Angka Pengangguran Kurang Berpengaruh pada Kemiskinan di Sumatera Utara, Faktor Lain Diduga Jadi Pemicu Utama

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Medan - Angka Pengangguran Kurang Berpengaruh pada Kemiskinan di Sumatera Utara, Faktor Lain Diduga Jadi Pemicu Utama. Penelitian yang dilakukan oleh Yan Batara Putra Siringoringo, Muthia Ferliani Balqis, Enita Dewi Br Tarigan, dan Citra Dewi Hasibuan dari Universitas Sumatera Utara (USU) dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 6 Tahun 2026 menyoroti bahwa ingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ternyata tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.

Mengurai Paradoks Pengangguran dan Kemiskinan

Secara teori ekonomi makro, peningkatan jumlah pengangguran idealnya akan memotong pendapatan masyarakat secara drastis, yang pada gilirannya mendorong lebih banyak orang jatuh ke bawah garis kemiskinan. Namun, realitas yang terekam di Sumatera Utara selama satu dekade terakhir menunjukkan anomali yang berbedaMelalui data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan angka pengangguran dan kemiskinan di provinsi ini sangat fluktuatif. Sebagai contoh, pada saat pandemi COVID-19 melanda di tahun 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka di Sumatera Utara sempat melonjak tajam hingga menyentuh angka 6,91%. Menariknya, pada tahun yang sama, persentase penduduk miskin justru berada di angka 8,75%, yang merupakan salah satu titik terendah dalam periode pengamatan tersebut. Kondisi ini mengindikasikan adanya faktor ekonomi penyangga lain yang membuat masyarakat tetap mampu bertahan memenuhi kebutuhan dasarnya meski kehilangan pekerjaan formal.

Metodologi Sederhana untuk Hasil yang Akurat
Untuk membuktikan keeratan hubungan antara kedua variabel tersebut, tim peneliti USU menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Data sekunder dari tahun 2015 hingga 2025 diuji secara saksama melalui serangkaian pengujian statistik, termasuk uji normalitas residual dan uji autokorelasiModel matematika yang dihasilkan dari penelitian ini adalah:

$$Y = 5,465 + 0,593x$$
Dalam persamaan tersebut, $Y$ merepresentasikan tingkat kemiskinan, sedangkan $x$ adalah Tingkat Pengangguran Terbuka. Melalui model ini, para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan 1% pada angka pengangguran terbuka hanya akan meningkatkan angka kemiskinan sebesar 0,593%.

Temuan Utama Penelitian
Berdasarkan pengujian statistik formal (Uji F dan Uji t), tim riset merangkum sejumlah fakta penting:
  • Dampak Tidak Signifikan: Hasil uji statistika membuktikan bahwa kontribusi pengangguran terhadap kemiskinan di Sumatera Utara berada di bawah ambang batas signifikansi. Angka pengangguran tidak bisa menjadi tolok ukur tunggal mutlak dalam memprediksi kemiskinan.
  • Daya Jelas yang Rendah: Nilai Koefisien Determinasi ($R^2$) dalam studi ini tercatat hanya sebesar 0,094. Ini berarti variabel Tingkat Pengangguran Terbuka hanya mampu menjelaskan 9,4% variasi perubahan angka kemiskinan di Sumatera Utara.
  • Dominasi Faktor Eksternal: Sebanyak 90,6% perubahan tingkat kemiskinan di Sumatera Utara dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar pengangguran yang tidak masuk dalam model penelitian ini.
Para peneliti menyebutkan bahwa faktor eksternal yang diduga kuat memicu rantai kemiskinan tersebut meliputi laju inflasi daerah, fluktuasi harga bahan pokok, tingkat pendidikan masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta efektivitas penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.

Implikasi Kebijakan: Perlunya Evaluasi Kualitas Lapangan Kerja
Meskipun dalam bagian analisis empiris terdapat deviasi kesimpulan akademis terkait kekuatan dampak langsung pengangguran terhadap garis kemiskinan, tim peneliti USU sepakat memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah. Intervensi kebijakan tidak boleh hanya bertumpu pada penciptaan lapangan kerja baru secara kuantitas, tetapi juga harus menyasar peningkatan kualitas pekerjaan dan penguatan jaring pengaman sosialPemerintah Provinsi Sumatera Utara disarankan untuk fokus pada pengendalian inflasi barang kebutuhan pokok guna menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) yang adaptif terhadap biaya hidup riil serta pemberian subsidi yang tepat sasaran bagi pekerja sektor informal berpendapatan rendah menjadi langkah konkret yang dinilai jauh lebih efektif untuk menekan angka kemiskinan di masa mendatang.

Profil Peneliti
Yan Batara Putra Siringoringo, S.Si., M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas Sumatera Utara (USU) dengan kepakaran di bidang statistika terapan dan analisis data ekonomi.
Muthia Ferliani Balqis – Peneliti bidang ekonomi kuantitatif di Universitas Sumatera Utara.
Enita Dewi Br Tarigan – Akademisi dan peneliti bidang studi pembangunan di Universitas Sumatera Utara.
Citra Dewi Hasibuan – Peneliti data sosial ekonomi di Universitas Sumatera Utara.

Sumber Penelitian
Yan Batara Putra Siringoringo, Muthia Ferliani Balqis, Enita Dewi Br Tarigan, Citra Dewi Hasibuan. The Effect of Open Unemployment Rate on Poverty Level in North Sumatra Province 2015-2025. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 6, Halaman 1377-1384
DOI : https://doi.org/10.55927/fjas.v5i6.69  
URLhttps://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar