Maluku—
Riset Universitas Pattimura:
Orientasi Pemasaran Berkelanjutan Tingkatkan Kinerja Usaha Sayur Organik
melalui Kepercayaan Konsumen. Penelitian dilakukan oleh Walter Tabelessy,
S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pattimura,
Ambon yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Business Analytics
(IJBA) edisi Februari 2026.
Penelitian dilakukan oleh Walter Tabelessy, S.E., M.M., mengkaji bagaimana orientasi pemasaran berkelanjutan memengaruhi kinerja keberlanjutan produsen sayur organik, serta bagaimana peran kepercayaan konsumen dalam memperkuat dampak tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepercayaan konsumen berperan sebagai mediator penting yang memperkuat hubungan tersebut.
Pertanian
Organik Tumbuh, Tantangan Kepercayaan Masih Besar
Kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan
terus meningkat. Produk sayur organik semakin diminati karena dianggap lebih
aman dan ramah lingkungan.
Di
Kota Ambon, pertanian organik berkembang sebagai bagian dari penguatan
ketahanan pangan lokal dan pelestarian sumber daya alam. Namun, produsen masih
menghadapi sejumlah tantangan:
- Skala
usaha yang terbatas
- Biaya
produksi relatif tinggi
- Distribusi
yang belum optimal
- Kesulitan
membangun kepercayaan konsumen terhadap klaim organik
Produk
organik termasuk dalam kategori credence goods, yaitu produk yang
kualitas dan proses produksinya sulit diverifikasi langsung oleh konsumen.
Karena itu, kepercayaan menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan pasar.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan triple bottom line, yang menilai kinerja tidak hanya
dari sisi ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan lingkungan.
Metode:
Survei 175 Konsumen Produk Organik
Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 175 konsumen
yang pernah membeli sayur organik dalam tiga hingga enam bulan terakhir.
Karakteristik
responden:
- 65%
berusia 18–35 tahun
- 65%
berpendidikan sarjana atau lebih tinggi
- 75%
rutin atau sesekali mengonsumsi produk organik
- Mayoritas
berpenghasilan Rp3–5 juta per bulan
Analisis
data dilakukan menggunakan PLS-SEM (Structural Equation Modeling) melalui
aplikasi ADANCO .
Model
penelitian menunjukkan tingkat kecocokan yang baik, dengan nilai SRMR sebesar
0,0365 yang berada di bawah batas maksimum 0,08.
Temuan
Utama Penelitian
1️⃣ Orientasi Pemasaran Berkelanjutan → Meningkatkan Kinerja
Berkelanjutan
Orientasi
pemasaran berkelanjutan (Sustainable Marketing Orientation/SMO) memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan (β = 0,6477; p
< 0,000).
Artinya,
semakin kuat integrasi nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam strategi
pemasaran, semakin tinggi pula kinerja keberlanjutan usaha.
Pada
produsen skala kecil, strategi berbasis keberlanjutan bahkan menjadi sumber
utama keunggulan kompetitif.
2️⃣ Orientasi Pemasaran Berkelanjutan → Meningkatkan
Kepercayaan Konsumen
SMO
juga berpengaruh sangat kuat terhadap kepercayaan konsumen (β = 0,8233; p <
0,000)
Konsumen
organik sangat bergantung pada sinyal kredibilitas dan transparansi. Ketika
produsen konsisten menunjukkan komitmen terhadap praktik berkelanjutan, tingkat
kepercayaan meningkat signifikan.
3️⃣ Kepercayaan Konsumen → Meningkatkan
Kinerja Berkelanjutan
Kepercayaan
konsumen terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
berkelanjutan (β = 0,2817; p = 0,0058)
Meskipun
pengaruh langsungnya lebih kecil dibandingkan SMO, kepercayaan berfungsi
sebagai aset relasional yang memperkuat loyalitas, menstabilkan permintaan, dan
mendukung keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
4️⃣ Kepercayaan Konsumen Berperan sebagai
Mediasi Parsial
Analisis
mediasi menunjukkan bahwa SMO juga memengaruhi kinerja berkelanjutan melalui
kepercayaan konsumen (β tidak langsung = 0,2319; p = 0,0093).
Karena
pengaruh langsung tetap signifikan, pola ini disebut mediasi parsial.
Artinya,
orientasi pemasaran berkelanjutan meningkatkan kinerja melalui dua jalur:
- Jalur
langsung melalui strategi keberlanjutan
- Jalur
tidak langsung melalui pembentukan kepercayaan konsumen
Nilai
R² menunjukkan daya jelaskan model yang tinggi:
- 0,6778
untuk kepercayaan konsumen
- 0,7993
untuk kinerja berkelanjutan
Implikasi
Strategis
🔹 Bagi Produsen Sayur Organik
- Tingkatkan
transparansi klaim keberlanjutan.
- Pastikan
konsistensi antara komunikasi dan praktik nyata.
- Bangun
hubungan jangka panjang dengan konsumen.
🔹 Bagi Pemerintah dan Regulator
- Perkuat
sistem sertifikasi dan pengawasan klaim organik.
- Dorong
edukasi publik tentang pertanian berkelanjutan.
🔹 Bagi Pasar Organik
Keberlanjutan
bukan sekadar strategi promosi. Tanpa kepercayaan, klaim keberlanjutan tidak
akan menghasilkan kinerja jangka panjang.
Menurut
Walter Tabelessy dari Universitas Pattimura, keberhasilan strategi pemasaran
berkelanjutan sangat bergantung pada kemampuan produsen membangun dan menjaga
kepercayaan konsumen secara konsisten.
Profil
Penulis
- Walter Tabelessy - Universitas Pattimura, Ambon.
Sumber
Penelitian
Tabelessy, W. (2026).Sustainable
Marketing Orientation, Consumer Trust, and Sustainability Performance:
Empirical Evidence from the Organic Vegetable Market.
Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6 No. 1,
Februari 2026, hlm. 33–50.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i1.16135URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijba

0 Komentar