Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja, mencari informasi, hingga berinteraksi dengan pelaku usaha. Media sosial kini tidak lagi hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi telah berkembang menjadi ruang bisnis yang memungkinkan promosi sekaligus transaksi dilakukan dalam satu platform. Fenomena ini dikenal sebagai social commerce, yaitu perpaduan antara media sosial dan aktivitas perdagangan digital yang semakin berkembang pesat.
Perubahan perilaku konsumen juga mendorong munculnya konsep shoppertainment, yakni pengalaman berbelanja yang dikombinasikan dengan hiburan melalui video pendek dan siaran langsung. Konsumen tidak hanya melihat produk, tetapi juga memperoleh pengalaman interaktif sebelum mengambil keputusan pembelian. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha perlu menguasai keterampilan baru dalam menciptakan konten digital yang menarik sekaligus mampu membangun kepercayaan pelanggan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim penulis menyelenggarakan pelatihan berbasis praktik. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan video pendek, simulasi live selling, hingga evaluasi hasil kerja bersama fasilitator. Pendekatan ini dipilih agar peserta mampu memahami teknik produksi konten secara langsung sekaligus mengurangi hambatan pembelajaran akibat istilah teknis yang rumit. Selain praktik lapangan, pelatihan juga didukung oleh berbagai sumber sekunder seperti buku, artikel ilmiah, dan dokumen pendukung sehingga materi yang diberikan tetap berbasis bukti ilmiah.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi video pendek dan live selling merupakan strategi pemasaran digital yang efektif untuk meningkatkan daya saing usaha, khususnya bagi pelaku UMKM. Kedua pendekatan tersebut mampu mengubah pola pemasaran tradisional menjadi lebih interaktif, personal, dan responsif terhadap kebutuhan konsumen. Keberhasilan strategi ini sangat dipengaruhi oleh kreativitas dalam menyusun konten, kemampuan membangun komunikasi yang autentik, serta konsistensi dalam mengelola media sosial.
Penulis juga mengidentifikasi beberapa manfaat utama dari penerapan strategi tersebut, antara lain:
- Mengurangi ketergantungan terhadap iklan berbayar karena video pendek dan siaran langsung memiliki peluang memperoleh jangkauan organik yang tinggi.
- Memberikan kesempatan kepada konsumen untuk melihat produk secara nyata dan bertanya langsung selama sesi live selling sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli.
- Mendorong peningkatan volume penjualan dalam waktu relatif singkat melalui interaksi langsung antara penjual dan konsumen.
Dalam pelatihan pembuatan video pendek, peserta dibimbing mulai dari tahap perencanaan ide hingga proses publikasi konten. Materi yang diberikan meliputi teknik pengambilan gambar menggunakan telepon pintar, pengaturan pencahayaan sederhana, penggunaan mikrofon eksternal, hingga pengeditan video menggunakan aplikasi yang mudah diakses seperti CapCut. Selain itu, peserta diajarkan pentingnya menciptakan hook atau pembuka yang menarik dalam tiga detik pertama agar penonton tidak langsung melewati video. Mereka juga mempelajari teknik storytelling, copywriting, penggunaan audio yang sedang tren, pemanfaatan hashtag, serta penyusunan caption yang mampu meningkatkan interaksi pengguna media sosial.
Sementara itu, pelatihan live selling lebih menitikberatkan pada kemampuan komunikasi secara langsung. Peserta belajar berbicara dengan percaya diri di depan kamera, mengatur intonasi suara, menjaga energi selama siaran berlangsung, serta menyusun alur presentasi produk yang sistematis. Materi lainnya mencakup teknik membangun rasa urgensi melalui promosi terbatas, pemberian voucher khusus selama siaran, hingga pengelolaan tim pendukung yang bertugas membalas komentar, memperbarui stok produk, dan membagikan tautan pembelian secara cepat. Seluruh keterampilan tersebut dipraktikkan melalui simulasi sehingga peserta memperoleh pengalaman yang mendekati kondisi nyata. Bahkan, ilustrasi pada halaman 5 dan 7 artikel memperlihatkan contoh visual mengenai konsep konten video pendek dan live selling sebagai media pemasaran digital.
Menurut para penulis, keberhasilan pemasaran digital saat ini tidak lagi ditentukan oleh besarnya anggaran promosi atau mahalnya perangkat produksi. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan menghasilkan konten yang kreatif, relevan dengan kebutuhan audiens, serta membangun hubungan yang jujur dan konsisten dengan konsumen melalui media sosial. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan loyalitas pelanggan sekaligus meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat.
Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pelaku UMKM, lembaga pendidikan, pemerintah, maupun organisasi pendamping usaha. Program pelatihan berbasis praktik seperti ini dapat menjadi model pengembangan kompetensi digital yang efektif karena menghasilkan keterampilan yang langsung dapat diterapkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga mendorong pelaku usaha memahami perilaku konsumen digital, membaca analitik media sosial, serta merancang strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan platform digital.
Dian Arisanti dan tim peneliti menegaskan bahwa perpaduan antara video pendek dan live selling merupakan salah satu strategi pemasaran yang paling relevan di era ekonomi digital. Dengan memanfaatkan kreativitas, komunikasi yang autentik, dan pemanfaatan fitur media sosial secara optimal, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan jangkauan pasar sekaligus memperkuat daya saing bisnisnya.
Profil Singkat Penulis
Dian Arisanti merupakan akademisi dari STIA dan Manajemen Kepelabuhan Barunawati, Indonesia, yang memiliki perhatian pada pengembangan manajemen, kewirausahaan, serta pemasaran digital berbasis pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini disusun bersama Elizabeth, Anindya Putri Pradiptha, dan Devit Setiono dari Universitas Budi Luhur, serta Munandar Wahyudin Suganda dari Institut Citra Buana Indonesia, yang memiliki minat pada bidang bisnis digital, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi.
Sumber Penelitian
Arisanti, D., Elizabeth, Suganda, M. W., Pradiptha, A. P., & Setiono, D. (2026). Short Video Content and Live Selling Training in Digital Marketing on Social Media. Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP), Vol. 5, No. 2, hlm. 119–128.
0 Komentar