Penelitian yang dilakukan oleh Viyen Mawar Sandagang dan
Sahrul Salingkat dari Universitas Muhammadiyah Luwuk pada 2026 menunjukkan
bahwa edukasi internet aman mampu meningkatkan literasi digital siswa di SD
Negeri Biak, Sulawesi Tengah. Temuan ini menjadi penting di tengah meningkatnya
penggunaan internet dan media sosial oleh anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Perkembangan teknologi digital yang pesat membuat siswa
sekolah dasar kini akrab dengan gawai, internet, dan media sosial. Di satu
sisi, internet membuka akses luas terhadap informasi dan pembelajaran. Namun di
sisi lain, tanpa pemahaman yang memadai, anak-anak berisiko terpapar konten
negatif, mengalami perundungan daring, hingga membagikan data pribadi secara
sembarangan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti menggelar
program edukasi bijak bermedia sosial pada Februari 2026 di SD Negeri Biak.
Kegiatan ini melibatkan siswa secara aktif melalui pendekatan interaktif,
seperti penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta simulasi situasi
sehari-hari. Selain itu, digunakan juga kuesioner sederhana dan observasi untuk
mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan
dalam pemahaman dan sikap siswa, di antaranya:
- Siswa memahami aturan dasar penggunaan internet yang aman
- Kesadaran meningkat dalam menjaga data pribadi seperti alamat, nomor telepon, dan kata sandi
- Siswa lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal di media sosial
- Kemampuan berpikir kritis meningkat, terutama dalam menyaring informasi di internet
Sebelum edukasi diberikan, sebagian siswa menganggap bahwa
membagikan informasi pribadi di internet bukanlah hal berbahaya. Setelah
mengikuti kegiatan, siswa mulai memahami risiko tersebut dan mampu menjelaskan
tindakan yang tepat, seperti tidak membalas pesan dari akun asing dan
melaporkannya kepada orang dewasa.
Viyen Mawar Sandagang dari Universitas Muhammadiyah Luwuk
menegaskan bahwa literasi digital perlu ditanamkan sejak dini. Menurutnya,
anak-anak tidak hanya perlu mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus
memahami etika, keamanan, dan konsekuensi dari aktivitas mereka di ruang
digital.
Dampak penelitian ini tidak hanya terbatas pada peningkatan
pengetahuan siswa, tetapi juga memberikan model pembelajaran yang dapat
diterapkan di sekolah lain. Metode interaktif berbasis contoh nyata terbukti
lebih efektif dibandingkan pendekatan teoritis semata. Selain itu, keterlibatan
guru dan orang tua menjadi kunci penting untuk memperkuat kebiasaan penggunaan
internet yang aman di lingkungan sehari-hari.
Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi internet aman
merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas digital.
Dengan pendekatan yang tepat, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi,
tetapi juga mampu bersikap bijak, aman, dan bertanggung jawab di dunia digital.
Profil Penulis
- Viyen Mawar Sandagang - Universitas Muhammadiyah Luwuk
- Sahrul Angkat- Universitas Muhammadiyah Luwuk
Sumber Penelitian
Sandagang, V. M., & Salingkat, S. (2026). Social Media Outreach:
Internet Safety Education for Biak Public Elementary School Students.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 3, 185–194.
URL : https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i3.2
DOI:

0 Komentar