Penelitian yang dilakukan oleh Eka Agustiani dan Endang Astuti dari Universitas Mataram pada April 2026 mengkaji kontribusi serta pengaruh dinamis dari Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan dana remitansi terhadap pendapatan per kapita di tingkat provinsi di Indonesia
Latar Belakang dan Permasalahan
Peningkatan pendapatan per kapita merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah karena mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat sekaligus kapasitas produksi nilai tambah yang berkelanjutan
Metodologi Penelitian
Temuan Utama:
- Pengaruh Signifikan Seluruh Variabel: Hasil estimasi menunjukkan bahwa PMA, PMDN, dan remitansi secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan per kapita tingkat provinsi di Indonesia pada tingkat kepercayaan 99%
. - Dominasi Arus Dana Remitansi: Remitansi tercatat sebagai variabel dengan dampak terbesar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, dengan nilai koefisien $\beta = 0,2314$
. Arus dana dari pekerja migran ini secara instan meningkatkan daya beli, stabilitas konsumsi rumah tangga, serta berputar cepat menjadi investasi produktif lokal . - Peran Strategis PMA dan PMDN: Penanaman Modal Asing menempati posisi kedua dalam besaran dampak ($\beta = 0,1128$), didorong oleh mekanisme transfer teknologi, peningkatan produktivitas, dan integrasi rantai pasok global
. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri memiliki koefisien terkecil ($\beta = 0,0654$) namun tetap krusial dalam menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat fondasi industri domestik di sektor real . - Terjadinya Konvergensi Pendapatan: Ditemukan bukti empiris terjadinya konvergensi pendapatan kondisional antarprovinsi di Indonesia, ditandai dengan koefisien negatif pada variabel lag pendapatan per kapita sebesar -0,1076
. Hal ini mengindikasikan bahwa provinsi dengan pendapatan awal yang lebih rendah cenderung tumbuh lebih cepat dibandingkan daerah maju, dengan kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang mencapai 10,76% per tahun .
Implikasi bagi Kebijakan
Berdasarkan kesimpulan di atas, para peneliti merumuskan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan:
- Perbaikan Iklim Investasi Daerah: Pemerintah daerah perlu terus mendorong simplifikasi regulasi dan perbaikan infrastruktur konektivitas guna menarik minat PMA dan PMDN secara lebih merata ke luar Pulau Jawa
. - Optimalisasi Arus Remitansi: Kebijakan pengelolaan remitansi harus diarahkan pada program edukasi dan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga pekerja migran Indonesia
. Langkah ini penting agar dana transfer tidak habis untuk konsumsi jangka pendek semata, melainkan beralih ke investasi modal manusia dan pengembangan usaha mikro demi keberlanjutan ekonomi daerah .
Profil Penulis:
- Eka Agustiani dan Endang Astuti – Universitas Mataram, Indonesia
.
Sumber Penelitian: Agustiani, E., & Astuti, E. (2026). "Dynamic Panel Analysis of the Effect of Foreign Direct Investment (PMA), Domestic Direct Investment (PMDN), and Remittances on Per Capita Income in Indonesia". International Journal of Educational Technology Research (IJETR), 4(6), Hal. 81-95
0 Komentar