Penelitian yang dilakukan oleh keayu Mulan Saputri, Khafid Hidayat, dan Muhamad Arifudin dari Universitas Tidar menyoroti bahwa bagaimana bahasa, struktur berita, dan pilihan kutipan digunakan untuk membangun makna tertentu di mata pembaca.
Latar Belakang: Isu Pendidikan dan Konstruksi Media
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan. Namun, kurang dari sebulan setelah program berjalan, 160 guru mengundurkan diri. Alasan utama yang muncul adalah penempatan kerja yang terlalu jauh dari domisili.
Dalam konteks media, peristiwa ini tidak berdiri sendiri. Saputri dan tim menegaskan bahwa pemberitaan selalu melibatkan konstruksi makna. Media memilih sudut pandang, mengatur struktur berita, serta menentukan siapa yang diberi ruang bicara. Di sinilah Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk digunakan untuk membedah bagaimana berita tersebut dibingkai.
Van Dijk membagi analisis teks menjadi tiga lapisan: struktur makro (tema besar), superstruktur (kerangka penyajian berita), dan struktur mikro (pilihan kata, kalimat, hingga elemen retorika).
Metodologi: Membaca Teks Secara Kritis
Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan telaah isi terhadap teks berita Tempo. Pendekatan yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Artinya, peneliti tidak menghitung angka, melainkan membedah makna, pola, dan relasi kuasa dalam teks. Fokusnya bukan pada benar atau salahnya kebijakan, melainkan bagaimana peristiwa dikonstruksi melalui bahasa.
Temuan Utama: Masalah Diakui, Dampak Diredam
Pada struktur makro, peneliti menemukan
bahwa tema utama berita adalah pengunduran diri massal guru akibat penempatan
kerja yang jauh dari domisili. Namun, tema ini selalu diiringi subtopik tentang
kesiapan pemerintah menyediakan guru pengganti. Artinya, sejak awal berita tidak
hanya menyoroti masalah, tetapi juga langsung menawarkan narasi solusi.
Dalam superstruktur, judul dan paragraf
pembuka menekankan respons pejabat tinggi negara. Penempatan ini memberi kesan
bahwa kasus tersebut serius, tetapi sekaligus terkendali karena langsung
ditangani pemerintah. Alur berita disusun sistematis: dimulai dari peristiwa,
dilanjutkan dampak, lalu ditutup dengan pernyataan pejabat yang menenangkan
publik.
Sementara itu, pada struktur mikro,
bahasa yang digunakan cenderung menonjolkan peran aktif pemerintah. Kalimat
seperti “stok guru masih sangat besar” atau “lebih dari 50.000
lulusan PPG siap menggantikan” berulang kali muncul. Menurut peneliti,
pilihan bahasa ini berfungsi meredam kekhawatiran publik dan membingkai masalah
sebagai kendala teknis, bukan kegagalan kebijakan.
“Issue pengunduran diri guru memang diakui, tetapi konstruksi bahasanya menempatkan pemerintah sebagai pihak yang sigap, siap, dan tetap memegang kendali,” tulis para peneliti dari Universitas Tidar.
Implikasi: Mengapa Analisis Ini Penting?
Penelitian ini menunjukkan bahwa media tidak sepenuhnya netral. Struktur teks dapat memengaruhi cara publik memahami kebijakan pendidikan.
Implikasinya luas:
- Bagi masyarakat, analisis ini meningkatkan literasi media agar pembaca lebih kritis.
- Bagi pembuat kebijakan, ini menjadi refleksi bahwa narasi publik turut menentukan persepsi keberhasilan program.
- Bagi akademisi, studi ini memperkuat relevansi AWK dalam kajian pendidikan dan kebijakan publik.
- Bagi dunia jurnalistik, penelitian ini menjadi pengingat bahwa struktur dan pilihan bahasa memiliki konsekuensi ideologis.
Profil Penulis
Ikeayu Mulan Saputri, S.Pd. –
Mahasiswa dan peneliti di Universitas Tidar,
Bidang kajian bahasa dan
analisis wacana media
Khafid Hidayat, M.Pd. –
Dosen Universitas Tidar,
Bidang keahlian: linguistik dan pendidikan bahasa
Muhamad Arifudin, M.Hum. –
Dosen Universitas Tidar,
Bidang Keahlian: fokus pada kajian wacana dan media
Sumber Penelitian
Saputri, I. M., Hidayat, K., & Arifudin,
M. (2026). Critical Discourse Analysis of Van Dijk Model on Online News
“Responses of Coordinating Minister Muhaimin, DPR, and Minister of Social
Affairs to the Resignation of 160 Public School Teachers.” Formosa Journal of
Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, hlm. 167–184.
DOI:https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.543
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar