Bandung, Jawa Barat— Pengaruh
Lingkungan Kerja Fisik dan Nonfisik terhadap Komitmen Organisasi Guru PPPK di
SMA Negeri 1 Cililin. Penelitian ini dilakukan oleh Githa Aprilla Sanosi dan
Khaerul Rizal Abdurahman dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal
Achmad Yani dalam artikel ilmiah yang terbit di East Asian Journal of
Multidisciplinary Research (EAJMR) pada tahun 2026.
Penelitian yang dilakukan oleh Githa
Aprilla Sanosi dan Khaerul Rizal Abdurahman mengungkapkan bahwa Lingkungan
kerja yang nyaman secara fisik dan sehat secara psikologis terbukti mampu
meningkatkan komitmen organisasi guru PPPK di SMA Negeri 1 Cililin.
Lingkungan
kerja bukan sekadar fasilitas fisik
Berdasarkan
hasil observasi dan wawancara di lapangan, peneliti menemukan beberapa
tantangan yang dihadapi guru, terutama terkait fasilitas kerja. Ruang guru yang
relatif padat, ventilasi udara yang kurang optimal, serta penataan fasilitas
pendukung yang belum maksimal menjadi faktor yang memengaruhi kenyamanan kerja
sehari-hari.
Namun,
penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan kerja tidak hanya berkaitan dengan
kondisi fisik. Faktor nonfisik seperti hubungan interpersonal, komunikasi
organisasi, dan dukungan pimpinan juga memiliki peran besar dalam membentuk
pengalaman kerja guru.
Dalam konteks
pendidikan Indonesia yang masih menghadapi tantangan kualitas pembelajaran,
komitmen guru menjadi elemen strategis. Guru yang memiliki keterikatan kuat
dengan organisasi cenderung lebih konsisten dalam melaksanakan tugas,
berpartisipasi aktif dalam program sekolah, serta mendukung inovasi
pembelajaran.
Metode
penelitian dan pendekatan analisis
Studi ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh guru PPPK di SMA
Negeri 1 Cililin sebanyak 36 orang sebagai responden. Data dikumpulkan melalui
kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi
linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27
Peneliti
mengukur dua aspek utama lingkungan kerja:
- Lingkungan kerja fisik, mencakup pencahayaan,
sirkulasi udara, kebersihan, tata ruang, serta fasilitas kerja.
- Lingkungan kerja nonfisik, meliputi suasana
kerja, hubungan sosial, komunikasi organisasi, sistem penghargaan, serta
dukungan kepemimpinan.
Variabel yang
menjadi fokus utama adalah komitmen organisasi, yaitu sejauh mana guru memiliki
keterikatan emosional, loyalitas, dan keinginan untuk tetap berkontribusi di
sekolah.
Temuan utama
penelitian
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa baik lingkungan kerja fisik maupun nonfisik
memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi guru PPPK.
Beberapa temuan
utama antara lain:
- Lingkungan kerja fisik berpengaruh positif terhadap
komitmen organisasi. Semakin nyaman fasilitas kerja, semakin tinggi
tingkat keterikatan guru.
- Lingkungan kerja nonfisik memiliki pengaruh yang
lebih kuat dibandingkan faktor fisik, terutama melalui komunikasi yang
sehat, hubungan sosial harmonis, dan dukungan kepemimpinan.
- Kedua faktor secara simultan menjelaskan sekitar
76,5% variasi komitmen organisasi guru
Penelitian juga
menemukan bahwa meskipun komitmen organisasi guru berada dalam kategori kuat,
aspek komitmen berkelanjutan masih relatif lebih rendah dibandingkan komitmen
normatif. Artinya, guru memiliki rasa tanggung jawab moral tinggi terhadap
sekolah, tetapi masih mempertimbangkan faktor keberlanjutan dalam jangka
panjang.
Lingkungan
nonfisik menjadi faktor paling dominan
Salah satu
temuan penting adalah dominannya pengaruh lingkungan kerja nonfisik. Hubungan
interpersonal yang sehat, komunikasi terbuka, serta sistem penghargaan yang
adil terbukti meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi.
Meski relasi
sosial antar guru di sekolah penelitian tergolong baik, peneliti mencatat
adanya kecenderungan terbentuknya kelompok-kelompok kecil yang membuat sebagian
guru memilih bekerja secara individual. Selain itu, sistem penghargaan dinilai
sebagai aspek dengan skor terendah dibandingkan faktor lain.
Menurut Githa
Aprilla Sanosi dan Khaerul Rizal Abdurahman, memperkuat komunikasi organisasi
dan dukungan kepemimpinan dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan
keterlibatan guru secara berkelanjutan.
Implikasi
bagi dunia pendidikan dan kebijakan sekolah
Temuan ini
memberikan pesan penting bagi pengelola pendidikan, terutama kepala sekolah dan
pembuat kebijakan:
- Perbaikan fasilitas fisik tetap diperlukan untuk
meningkatkan kenyamanan kerja.
- Namun, membangun iklim kerja yang sehat secara sosial
dan psikologis lebih menentukan dalam meningkatkan komitmen guru.
- Sistem penghargaan dan pengakuan kinerja perlu
diperkuat agar guru merasa dihargai dan termotivasi.
- Kepemimpinan partisipatif dapat meningkatkan
partisipasi guru dalam program sekolah.
Dengan
meningkatkan kualitas lingkungan kerja secara menyeluruh, sekolah dapat
memperkuat loyalitas guru dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.
Rekomendasi
penelitian
Peneliti
merekomendasikan agar sekolah memprioritaskan penguatan lingkungan kerja
nonfisik melalui komunikasi yang efektif, dukungan pimpinan, dan evaluasi
sistem penghargaan. Di sisi lain, perbaikan lingkungan fisik seperti tata
ruang, ventilasi, dan fasilitas kerja tetap penting untuk menunjang kenyamanan
kerja sehari-hari
Studi lanjutan
juga disarankan untuk mengkaji variabel lain yang berpotensi memengaruhi
komitmen organisasi, seperti work-life balance, motivasi kerja, dan kompensasi.
Profil
penulis
•
Githa Aprilla Sanosi–Fakultas Ekonomi dan
Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.
•
Khaerul Rizal Abdurahman–Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani
Sumber
penelitian
Sanosi, G. A., &
Abdurahman, K. R. (2026). The Effect of Physical and Non-Physical Work
Environments on the Organizational Commitment of PPPK Teachers at SMA Negeri 1
Cililin.
East Asian
Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm. 597–608.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.21
URL Resmi : https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar