Motivasi kerja tenaga kependidikan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) terbentuk dari kombinasi faktor internal dan eksternal, menurut studi 2025 oleh Rully Ashayati, Sutarno, dan Setyaningsih Tri Utami dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa kinerja layanan akademik tidak hanya ditentukan oleh individu, tetapi juga oleh dukungan organisasi.
Di perguruan tinggi, tenaga kependidikan memegang peran penting dalam mendukung administrasi dan layanan akademik. Namun, motivasi kerja sering kali tidak stabil karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dorongan pribadi hingga lingkungan kerja. Studi ini menyoroti bahwa ketidakseimbangan antara faktor internal dan eksternal dapat menghambat kinerja optimal tenaga kependidikan .
Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Budaya UNS, Surakarta, dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kependidikan dari berbagai unit kerja seperti akademik, keuangan, dan administrasi.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama:
- Motivasi kerja terbentuk dari interaksi faktor internal dan eksternal.
- Faktor internal meliputi tanggung jawab, keinginan berkembang, dan kebutuhan ekonomi.
- Faktor eksternal mencakup dukungan pimpinan, sistem penghargaan, lingkungan kerja, dan fasilitas.
- Faktor motivator seperti pencapaian dan pengakuan menjadi pendorong utama kepuasan kerja.
- Faktor eksternal tidak langsung meningkatkan motivasi, tetapi mencegah ketidakpuasan kerja.
- Keseimbangan antara motivasi intrinsik dan dukungan organisasi menjadi kunci kinerja optimal.
Penelitian ini juga menemukan bahwa tenaga kependidikan umumnya memiliki motivasi internal yang kuat, seperti rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap pekerjaan. Namun, beberapa aspek eksternal seperti fasilitas kerja dan sistem penghargaan masih perlu ditingkatkan untuk mendukung kinerja yang lebih baik.
Rully Ashayati dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta menegaskan bahwa motivasi kerja tidak dapat dibangun hanya dari dalam diri individu. Dukungan organisasi, terutama dari pimpinan, menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.
Temuan ini memiliki implikasi luas. Bagi perguruan tinggi, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan peningkatan kinerja tenaga kependidikan. Bagi manajemen organisasi, penting untuk menyeimbangkan penghargaan, fasilitas, dan dukungan kepemimpinan. Sementara bagi tenaga kependidikan, lingkungan kerja yang mendukung dapat memperkuat motivasi dan meningkatkan kualitas layanan akademik.
Profil Penulis
- Rully Ashayati - Universitas Slamet Riyadi Surakarta
- Sutarno-Universitas Slamet Riyadi Surakarta
- Setyaningsih Tri Utami- Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Sumber Penelitian
Ashayati, R., Sutarno, & Utami, S. T. (2025). Dynamics of Internal and External Factors in the Formation of Educational Personnel Motivation: A Case Study of the Faculty of Cultural Sciences, Sebelas Maret University, Surakarta. International Journal of Educational Technology Research (IJETR), Vol. 4(1), 49–56.

0 Komentar