Inisiasi dan Pendampingan Kader 'Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja' bagi Siswa Sekolah


Gambar Ilustrasi AI


FORMOSA NEWS - Malang - Program Kader Anti-Narkoba di SMP Singosari Terbukti Tingkatkan Kesadaran Remaja. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh  Nailis Syifa, Engrid Juni Astuti, M. Artabah Muchlisin, Camelia Churil Aini, dan Almas Syamma dari Universitas Muhammadiyah Malang dalam artikel pengabdian yang terbit di Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Pengabdian ini menyoroti bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja terus menerus menjadi perhatian serius di Indonesia.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Nailis SyifaEngrid Juni AstutiM. Artabah MuchlisinCamelia Churil Aini, dan Almas Syamma dari Universitas Muhammadiyah Malang menyoroti bahwa adanya strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan, pendekatan berbasis edukasi serta partisipasi aktif siswa mulai dipandang sebagai solusi penting untuk membangun ketahanan remaja sejak dini.

Remaja dalam Fase Rentan


Remaja berada pada fase perkembangan yang dinamis, ditandai perubahan biologis, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada tahap ini, pengaruh teman sebaya dan lingkungan sekitar sangat kuat. Tanpa pendampingan dan edukasi yang memadai, remaja berisiko lebih mudah terpapar perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba.

 

SMP Negeri 1 Singosari, Kabupaten Malang, berada di kawasan semi-perkotaan dengan akses terbuka terhadap berbagai pengaruh eksternal. Meski dikenal sebagai sekolah berprestasi, sebelumnya belum ada program khusus pembentukan kader anti-narkoba. Kondisi ini mendorong tim Universitas Muhammadiyah Malang untuk menghadirkan program pencegahan berbasis sekolah yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga memberdayakan siswa sebagai agen perubahan.

 

Edukasi Interaktif, Bukan Sekadar Ceramah


Program ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah untuk memastikan program selaras dengan kalender akademik. Materi disusun menggunakan bahasa sederhana, visual menarik, dan metode interaktif agar mudah dipahami siswa tingkat SMP.

 

Sebanyak 35 siswa terpilih dari berbagai kelas mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan interaktif tentang jenis dan dampak narkoba, diskusi kelompok kecil, kuis edukatif, hingga simulasi sederhana tentang cara menolak ajakan menggunakan narkoba. Siswa juga dibekali pemahaman mengenai konsekuensi hukum dan dampak sosial dari penyalahgunaan zat adiktif.


Kreativitas sebagai Alat Edukasi


Salah satu sesi yang paling menarik adalah visualisasi dampak narkoba melalui gambar ilustratif. Para siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan diminta menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk gambar di atas karton. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan makna dari ilustrasi yang dibuat.

 

Hasilnya menunjukkan tingkat pemahaman yang kuat. Para kader mampu menjelaskan dampak narkoba terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, hubungan sosial, hingga prestasi akademik dengan bahasa mereka sendiri. Bahkan, salah satu kelompok menggunakan gaya ilustrasi anime untuk menyampaikan pesan anti-narkoba, menandakan kreativitas sekaligus kedalaman pemahaman.

 

Menurut tim peengabdian, kemampuan siswa menjelaskan kembali materi secara lisan dan visual menjadi indikator penting keberhasilan program. Para kader tidak hanya memahami materi, tetapi juga siap menyampaikannya kembali kepada teman sebaya.


Dampak bagi Sekolah dan Masyarakat


Tim peneliti menilai pembentukan kader anti-narkoba berbasis sekolah sebagai strategi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan. Dengan melibatkan siswa secara aktif, pesan pencegahan menyebar lebih luas melalui jejaring pertemanan dan lingkungan tempat tinggal mereka.

 

Model ini juga relevan bagi pembuat kebijakan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Sekolah dapat menjadi pusat edukasi pencegahan narkoba jika didukung kolaborasi dengan keluarga, masyarakat, serta lembaga terkait. Program serupa dinilai dapat direplikasi di sekolah lain dengan penyesuaian konteks lokal.


Profil Singkat Penulis


Nailis Syifa, S.Kep., Ns., M.Kep. Dosen Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian: keperawatan dan promosi kesehatan remaja.

Engrid Juni Astuti, S.Kep., Ns., M.Kep.
 Dosen Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian: keperawatan komunitas
.

M. Artabah Muchlisin, S.Kep., Ns., M.Kep.
 Akademisi Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian: pendidikan kesehatan.

Camelia Churil Aini, S.Kep., Ns., M.Kep.
 Dosen Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian: keperawatan anak dan remaja.

Almas Syamma
 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Keahlian: aktif dalam kegiatan edukasi dan pengabdian masyarakat.

Sumber Penelitian


Nailis Syifa, Engrid Juni Astuti, Artabah Muchlisin, Camelia Churil Aini, Almas Syamma. Initiating and Mentoring Cadres of “Drug Abuse Prevention in Teenagers” Among School StudentsAsian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 1, hlm. 35-44. 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i1.558

URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar