Investigasi Pembelajaran Berbicara Bahasa Inggris Menggunakan Saluran YouTube: Sebuah Studi di Sebuah SMA Swasta


Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Banten - YouTube Bantu Siswa SMA Indonesia Lebih Percaya Diri Berbicara Bahasa Inggris. Penelitian yang dilakukan oleh Nurul Afiyattena, Siti Hanna Sumedi, dan Tati Nurholis dari Universitas La Tansa Mashiro dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa gambaran nyata tentang pengalaman siswa menggunakan media digital yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. 

Penelitian yang dilakukan oleh 
Nurul AfiyattenaSiti Hanna Sumedi, dan Tati Nurholis dari Universitas La Tansa Mashiro menyoroti bahwa YouTube tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sumber belajar yang menghadirkan bahasa inggris autentik, kontekstual, dan mudah diakses.

Tantangan pembelajaran speaking di sekolah

Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi paling sulit dikuasai oleh pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Banyak siswa SMA masih mengalami hambatan berupa keterbatasan kosakata, pelafalan yang kurang tepat, rasa takut melakukan kesalahan, serta rendahnya kepercayaan diri saat harus berbicara di depan kelas. Metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan menekankan hafalan juga dinilai kurang memberi ruang praktik berbicara secara aktif.

Kondisi tersebut mendorong guru untuk mencari alternatif media pembelajaran yang lebih menarik dan relevan. YouTube, sebagai platform video yang akrab dengan remaja, menawarkan konten audiovisual yang menampilkan penggunaan bahasa Inggris secara alami. Melalui video, siswa dapat mendengar langsung cara berbicara penutur asli, memahami intonasi, serta meniru ekspresi yang digunakan dalam situasi nyata.

Bagaimana penelitian dilakukan

Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah satu SMA swasta di Indonesia, dengan melibatkan delapan siswa kelas X sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah untuk menggali pengalaman siswa selama mengikuti pembelajaran speaking berbasis YouTube.

Penelitian ini menitikberatkan pada
proses belajar siswa, persepsi mereka terhadap penggunaan YouTube, serta manfaat dan kendala yang dirasakan. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih kontekstual tentang bagaimana media digital digunakan dalam praktik pembelajaran sehari-hari di kelas.

Temuan utama penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube memberikan berbagai manfaat bagi siswa dalam belajar berbicara bahasa Inggris, meskipun dampaknya berbeda-beda tergantung pada tingkat kemampuan siswa. Temuan utama meliputi:

Paparan bahasa Inggris autentik, Video YouTube menghadirkan contoh penggunaan bahasa Inggris dalam konteks nyata, lengkap dengan aksen, intonasi, dan ekspresi sehari-hari. Hal ini membantu siswa memahami cara berbicara yang lebih alami.

Peningkatan kosakata dan pelafalan, 
Siswa mengaku memperoleh banyak kosakata baru serta memahami cara pengucapan yang lebih tepat melalui proses menonton dan meniru video.

Fleksibilitas belajar, 
YouTube memungkinkan siswa belajar kapan saja dan di mana saja. Video dapat diputar ulang sesuai kebutuhan, sehingga siswa dapat belajar sesuai kecepatan masing-masing tanpa tekanan.

Meningkatkan kepercayaan diri, 
Banyak siswa merasa lebih berani dan percaya diri berbicara bahasa Inggris setelah terbiasa mendengar dan mempraktikkan bahasa dari video YouTube.

Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa tidak semua siswa merasakan manfaat yang sama. Siswa dengan kemampuan dasar bahasa Inggris yang masih rendah menganggap beberapa video terlalu cepat dan sulit dipahami. Mereka membutuhkan materi yang lebih sederhana serta pendampingan yang lebih intensif dari guru.

Implikasi bagi dunia pendidikan

Temuan penelitian ini memiliki dampak praktis bagi berbagai pihak:

  • Bagi guru, YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran speaking yang efektif jika dipadukan dengan aktivitas diskusi, dialog, dan latihan berbicara.
  • Bagi siswa, YouTube membuka peluang belajar mandiri dan meningkatkan motivasi, terutama bagi siswa yang sudah memiliki dasar bahasa Inggris yang cukup.
  • Bagi sekolah, penelitian ini menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas digital dan akses internet yang memadai.
  • Bagi pembuat kebijakan, hasil studi ini mendukung perlunya pelatihan guru dalam pemanfaatan media digital secara pedagogis, bukan sekadar teknis.

Secara etis, para penulis menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran speaking berbasis YouTube sangat bergantung pada keseimbangan antara konten yang sesuai, pendampingan guru, dan keterlibatan aktif siswa.

Profil penulis

Nurul Afiyattena, M.Pd. Dosen Universitas La Tansa Mashiro.
Keahlian di bidang Pendidikan Bahasa Inggris dan pembelajaran berbasis media digital.

Siti Hanna Sumedi, M.Pd. Dosen Universitas La Tansa Mashiro.
Keahlian di bidang metodologi pengajaran bahasa Inggris.

Tati Nurholis, M.Pd. Dosen Universitas La Tansa Mashiro.
Keahlian di bidang English as a Foreign Language (EFL) dan inovasi pembelajaran.


Sumber Penelitian

Nurul Afiyattena, Siti Hanna Sumedi, Tati Nurholis. Investigating the English-Speaking Learning Using YouTube Channel: A Study at a Private High SchoolFormosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, hlm. 327-342.2026.

DOI : https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.56
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas


Posting Komentar

0 Komentar