Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk terhadap Berita Online “Respons Menko Muhaimin, DPR, dan Mensos terhadap Mundurnya 160 Guru Sekolah Rakyat”

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Magelang - Analisis Media Ungkap Cara Berita Guru Mundur Dibingkai Pemerintah dan DPR. Penelitian yang dilakukan oleh Ikeayu Mulan Saputri, Khafid Hidayat, dan Muhamad Arifudin dari Universitas Tidar dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa pengunduran diri 160 guru Sekolah Rakyat tak hanya menjadi isu pendidikan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana media membingkai peran pemerintah.

Penelitian yang dilakukan oleh 
keayu Mulan SaputriKhafid Hidayat, dan Muhamad Arifudin dari Universitas Tidar menyoroti bahwa bagaimana bahasa, struktur berita, dan pilihan kutipan digunakan untuk membangun makna tertentu di mata pembaca.

Latar Belakang: Isu Pendidikan dan Konstruksi Media

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan. Namun, kurang dari sebulan setelah program berjalan, 160 guru mengundurkan diri. Alasan utama yang muncul adalah penempatan kerja yang terlalu jauh dari domisili.

Dalam konteks media, peristiwa ini tidak berdiri sendiri. Saputri dan tim menegaskan bahwa pemberitaan selalu melibatkan konstruksi makna. Media memilih sudut pandang, mengatur struktur berita, serta menentukan siapa yang diberi ruang bicara. Di sinilah Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk digunakan untuk membedah bagaimana berita tersebut dibingkai.

Van Dijk membagi analisis teks menjadi tiga lapisan: struktur makro (tema besar), superstruktur (kerangka penyajian berita), dan struktur mikro (pilihan kata, kalimat, hingga elemen retorika).

Metodologi: Membaca Teks Secara Kritis

Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan telaah isi terhadap teks berita Tempo. Pendekatan yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Artinya, peneliti tidak menghitung angka, melainkan membedah makna, pola, dan relasi kuasa dalam teks. Fokusnya bukan pada benar atau salahnya kebijakan, melainkan bagaimana peristiwa dikonstruksi melalui bahasa.

Temuan Utama: Masalah Diakui, Dampak Diredam

Pada struktur makro, peneliti menemukan bahwa tema utama berita adalah pengunduran diri massal guru akibat penempatan kerja yang jauh dari domisili. Namun, tema ini selalu diiringi subtopik tentang kesiapan pemerintah menyediakan guru pengganti. Artinya, sejak awal berita tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga langsung menawarkan narasi solusi.

Dalam superstruktur, judul dan paragraf pembuka menekankan respons pejabat tinggi negara. Penempatan ini memberi kesan bahwa kasus tersebut serius, tetapi sekaligus terkendali karena langsung ditangani pemerintah. Alur berita disusun sistematis: dimulai dari peristiwa, dilanjutkan dampak, lalu ditutup dengan pernyataan pejabat yang menenangkan publik.

Sementara itu, pada struktur mikro, bahasa yang digunakan cenderung menonjolkan peran aktif pemerintah. Kalimat seperti “stok guru masih sangat besar” atau “lebih dari 50.000 lulusan PPG siap menggantikan” berulang kali muncul. Menurut peneliti, pilihan bahasa ini berfungsi meredam kekhawatiran publik dan membingkai masalah sebagai kendala teknis, bukan kegagalan kebijakan.

“Issue pengunduran diri guru memang diakui, tetapi konstruksi bahasanya menempatkan pemerintah sebagai pihak yang sigap, siap, dan tetap memegang kendali,” tulis para peneliti dari Universitas Tidar.

Implikasi: Mengapa Analisis Ini Penting?

Penelitian ini menunjukkan bahwa media tidak sepenuhnya netral. Struktur teks dapat memengaruhi cara publik memahami kebijakan pendidikan.

Implikasinya luas:

  • Bagi masyarakat, analisis ini meningkatkan literasi media agar pembaca lebih kritis.
  • Bagi pembuat kebijakan, ini menjadi refleksi bahwa narasi publik turut menentukan persepsi keberhasilan program.
  • Bagi akademisi, studi ini memperkuat relevansi AWK dalam kajian pendidikan dan kebijakan publik.
  • Bagi dunia jurnalistik, penelitian ini menjadi pengingat bahwa struktur dan pilihan bahasa memiliki konsekuensi ideologis.

Profil Penulis

Ikeayu Mulan Saputri, S.Pd. – Mahasiswa dan peneliti di Universitas Tidar,
Bidang kajian bahasa dan analisis wacana media

Khafid Hidayat, M.Pd. – Dosen Universitas Tidar,
Bidang keahlian: linguistik dan pendidikan bahasa

Muhamad Arifudin, M.Hum. – Dosen Universitas Tidar,
Bidang Keahlian: fokus pada kajian wacana dan media

Sumber Penelitian

Saputri, I. M., Hidayat, K., & Arifudin, M. (2026). Critical Discourse Analysis of Van Dijk Model on Online News “Responses of Coordinating Minister Muhaimin, DPR, and Minister of Social Affairs to the Resignation of 160 Public School Teachers.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, hlm. 167–184.
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.543  
URL:
https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas


Posting Komentar

0 Komentar