381,793,1%
Teknik Penataan Kostum45,183,284,5%
Aspek finishing atau penyelesaian akhir produk mencatat lonjakan tertinggi, yakni 112,5%. Detail kerapian yang sebelumnya menjadi kelemahan utama warga, kini berhasil dikuasai dengan baik"Melalui pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training), para peserta terbukti lebih cepat menyerap ilmu karena mereka terlibat aktif dari awal pembuatan hingga proses pengemasan," ungkap Eni Juniastuti dalam laporan akademisnyaMelalui program ini, komitmen warga tidak berhenti di ruang pelatihan. Sebanyak 12 peserta aktif resmi membentuk satu kelompok usaha kreatif berbasis desa. Kelompok ini bahkan langsung mencatatkan performa bisnis perdana dengan menerima pesanan pembuatan aksesori untuk acara kebudayaan di tingkat kecamatan. Kehadiran kelompok usaha bersama ini menjadi strategi ampuh untuk memperluas akses pasar secara kolektif.

Revitalisasi Budaya dan Kepuasan Peserta
Selain memutar roda ekonomi, inovasi ini sukses mengintegrasikan kembali motif-motif tradisional yang mulai jarang ditemukan ke dalam desain modern aksesori mereka. Langkah revitalisasi ini membuat produk yang dihasilkan memiliki keunikan identitas tersendiri di pasar industri kreatifTingkat kepuasan masyarakat terhadap program Mbangun Deso ini juga terpantau sangat tinggi. Sebanyak 82% peserta menyatakan sangat puas terhadap relevansi materi dengan kebutuhan nyata mereka, dan 73% mengapresiasi kemampuan tim instruktur dalam mengajar.

Profil Peneliti
Eni Juniastuti, S.Pd., M.Pd. merupakan dosen dan peneliti di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia memiliki kepakaran di bidang Pendidikan Teknik Busana, tata rias, fesyen, serta aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif dan kearifan lokal.

Sumber Penelitian
Eni Juniastuti bersama tim peneliti Asi Tritanti, Septi Nawanksari, dan Mausa Agrevinna. Empowerment of Village Communities through Training on Accessory Making and Costume Arrangement. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 6, 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i6.66
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar