Pendampingan AI Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Deep Learning di SMP Palam

Ilustrasi by AI

Pendampingan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dilakukan oleh Moh. Rafid, Kartika H. Lasada, Vira Songga, dan Desri Palindong dari Universitas Muhammadiyah Luwuk pada 2026 terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran deep learning di SMP Negeri Satu Atap Palam. Temuan ini penting karena integrasi teknologi digital menjadi kebutuhan utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di era modern.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara belajar di sekolah. Namun, banyak guru masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Di SMP Negeri Satu Atap Palam, pembelajaran sebelumnya masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, dengan penggunaan teknologi yang terbatas. Kondisi ini membuat interaksi belajar kurang maksimal dan belum sepenuhnya mendukung keterlibatan siswa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan program pendampingan berbasis partisipatif. Kegiatan dimulai dengan tahap perencanaan pada 23 Januari melalui diskusi bersama guru untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran dan merancang strategi berbasis teknologi digital. Tahap pelaksanaan dilakukan pada 5 Februari, di mana guru mulai menerapkan pembelajaran dengan memanfaatkan media digital dan teknologi AI di kelas.

Pendekatan ini menggabungkan konsep deep learning yang mendorong pemahaman mendalam dengan penggunaan teknologi digital interaktif. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertanya, dan mencari informasi tambahan melalui teknologi.

Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan:

  • Keterlibatan siswa meningkat, terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi
  • Suasana kelas menjadi lebih interaktif dan tidak monoton
  • Pemahaman materi lebih mendalam melalui media digital
  • Motivasi belajar siswa meningkat secara nyata

Observasi pada kegiatan pembelajaran (halaman 7) juga menunjukkan siswa lebih berani menyampaikan pendapat dan aktif berinteraksi selama proses belajar. Penggunaan aplikasi berbasis AI membantu siswa memahami materi lebih cepat dan jelas dibandingkan metode konvensional.

Moh. Rafid dari Universitas Muhammadiyah Luwuk menjelaskan bahwa integrasi teknologi digital dan AI mampu menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif. Ia menekankan bahwa guru tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator yang mendorong siswa berpikir kritis dan aktif dalam belajar.

Dampak program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh guru. Guru memperoleh pengalaman baru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran serta meningkatkan kemampuan profesional mereka. Program ini juga membuka peluang penerapan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan era digital.

Dalam jangka panjang, pendampingan berbasis AI ini berpotensi menjadi model transformasi pembelajaran di sekolah, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang lebih interaktif, adaptif, dan berorientasi pada pemahaman mendalam.

Profil Penulis

  • Moh. Rafid - Universitas Muhammadiyah Luwuk
  • Kartika H. Lasada- Universitas Muhammadiyah Luwuk
  •  Vira Songga- Universitas Muhammadiyah Luwuk
  • Desri Palindong- Universitas Muhammadiyah Luwuk

Sumber Penelitian

Rafid, M., Lasada, K. H., Songga, V., & Palindong, D. (2026). Mentoring to Improve the Quality of Deep Learning in the Era of Artificial Intelligence (AI)-Based Digital Technology at SMP Negeri Satu Atap Palam. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 3, 269–278.

DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i3.12

URL: https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb


Posting Komentar

0 Komentar