Surakarta—
Disiplin
Kerja dan Lingkungan Kerja Tingkatkan Kinerja Karyawan, Studi di Indonesia
Ungkap Bukti Nyata. Penelitian yang dilakukan oleh Nurmadi Harsa Sumarta yang
dipublikasikan pada
Januari 2026 di International
Journal of Business and Applied Economics (IJBAE).
Kinerja karyawan di perusahaan
Indonesia meningkat signifikan ketika disiplin kerja yang kuat didukung oleh
lingkungan kerja yang positif. Kesimpulan ini berasal dari riset akademisi
Universitas Bunda Mulia berdasarkan data yang dikumpulkan selama periode
2023–2024. Studi tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap aturan, tanggung
jawab individu, serta kondisi tempat kerja yang nyaman secara langsung
memengaruhi produktivitas dan hasil kerja. Temuan ini penting di tengah upaya
organisasi menjaga daya saing sekaligus kesejahteraan tenaga kerja dalam
situasi bisnis yang terus berubah.
Berbagai perusahaan menghadapi
tantangan serupa: keterlambatan, kurangnya fokus, stres kerja, serta kondisi
lingkungan yang belum sepenuhnya mendukung kinerja optimal. Meski teknologi
berkembang pesat, perilaku kerja sehari-hari dan suasana tempat kerja tetap
menjadi penentu utama tercapai atau tidaknya target organisasi. Karena itu,
disiplin kerja dan lingkungan kerja menjadi faktor internal yang sangat
strategis.
Disiplin kerja merujuk pada kepatuhan
karyawan terhadap peraturan, ketepatan waktu, tanggung jawab, serta komitmen
menyelesaikan tugas sesuai standar. Lingkungan kerja mencakup aspek fisik
seperti pencahayaan, tata ruang, suhu, dan keamanan, serta aspek sosial seperti
hubungan antar rekan kerja dan atasan. Kedua unsur ini membentuk kenyamanan,
motivasi, dan efisiensi karyawan dalam bekerja.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian menggunakan metode survei
kuantitatif terhadap karyawan yang bekerja di lingkungan organisasi. Responden
mengisi kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat disiplin kerja, persepsi
terhadap lingkungan kerja, serta indikator kinerja individu seperti
produktivitas, kualitas hasil kerja, dan ketepatan penyelesaian tugas.
Data dianalisis menggunakan model
statistik untuk melihat pengaruh disiplin dan lingkungan kerja terhadap
kinerja. Hasil analisis menunjukkan model mampu menjelaskan kinerja karyawan
dengan baik, menegaskan bahwa kedua variabel tersebut memiliki peran yang nyata
dan terukur dalam menentukan hasil kerja.
Temuan Utama
Penelitian ini menghasilkan sejumlah
kesimpulan penting:
1. Disiplin kerja berpengaruh positif
signifikan terhadap kinerja karyawan.
Karyawan yang mematuhi aturan, mengelola waktu dengan baik, dan menunjukkan
tanggung jawab cenderung menyelesaikan pekerjaan lebih akurat dan konsisten.
Disiplin membantu meningkatkan efisiensi dan menekan kesalahan.
2. Lingkungan kerja juga berpengaruh
positif signifikan.
Kondisi fisik yang nyaman serta hubungan sosial yang suportif membuat karyawan
lebih fokus dan termotivasi. Tempat kerja yang aman dan tertata mengurangi
stres serta meningkatkan kualitas hasil kerja.
3. Disiplin dan lingkungan kerja
saling melengkapi.
Kinerja terbaik muncul ketika disiplin tinggi didukung lingkungan kerja yang
baik. Karyawan yang disiplin tetap bisa mengalami hambatan jika kondisi kerja
buruk, sementara lingkungan nyaman saja tidak cukup tanpa perilaku kerja yang
bertanggung jawab.
4. Kualitas tempat kerja memengaruhi
keberhasilan organisasi.
Penelitian ini menegaskan bahwa kondisi internal perusahaan bukan sekadar
detail operasional, tetapi faktor strategis yang memengaruhi produktivitas dan
daya saing.
Dampak bagi Dunia Usaha
Bagi perusahaan, hasil ini menekankan
pentingnya penegakan aturan kerja secara konsisten dan adil. Standar kinerja
yang jelas membantu karyawan menjaga profesionalisme. Di sisi lain, investasi
pada perbaikan lingkungan kerja—seperti pencahayaan yang memadai, fasilitas
ergonomis, keamanan, dan komunikasi yang sehat—juga penting.
Departemen sumber daya manusia dapat
memanfaatkan temuan ini untuk merancang kebijakan yang menyeimbangkan
kedisiplinan dan kenyamanan kerja. Sistem manajemen kinerja, pemantauan
kehadiran, serta pembinaan atasan perlu berjalan seiring dengan upaya menciptakan
lingkungan kerja yang suportif.
Secara lebih luas, peningkatan
produktivitas karyawan berkontribusi pada stabilitas ekonomi. Perusahaan yang
memperbaiki disiplin dan lingkungan kerja tidak hanya meningkatkan output,
tetapi juga kepuasan kerja serta menurunkan tingkat turnover.
Implikasi bagi Pendidikan dan
Kebijakan
Program pendidikan bisnis dan
manajemen dapat menggunakan temuan ini untuk menekankan pentingnya praktik
manajemen sumber daya manusia, bukan hanya keterampilan teknis. Calon manajer
perlu memahami bahwa struktur kerja dan perilaku karyawan sangat memengaruhi
hasil organisasi.
Bagi pembuat kebijakan, riset ini
menunjukkan bahwa standar keselamatan kerja, regulasi lingkungan kerja, dan
program kesejahteraan karyawan berkontribusi tidak langsung pada produktivitas
nasional. Dukungan terhadap perusahaan dalam menciptakan tempat kerja yang
layak dapat memberi dampak ekonomi luas.
Akademisi Universitas Bunda Mulia
menegaskan bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada teknologi
canggih. Disiplin yang konsisten dan lingkungan kerja yang mendukung tetap
menjadi fondasi organisasi yang efektif.
Profil Peneliti
Nurmadi Harsa Sumarta. – Universitas Sebelas Maret
Sumber Penelitian
Nurmadi Harsa Sumarta. Work Discipline and Work Environment on
Employee Performance. International Journal of Business and Applied
Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 1, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.559
URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae
.png)
0 Komentar