Analisis Infrastruktur Teknologi Informasi sebagai Landasan Strategis untuk Transformasi Digital


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Palembang - Infrastruktur TI Jadi Kunci Transformasi Digital, Studi Universitas Multi Data Palembang Ungkap Tantangan Strategis. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Hafis, Muhammad Junaidi, Abel Muhammad Zahrian, Alfatihah Rizqullaah, dan Dicky Pratama dari Universitas Multi Data Palembang dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa keberhasilan layanan digital tidak hanya bergantung pada aplikasi canggih, tetapi pada fondasi infrastruktur yang kuat, aman, dan dikelola secara strategis. 

Penelitian yang dilakukan oleh 
Muhammad HafisMuhammad JunaidiAbel Muhammad ZahrianAlfatihah Rizqullaah, dan Dicky Pratama dari Universitas Multi Data Palembang menyoroti bahwa 
transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan aplikasi canggih, tetapi sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur TI, tata kelola yang kuat, dan keamanan siber yang terintegrasi.

Transformasi digital dan masalah infrastruktur di lapangan

Penelitian dari Universitas Multi Data Palembang menyoroti bahwa masalah utama sering kali terletak pada infrastruktur TI yang lemah, baik dari sisi jaringan, kapasitas sistem, maupun keamanan. Infrastruktur yang tidak adaptif membuat organisasi kesulitan merespons lonjakan data, perubahan kebutuhan pengguna, dan ancaman siber yang semakin kompleks.

Selain itu, kesenjangan kompetensi sumber daya manusia dan lemahnya tata kelola TI memperbesar risiko kegagalan transformasi digital. Tanpa arah strategis yang jelas, investasi teknologi berpotensi menjadi beban biaya, bukan pengungkit kinerja.

Metodologi: membaca ulang peta besar transformasi digital

Berbeda dengan studi lapangan atau survei, penelitian ini menggunakan studi literatur sistematis sederhana. Tim peneliti menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi resmi yang membahas infrastruktur TI dan transformasi digital.

Temuan dari berbagai sumber tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dan dikelompokkan ke dalam tiga dimensi utama: teknologi, manajerial, dan keamanan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat transformasi digital secara utuh, tidak terpisah-pisah antara aspek teknis dan nonteknis.

Dengan metode ini, artikel memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana infrastruktur TI berfungsi sebagai fondasi strategis, bukan sekadar alat pendukung operasional.

Temuan utama: cloud, jaringan adaptif, dan keamanan siber

Hasil analisis menunjukkan bahwa ada tiga komponen infrastruktur TI yang paling menentukan keberhasilan transformasi digital.

Pertama, cloud computing. Teknologi cloud memberikan fleksibilitas dan skalabilitas tinggi, memungkinkan organisasi menyesuaikan kapasitas sistem sesuai kebutuhan. Peralihan dari infrastruktur fisik ke model berbasis layanan juga dinilai lebih efisien secara biaya dan operasional.

Kedua, jaringan adaptif. Infrastruktur jaringan yang andal dan fleksibel menjadi tulang punggung layanan digital. Tanpa jaringan yang stabil, layanan daring rentan mengalami gangguan yang berdampak langsung pada kepuasan dan kepercayaan pengguna.

Ketiga, cybersecurity. Keamanan siber muncul sebagai faktor krusial yang tidak bisa dipisahkan dari desain infrastruktur. Penelitian ini menegaskan pentingnya prinsip security by design, yaitu keamanan yang sudah terintegrasi sejak tahap perancangan sistem, bukan ditambahkan belakangan.

Namun, penelitian juga menemukan bahwa kemajuan teknologi ini sering tidak diimbangi oleh kesiapan tata kelola dan kualitas sumber daya manusia. Banyak organisasi memiliki teknologi memadai, tetapi belum mampu mengelolanya secara strategis.

Dampak dan implikasi bagi sektor publik dan swasta

Temuan ini memiliki implikasi luas. Bagi pemerintah, studi ini memperkuat pesan bahwa digitalisasi layanan publik harus dimulai dari penguatan infrastruktur TI dan tata kelola yang matang. Layanan digital yang aman dan andal berkontribusi langsung pada kepercayaan publik.

Bagi dunia usaha, infrastruktur TI yang adaptif dan aman menjadi kunci daya saing di era ekonomi digital. Perusahaan yang mengabaikan aspek ini berisiko tertinggal, terutama ketika menghadapi perubahan pasar yang cepat dan ancaman siber yang terus berkembang.

Dalam konteks pendidikan dan pengembangan SDM, penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi di bidang manajemen TI dan keamanan digital, bukan hanya keterampilan teknis semata.

Profil penulis

Muhammad Hafis, mahasiswa dan peneliti bidang sistem informasi dan transformasi digital, Universitas Multi Data Palembang.

Muhammad Junaidi, akademisi di bidang teknologi informasi dan manajemen TI, Universitas Multi Data Palembang.

Abel Muhammad Zahrian, peneliti bidang infrastruktur TI dan layanan digital, Universitas Multi Data Palembang.

Alfatihah Rizqullaah, peneliti bidang transformasi digital dan tata kelola TI, Universitas Multi Data Palembang.

Dicky Pratama, peneliti bidang sistem informasi dan keamanan siber, Universitas Multi Data Palembang.

Sumber Penelitian

Muhammad Hafis, Muhammad Junaidi, Abel Muhammad Zahrian, Alfatihah Rizqullaah, Dicky Pratama “Analysis of Information Technology Infrastructure as a Strategic Foundation for Digital Transformation”. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Vol. 5, No. 1 2026
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.556  
URL:
https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar