Temuan ini menjadi penting karena jumlah perempuan yang berhasil hamil setelah menjalani pengobatan infertilitas akibat endometriosis terus meningkat. Dengan memahami risiko yang mungkin muncul sejak awal, tenaga kesehatan dapat memberikan pemantauan yang lebih optimal sehingga keselamatan ibu dan bayi dapat ditingkatkan.
Endometriosis merupakan penyakit ginekologi kronis yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan mirip lapisan rahim di luar rongga rahim. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondisi ini memengaruhi sekitar 190 juta perempuan di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama infertilitas pada usia reproduksi.
Selain menyebabkan nyeri panggul kronis dan menurunkan kualitas hidup, endometriosis juga memicu peradangan kronis yang dapat mengganggu proses implantasi embrio, pembentukan plasenta, hingga perkembangan janin. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan dengan riwayat endometriosis memiliki risiko komplikasi kehamilan lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan tanpa penyakit tersebut. Namun, hasil antarpenelitian masih bervariasi sehingga diperlukan evaluasi yang lebih menyeluruh.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih kuat, Dwi Mishelia dan Risti Dwi Ocktaviani menyusun penelitian menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Peneliti menelusuri publikasi ilmiah dari basis data PubMed, EBSCO, dan Cochrane Library yang terbit antara Januari 2016 hingga Mei 2026.
Proses pencarian awal menemukan 743 artikel. Setelah menghilangkan artikel duplikat dan melakukan seleksi berdasarkan kriteria ilmiah, hanya delapan penelitian berkualitas yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Seluruh penelitian tersebut merupakan studi kohort atau studi kasus-kontrol yang melibatkan perempuan hamil dengan diagnosis endometriosis.
Analisis menunjukkan pola yang konsisten bahwa endometriosis berhubungan dengan meningkatnya berbagai komplikasi obstetri.
Beberapa temuan utama penelitian meliputi:
- Risiko plasenta previa meningkat secara signifikan.
- Risiko preeklamsia lebih tinggi dibandingkan kehamilan tanpa endometriosis.
- Kemungkinan mengalami persalinan prematur meningkat.
- Angka operasi sesar lebih tinggi.
- Risiko perdarahan pascapersalinan juga meningkat.
- Beberapa penelitian melaporkan peningkatan risiko solusio plasenta, gangguan pertumbuhan janin, trombosis vena, serta berbagai komplikasi perinatal lainnya.
- Hubungan dengan bayi lahir kecil sesuai usia kehamilan (small for gestational age) masih menunjukkan hasil yang belum konsisten sehingga memerlukan penelitian lanjutan.
Menurut penulis, peningkatan risiko tersebut kemungkinan berkaitan dengan proses peradangan kronis yang menjadi ciri utama endometriosis. Peradangan memicu pelepasan berbagai molekul inflamasi yang dapat mengganggu perkembangan plasenta serta aliran darah menuju janin.
Gangguan implantasi juga diduga menjadi penyebab meningkatnya kejadian plasenta previa, yaitu kondisi ketika plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga dapat menghambat proses persalinan normal. Selain itu, perubahan fungsi pembuluh darah akibat peradangan kronis dapat meningkatkan risiko preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan dapat membahayakan ibu maupun bayi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dengan endometriosis lebih sering menjalani operasi sesar. Kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh pilihan metode persalinan, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh munculnya komplikasi selama kehamilan, seperti plasenta previa, persalinan prematur, maupun riwayat operasi akibat endometriosis sebelumnya.
Sementara itu, untuk kondisi bayi setelah lahir, hasil penelitian belum sepenuhnya seragam. Sebagian studi melaporkan peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau membutuhkan perawatan intensif di ruang neonatal, sedangkan penelitian lain tidak menemukan hubungan yang signifikan. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh variasi karakteristik pasien, tingkat keparahan endometriosis, serta metode penelitian yang digunakan.
Dwi Mishelia dan Risti Dwi Ocktaviani menegaskan bahwa hasil kajian ini memiliki implikasi penting bagi pelayanan kesehatan ibu. Perempuan yang memiliki riwayat endometriosis sebaiknya dikategorikan sebagai kelompok kehamilan berisiko tinggi sehingga memerlukan pemantauan antenatal yang lebih intensif.
Pemantauan tersebut meliputi skrining dini terhadap gangguan plasenta, hipertensi dalam kehamilan, hingga risiko persalinan prematur. Konseling sebelum kehamilan juga dinilai penting agar pasien memahami potensi komplikasi yang mungkin terjadi sekaligus mempersiapkan langkah pencegahan sejak awal.
Meskipun demikian, penulis mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan. Sebagian besar penelitian yang dianalisis menggunakan desain observasional retrospektif sehingga masih berpotensi menimbulkan bias. Selain itu, perbedaan metode diagnosis endometriosis, tingkat keparahan penyakit, serta karakteristik populasi menyebabkan hasil antarpenelitian belum sepenuhnya seragam. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan penelitian prospektif berskala besar dengan klasifikasi endometriosis yang lebih terstandarisasi agar hubungan sebab akibat dapat dipastikan secara lebih akurat.
Secara keseluruhan, penelitian ini memperkuat bukti bahwa endometriosis bukan hanya masalah kesuburan, tetapi juga merupakan faktor risiko penting terhadap kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan. Dengan deteksi dini, pemantauan yang lebih intensif, serta kolaborasi antara dokter kandungan dan pasien, berbagai komplikasi dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga peluang mendapatkan hasil kehamilan yang lebih baik semakin besar.
Profil Penulis
Dwi Mishelia merupakan tenaga kesehatan yang berafiliasi dengan Hope and Prayer Regional General Hospital, Kota Bengkulu, dengan fokus kajian pada kesehatan reproduksi, kebidanan, dan obstetri.
Risti Dwi Ocktaviani merupakan akademisi dari Universitas Bengkulu yang memiliki bidang keahlian dalam ilmu kesehatan reproduksi, kebidanan, serta penelitian berbasis bukti di bidang maternal dan neonatal.
Sumber Penelitian
Judul: Impact of Endometriosis on Pregnancy and Obstetric Outcomes: A Systematic Review
Penulis: Dwi Mishelia, Risti Dwi Ocktaviani
Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR), Vol. 5 No. 6, 2026
0 Komentar