Eastern Samar — Penggunaan media pembelajaran di ruang kelas terbukti memiliki hubungan signifikan dengan tingkat keterlibatan siswa sekolah dasar. Temuan ini diungkap dalam penelitian terbaru oleh Marcus Aurellus Cuevas, Jean Rica Bustamante, Angel Mae Pabelonia, dan Sheena Baula dari Eastern Samar State University yang dipublikasikan tahun 2026. Studi ini menegaskan bahwa bahan ajar seperti gambar, video, buku cetak, dan alat peraga masih menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik bagi siswa.
Di tengah perkembangan teknologi pendidikan yang semakin cepat, penggunaan media pembelajaran sering dianggap sebagai elemen pendukung yang bisa digantikan oleh metode digital. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran media pembelajaran, baik tradisional maupun audio-visual, tetap memiliki pengaruh besar terhadap perhatian, motivasi, dan partisipasi siswa di kelas.
Penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2024–2025 di empat sekolah dasar negeri di Guiuan dan Quinapondan, Eastern Samar, Filipina. Sebanyak 80 siswa kelas IV, V, dan VI menjadi responden dalam studi ini. Para siswa diminta mengisi kuesioner untuk mengukur seberapa sering guru menggunakan media pembelajaran dan bagaimana pengaruhnya terhadap keterlibatan mereka selama proses belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi, dengan skor rata-rata 4,60 dari 5. Angka ini menunjukkan bahwa guru secara konsisten menggunakan berbagai media untuk mendukung pembelajaran.
Salah satu temuan paling menonjol adalah bahwa media pembelajaran mampu membangkitkan minat belajar siswa dengan skor tertinggi 4,82. Ini berarti sebagian besar siswa merasa lebih tertarik mengikuti pelajaran ketika guru menggunakan alat bantu visual, audio, atau bahan ajar interaktif.
Pada saat yang sama, tingkat keterlibatan siswa juga tercatat sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,55 dari 5. Sebanyak 81,25 persen siswa masuk dalam kategori keterlibatan sangat tinggi, sementara sisanya berada pada kategori tinggi.
Marcus Aurellus Cuevas dari Eastern Samar State University menjelaskan bahwa siswa menunjukkan minat yang lebih besar, lebih aktif dalam kegiatan kelas, dan lebih menikmati proses belajar ketika materi diajarkan menggunakan alat bantu pembelajaran.
Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan signifikan antara penggunaan media pembelajaran dan keterlibatan siswa, dengan nilai korelasi 0,375 dan tingkat signifikansi 0,001. Meski tingkat korelasinya tergolong rendah, hasil ini tetap menunjukkan bahwa semakin sering media pembelajaran digunakan, semakin tinggi pula kecenderungan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.
Angel Mae Pabelonia menilai bahwa media pembelajaran tidak hanya membantu menjelaskan konsep yang sulit, tetapi juga membuat suasana kelas lebih hidup. Siswa lebih mudah mengingat materi, lebih fokus, dan lebih bersemangat saat belajar.
Menariknya, penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar cetak seperti buku, gambar, dan poster masih menjadi media yang paling umum digunakan oleh guru. Ini membuktikan bahwa di tengah dominasi teknologi digital, alat pembelajaran konvensional masih sangat relevan, terutama di daerah dengan keterbatasan akses teknologi.
Bagi dunia pendidikan, temuan ini memperkuat pandangan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh metode mengajar, tetapi juga oleh bagaimana materi disampaikan. Media pembelajaran yang tepat dapat menjadi jembatan antara guru dan siswa untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif.
Peneliti merekomendasikan agar sekolah terus mendukung penyediaan media pembelajaran yang beragam, sekaligus meningkatkan pelatihan guru agar mampu mengembangkan bahan ajar kreatif sesuai kebutuhan siswa.
Dalam konteks pendidikan dasar, hasil studi ini menjadi pengingat bahwa keterlibatan siswa adalah fondasi utama pembelajaran yang berhasil. Dan salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk mencapainya adalah melalui penggunaan media pembelajaran yang tepat.
0 Komentar