Pelatihan Praktis untuk Usaha Keluarga
Pelatihan dilaksanakan pada November 2025 dan diikuti oleh 25 ibu PKK yang aktif menjalankan usaha rumahan, seperti usaha kuliner, kerajinan tangan, dan jasa sederhana. Alih-alih menggunakan pendekatan teoritis yang rumit, pelatihan ini dikemas secara praktis dan interaktif.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan SDM
sebagai aset usaha, perencanaan tenaga kerja keluarga, pembagian peran berbasis
kompetensi, penguatan motivasi, komunikasi efektif, evaluasi kerja, hingga
pengembangan jejaring usaha. Peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi,
tetapi juga terlibat dalam diskusi kelompok, simulasi kasus, dan penyusunan
rencana aksi yang langsung bisa diterapkan di rumah.
Metode Pengabdian untuk Mengukur Dampak
Untuk mengukur dampak pelatihan, peneliti
menggunakan metode pre-test dan post-test dengan lima indikator utama:
pemahaman SDM sebagai aset usaha, kejelasan pembagian tugas, motivasi dan
apresiasi, komunikasi dan penyelesaian konflik, serta kolaborasi usaha. Skor
diberikan dalam rentang 0–100 untuk melihat perubahan pemahaman peserta sebelum
dan sesudah pelatihan.
Hasil Nyata dan Terukur
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang
konsisten pada seluruh indikator. Pemahaman peserta terhadap SDM keluarga
sebagai aset usaha naik dari skor rata-rata 42 menjadi 82. Kejelasan
pembagian tugas melonjak dari 35 menjadi 78, sementara aspek motivasi
dan apresiasi meningkat dari 48 menjadi 80. Komunikasi dan penyelesaian
konflik juga membaik dari 44 menjadi 76, dan kolaborasi usaha meningkat
dari 30 menjadi 70.
Perubahan ini tidak hanya terlihat pada angka,
tetapi juga pada kebiasaan kerja peserta. Banyak ibu PKK mulai menyusun
pembagian tugas sederhana di rumah, menetapkan jadwal kerja mingguan, serta
mengajak anggota keluarga berdiskusi mengenai target dan evaluasi usaha.
Beberapa peserta bahkan mulai melibatkan anak-anak dalam promosi digital
melalui media sosial.
Rekomendasi untuk Program Serupa
Pengabdian ini merekomendasikan agar program serupa
dikembangkan secara berkelanjutan dengan pendampingan jangka pendek selama
beberapa minggu. Tujuannya agar kebiasaan baru, seperti evaluasi rutin dan
pembagian peran, benar-benar mengakar. Integrasi dengan pelatihan digital,
khususnya pemasaran online, juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan
pasar usaha rumahan.
Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi,
pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat seperti PKK dapat memperkuat
dampak program pemberdayaan ekonomi keluarga secara lebih luas.
Profil Singkat Penulis
Fatimah
Azahra, S.E., M.M. Dosen
Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Bidang keahlian: manajemen sumber daya
manusia dan pemberdayaan UMKM.
Ryan
Yuniawan, S.E., M.M. Akademisi Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Bidang Keahlian: kewirausahaan dan
pengembangan usaha kecil berbasis komunitas.
Sumber Penelitian
Fatimah Azahra, Ryan Yuniawan. Improving the Effectiveness of Home Business Through Strengthening Family Human Resources Management in PKK Mothers. Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 1, hlm. 19-34. 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i1.550
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/ajcs

0 Komentar