Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Mekaar Regional Bengkulu PT Permodalan Nasional Madani

Ilustrasi By AI



FORMOSA NEWS- Bengkulu

Strategi SDM Jadi Kunci Keberlanjutan Program Mekaar di Bengkulu

Program pembiayaan ultra-mikro Mekaar milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Bengkulu menghadapi tantangan besar: beban kerja petugas lapangan yang tinggi di tengah target ekspansi layanan ke perempuan prasejahtera. Temuan ini diungkap dalam riset terbaru yang ditulis Toni Sanjaya dan Eduardus Suharto dari Perbanas Institute, dipublikasikan Januari 2026. Studi tersebut menegaskan bahwa penguatan dan penataan sumber daya manusia—khususnya Account Officer—menjadi strategi paling menentukan bagi keberlanjutan Mekaar di wilayah tersebut.

Mengapa temuan ini penting

Mekaar dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga, terutama perempuan, melalui pembiayaan kelompok ultra-mikro. Namun, di Bengkulu, pertumbuhan pembiayaan dan jumlah kelompok berjalan beriringan dengan meningkatnya rasio beban kerja Account Officer (AO). Ketika satu AO menangani rata-rata 22 kelompok, intensitas pendampingan usaha berpotensi menurun—padahal pendampingan adalah jantung model Mekaar.

Latar belakang singkat

PNM Mekaar beroperasi di segmen masyarakat paling rentan terhadap gejolak ekonomi. Keberhasilan program bukan hanya ditentukan oleh dana, tetapi oleh kualitas interaksi AO dengan nasabah: memahami konteks sosial, membangun kepercayaan, dan memastikan disiplin kelompok. Peneliti mencatat fenomena menarik: mayoritas AO berasal dari Generasi Z dengan kepercayaan diri tinggi, namun kinerja organisasi belum sepenuhnya mencapai target. Di sinilah strategi pengembangan SDM diuji.

Metodologi dengan bahasa sederhana

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif strategis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumen internal, serta kuesioner untuk memetakan faktor internal dan eksternal. Peneliti kemudian menyusun peta strategi menggunakan kerangka evaluasi internal–eksternal, analisis SWOT, dan penentuan prioritas strategi. Riset dilakukan di PNM Mekaar Regional Bengkulu selama Oktober 2025–Januari 2026.

Temuan utama yang perlu diketahui

Hasil analisis menunjukkan gambaran yang tegas dan mudah dipahami:

  • Kondisi internal cukup kuat: Skor evaluasi internal berada di angka 2,76, menandakan fondasi organisasi di atas rata-rata. Kekuatan utama ada pada komitmen AO, mekanisme tanggung renteng kelompok, serta kepercayaan publik terhadap PNM.
  • Peluang eksternal sangat besar: Skor evaluasi eksternal 3,11 menempatkan Mekaar pada posisi “bertumbuh dan membangun”. Dukungan kebijakan inklusi keuangan, tingginya permintaan pembiayaan ultra-mikro, dan peran strategis perempuan menjadi peluang kunci.
  • Beban kerja AO menjadi titik lemah: Rasio AO terhadap kelompok yang tinggi berkorelasi dengan naik-turunnya kualitas pendampingan dan meningkatnya risiko pembiayaan bermasalah.
  • Turnover meningkat: Tingkat pergantian AO cenderung naik, sementara masa kerja rata-rata menurun—indikasi tantangan retensi SDM.
  • Prioritas strategi paling efektif: Penataan dan pemenuhan jumlah AO muncul sebagai strategi teratas untuk mendorong kinerja dan keberlanjutan program.

Dampak nyata bagi masyarakat dan kebijakan

Implikasi riset ini meluas. Bagi masyarakat, AO yang lebih proporsional jumlahnya berarti pendampingan usaha yang lebih intensif, peningkatan literasi keuangan, dan peluang usaha yang lebih berkelanjutan. Bagi dunia usaha dan lembaga keuangan mikro, temuan ini menegaskan bahwa ekspansi tanpa penguatan SDM berisiko menurunkan kualitas layanan.

Untuk pembuat kebijakan, studi ini memberi sinyal jelas: investasi pada SDM lapangan adalah kebijakan inklusi keuangan yang paling langsung dampaknya. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pelatihan UMKM, dan pemanfaatan teknologi digital juga dinilai krusial untuk menekan beban kerja AO tanpa mengorbankan kualitas pendampingan.

Suara peneliti

Penulis menegaskan bahwa fokus pada SDM bukan sekadar isu internal organisasi. “Account Officer adalah ujung tombak Mekaar. Ketika jumlah dan kapasitas mereka ditata dengan baik, manfaat program akan lebih merata dan berkelanjutan,” tulis Toni Sanjaya dari Perbanas Institute dalam analisisnya.

Profil singkat penulis

  • Toni Sanjaya, S.E., M.M.Dosen dan peneliti di Perbanas Institute. Keahlian: manajemen sumber daya manusia dan strategi lembaga keuangan mikro.
  • Eduardus Suharto, S.E., M.M.Akademisi Perbanas Institute dengan fokus pada manajemen strategis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sumber penelitian

Artikel ilmiah ini berjudul “Human Resource Development Strategy at Mekaar Regional Bengkulu PT Permodalan Nasional Madani”, diterbitkan di Jurnal Multidisiplin Madani (Vol. 6, No. 1, 2026).
DOI: 10.55927/mudima.v6i1.855

Kesimpulan singkat: Di tengah peluang besar inklusi keuangan, masa depan Mekaar di Bengkulu sangat ditentukan oleh satu hal mendasar—strategi penguatan dan penataan sumber daya manusia di lini terdepan. Tanpa itu, target pertumbuhan berisiko kehilangan makna sosialnya.

Posting Komentar

0 Komentar