Namun, penelitian ini juga mencatat
bahwa tidak semua siswa merasakan manfaat yang sama. Siswa dengan kemampuan
dasar bahasa Inggris yang masih rendah menganggap beberapa video terlalu cepat
dan sulit dipahami. Mereka membutuhkan materi yang lebih sederhana serta
pendampingan yang lebih intensif dari guru.
Implikasi bagi dunia pendidikan
Temuan penelitian ini memiliki dampak praktis bagi berbagai pihak:
- Bagi guru, YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran speaking yang efektif jika dipadukan dengan aktivitas diskusi, dialog, dan latihan berbicara.
- Bagi siswa, YouTube membuka peluang belajar mandiri dan meningkatkan motivasi, terutama bagi siswa yang sudah memiliki dasar bahasa Inggris yang cukup.
- Bagi sekolah, penelitian ini menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas digital dan akses internet yang memadai.
- Bagi pembuat kebijakan, hasil studi ini mendukung perlunya pelatihan guru dalam pemanfaatan media digital secara pedagogis, bukan sekadar teknis.
Secara etis, para penulis menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran speaking berbasis YouTube sangat bergantung pada keseimbangan antara konten yang sesuai, pendampingan guru, dan keterlibatan aktif siswa.
Profil penulis
Nurul Afiyattena, M.Pd. Dosen Universitas La Tansa Mashiro.
Keahlian di bidang Pendidikan Bahasa
Inggris dan pembelajaran berbasis media digital.
Siti Hanna Sumedi, M.Pd. Dosen Universitas La Tansa Mashiro.
Keahlian di bidang metodologi
pengajaran bahasa Inggris.
Tati Nurholis, M.Pd. Dosen Universitas La Tansa Mashiro.
Keahlian di bidang English as a
Foreign Language (EFL) dan inovasi pembelajaran.
Sumber Penelitian
Nurul Afiyattena, Siti Hanna Sumedi, Tati Nurholis. Investigating the English-Speaking Learning Using YouTube Channel: A Study at a Private High School. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, hlm. 327-342.2026.
DOI : https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.56
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar