Faktor-Faktor Pendorong Jaminan Keberlanjutan: Studi Empiris tentang Perusahaan Manufaktur Indonesia

Ilustrasi by AI

Tangerang Pemasaran Digital dan Manajemen Keuangan Terbukti Dongkrak Pendapatan UMKM. Penelitian yang dilakukan oleh Riska Febrianti, Yesita Astarina, Dwi Riana, dan Ulfah Muharramah dari Politeknik Negeri Sriwijaya, lalu dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE).

Penelitian yang dilakukan oleh Riska Febrianti, Yesita Astarina, Dwi Riana, dan Ulfah Muharramah menegaskan bahwa Kemampuan memanfaatkan pemasaran digital dan mengelola keuangan secara tertata terbukti meningkatkan pendapatan UMKM secara nyata. Hasil studi ini relevan karena pertumbuhan pendapatan masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha kecil di tengah persaingan pasar digital dan kenaikan biaya operasional.

Bagaimana penelitian dilakukan

Penelitian melibatkan pelaku UMKM yang aktif menjalankan usaha dan terlibat langsung dalam operasional harian. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada responden yang memenuhi kriteria pengalaman usaha dan keterlibatan manajerial. Jawaban responden kemudian dianalisis secara statistik untuk mengukur seberapa kuat praktik pemasaran digital dan manajemen keuangan memengaruhi pendapatan usaha. Pendekatan ini memberikan gambaran langsung hubungan antara perilaku manajerial dan hasil finansial usaha.

Secara ringkas, penelitian menilai apakah:

  1. penggunaan pemasaran digital meningkatkan pendapatan,
  2. manajemen keuangan yang baik berkontribusi pada kenaikan penghasilan, dan
  3. kombinasi keduanya memperkuat kinerja pendapatan UMKM.

Temuan utama di lapangan

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang jelas dan signifikan antara kemampuan manajerial dan keberhasilan finansial:

  • Pemasaran digital berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan UMKM. Pelaku usaha yang aktif menggunakan media sosial, platform online, dan saluran digital lainnya mencatat pertumbuhan pendapatan lebih tinggi.
  • Manajemen keuangan juga meningkatkan pendapatan secara signifikan. UMKM yang mencatat transaksi, memantau biaya, dan mengelola arus kas dengan tertib menunjukkan performa finansial yang lebih baik.
  • Kombinasi kedua faktor menghasilkan dampak lebih kuat dibandingkan salah satu saja. Promosi digital menarik pelanggan, sementara pengelolaan keuangan memastikan pendapatan berubah menjadi laba berkelanjutan.
  • Faktor internal manajemen menjelaskan porsi besar variasi pendapatan. Artinya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan kondisi pasar, tetapi juga kualitas pengelolaan internal.

Temuan ini menegaskan bahwa adopsi teknologi tanpa pengendalian keuangan tidak cukup, begitu pula pencatatan keuangan tanpa strategi pemasaran modern akan membatasi pertumbuhan. Keduanya membentuk siklus saling memperkuat: promosi meningkatkan penjualan, manajemen keuangan menjaga stabilitas dan kapasitas investasi ulang.

Mengapa pemasaran digital berperan besar

Pemasaran digital memperluas jangkauan pasar melampaui batas lokasi fisik. Media sosial, marketplace, dan komunikasi digital memungkinkan UMKM menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya relatif rendah. Peneliti mencatat bahwa konsistensi kehadiran online, interaksi dengan pelanggan, serta penguatan merek digital membuat usaha lebih kompetitif di pasar yang dinamis.

Namun peningkatan aktivitas penjualan juga menuntut kontrol keuangan yang lebih baik. Tanpa pencatatan dan perencanaan, kenaikan omzet bisa tergerus oleh pengeluaran tak terkendali. Penelitian ini menunjukkan bahwa UMKM dengan perencanaan anggaran, pencatatan biaya, dan pengelolaan arus kas yang baik mampu mengubah peningkatan penjualan menjadi kenaikan pendapatan bersih.

Dampak bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan

Bagi pelaku UMKM, pesan penelitian ini sangat praktis: menguasai pemasaran digital dan manajemen keuangan dasar dapat langsung berdampak pada peningkatan pendapatan. Program pelatihan yang menggabungkan strategi promosi media sosial dengan praktik pembukuan sederhana berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi nyata.

Bagi lembaga pendidikan dan pelatihan, hasil ini mendukung kurikulum terpadu yang menyatukan keterampilan digital dan literasi keuangan. Mengajarkan keduanya secara terpisah dapat mengurangi efektivitas, sedangkan pendekatan terintegrasi sesuai dengan kebutuhan riil usaha.

Di tingkat kebijakan, studi ini menekankan pentingnya mendorong transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat edukasi keuangan. Dukungan berupa akses platform digital, pendampingan, dan alat pembukuan sederhana dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan usaha kecil.

Pandangan akademik

Para peneliti dari Politeknik Negeri Sriwijaya menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan modal. Kompetensi manajerial—terutama dalam pemasaran digital dan pengendalian keuangan—menentukan keberlanjutan jangka panjang. Riset ini menempatkan peningkatan kapasitas internal sebagai strategi utama dalam memperkuat ekosistem usaha kecil Indonesia.

Profil Penulis

  • Riska Febrianti – Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Yesita Astarina –  Politeknik Negeri Sriwijaya.
  • Dwi Riana – Politeknik Negeri Sriwijaya.
  • Ulfah Muharramah –  Politeknik Negeri Sriwijaya.

Sumber penelitian:
Febrianti, R., Astarina, Y., Riana, D., & Muharramah, U. (2026). The Influence of Digital Marketing and Financial Management on MSME Income. 
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Vol. 5, No. 1 January 2026: 405-420

 DOI : https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.583

URL Resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae


Posting Komentar

0 Komentar