Transparansi Keuangan Gereja Masih Lemah, Risiko Penyalahgunaan Dana Tinggi

Ilustrasi by AI

Maluku-Pengelolaan keuangan gereja di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih menghadapi persoalan serius terkait keterbukaan dan pertanggungjawaban. Fakta ini diungkap oleh Theophilia Fina Febrione Leiwakabessy dari Universitas Pattimura bersama Lilik Purwanti dari Universitas Brawijaya dalam artikel ilmiah yang terbit pada Januari 2026 di International Journal of Business and Applied Economics. Kajian ini penting karena lemahnya pengelolaan dana gereja terbukti meningkatkan risiko penyalahgunaan dana jemaat dan menurunkan kepercayaan publik.

Studi ini merangkum berbagai penelitian internasional dan nasional yang membahas bagaimana gereja mengelola dana sumbangan, persembahan, dan hibah, serta mengapa banyak gereja masih kesulitan menerapkan praktik keuangan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengapa Keuangan Gereja Jadi Sorotan

Sebagai organisasi nirlaba, gereja hidup dari kepercayaan jemaat. Dana yang dikelola berasal dari persembahan dan donasi yang seharusnya digunakan untuk pelayanan, kegiatan sosial, dan pembangunan. Namun, dalam praktiknya, berbagai kasus penyelewengan dana gereja terus muncul.

Penulis mencatat bahwa secara global, gereja mengalami kerugian sangat besar akibat penyalahgunaan dana. Di Indonesia sendiri, beberapa kasus korupsi dana gereja dan hibah keagamaan telah mencuat ke ranah hukum dan menimbulkan keguncangan kepercayaan jemaat.

Bagaimana Kajian Ini Dilakukan

Penelitian ini merangkum 33 artikel ilmiah yang terbit antara 2015–2025 dari berbagai negara. Sumber penelitian berasal dari jurnal nasional dan internasional yang membahas praktik pengelolaan keuangan gereja, pengalaman jemaat, serta kasus-kasus penyimpangan dana.

Dengan membandingkan berbagai temuan penelitian, penulis menyusun gambaran menyeluruh tentang pola masalah, praktik baik, dan celah yang masih sering terjadi dalam pengelolaan keuangan gereja.

Temuan Utama Penelitian

Hasil kajian menunjukkan beberapa temuan penting yang konsisten di berbagai negara:

  • Banyak gereja masih mengandalkan kepercayaan penuh kepada pengurus, tanpa pengawasan memadai.
  • Laporan keuangan sering kali tidak disampaikan secara terbuka atau hanya diketahui oleh segelintir pihak.
  • Kemampuan pengelola keuangan terbatas, karena sebagian besar adalah relawan tanpa latar belakang akuntansi.
  • Pemeriksaan keuangan rutin jarang dilakukan, sehingga penyimpangan sulit terdeteksi sejak dini.
  • Gereja yang lebih terbuka dalam menyampaikan laporan keuangan terbukti memiliki tingkat kepercayaan jemaat lebih tinggi.

Menurut Theophilia Fina Febrione Leiwakabessy (Universitas Pattimura), kepercayaan spiritual yang tinggi sering kali berubah menjadi “kepercayaan buta” jika tidak disertai sistem pengawasan yang jelas.

Dampak bagi Jemaat dan Masyarakat

Temuan ini menunjukkan bahwa lemahnya keterbukaan keuangan bukan hanya persoalan internal gereja. Ketika dana jemaat disalahgunakan, dampaknya merembet ke masyarakat luas, mulai dari terhambatnya kegiatan sosial hingga rusaknya reputasi lembaga keagamaan.

Sebaliknya, gereja yang menerapkan pengelolaan dana secara terbuka cenderung lebih dipercaya, lebih stabil secara keuangan, dan mampu menjalankan program sosial dengan lebih berkelanjutan.

Implikasi bagi Kebijakan dan Praktik Gereja

Penulis menekankan bahwa pengelolaan keuangan gereja perlu memadukan nilai iman dengan tata kelola yang baik. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain:

  • Pembagian tugas yang jelas dalam pengelolaan dana.
  • Penyampaian laporan keuangan secara rutin dan mudah dipahami jemaat.
  • Pemeriksaan keuangan berkala oleh pihak internal maupun eksternal.
  • Peningkatan pemahaman pengurus gereja tentang pengelolaan dana.
  • Pemanfaatan teknologi sederhana untuk pencatatan dan pelaporan.

Menurut Lilik Purwanti dari Universitas Brawijaya, keterbukaan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari tanggung jawab moral gereja kepada jemaat dan Tuhan.

Profil Penulis

  • Theophilia Fina Febrione Leiwakabessy, S.Ak., M.Ak. - Universitas Pattimura
  • Dr. Lilik Purwanti, S.E., M.Si., Ak. - Universitas Brawijaya

Sumber Penelitian

Leiwakabessy, T. F. F., & Purwanti, L. (2026).
From Faith to Governance: A Systematic Literature Review of Church Financial Accountability and Transparency.
International Journal of Business and Applied Economics, Vol. 5 No. 1.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.511
URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

Posting Komentar

0 Komentar