Adopsi Seabank oleh Generasi Z di Kota Semarang: Pendekatan Model Penerimaan Teknologi (TAM) yang Diperluas

Ilustrasi by AI

Semarang— Kepercayaan dan Pengaruh Sosial Jadi Kunci Adopsi SeaBank di Kalangan Gen Z Semarang. Penelitian yang dilakukan oleh Afiat Sadida, Rani Raharjanti, dan Nurul Azmi dari Politeknik Negeri Semarang yang dipublikasikan pada Februari 2026 dalam Indonesian Journal of Business Analytics.

Penelitian yang dilakukan oleh Afiat Sadida, Rani Raharjanti, dan Nurul Azmi mengungkapkan bahwa generasi Z di Kota Semarang memilih menggunakan SeaBank bukan semata karena kemudahan aplikasi, melainkan karena rasa percaya dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini menyoroti faktor-faktor utama yang membentuk minat generasi muda terhadap layanan perbankan digital, di tengah meningkatnya persaingan fintech dan isu keamanan data.

Latar Belakang: Gen Z dan Bank Digital

Transformasi digital di sektor keuangan mendorong bank untuk beralih ke layanan berbasis aplikasi. SeaBank, yang terintegrasi dengan platform e-commerce Shopee, menjadi salah satu pemain utama yang populer di kalangan anak muda.

Aplikasi ini menawarkan kemudahan transaksi, cashback, dan antarmuka yang ramah pengguna. Namun, popularitas saja tidak cukup. Kekhawatiran tentang keamanan data dan transparansi layanan tetap memengaruhi keputusan pengguna, terutama setelah sejumlah insiden siber di sektor perbankan nasional.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti dari Politeknik Negeri Semarang mencoba menjawab pertanyaan utama: faktor apa yang paling menentukan minat Generasi Z untuk mengadopsi SeaBank?

Temuan Utama: Bukan Sekadar Mudah Dipakai

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua faktor memiliki pengaruh yang sama. Beberapa temuan utama antara lain:

  1. Manfaat aplikasi berpengaruh positif
    Pengguna cenderung tertarik jika merasa SeaBank membantu aktivitas keuangan mereka menjadi lebih cepat dan efisien.
  2. Kepercayaan menjadi faktor penting
    Rasa aman terhadap perlindungan data dan transaksi sangat memengaruhi sikap pengguna.
  3. Pengaruh sosial paling kuat
    Rekomendasi teman, keluarga, komunitas, dan media sosial memiliki dampak terbesar terhadap sikap pengguna.
  4. Kemudahan penggunaan tidak signifikan
    Berbeda dari generasi sebelumnya, Gen Z menganggap kemudahan sebagai hal yang “sudah sewajarnya”, sehingga tidak lagi menjadi faktor penentu.
  5. Sikap positif mendorong niat menggunakan
    Jika pengguna memiliki pandangan positif terhadap SeaBank, mereka hampir pasti berniat untuk terus memakai dan merekomendasikannya.

Secara statistik, pengaruh sosial dan kepercayaan tercatat memiliki dampak lebih besar dibandingkan faktor teknis seperti antarmuka atau fitur.

Mengapa Kemudahan Tidak Lagi Menjadi Penentu?

Salah satu temuan menarik adalah tidak signifikannya peran kemudahan penggunaan. Bagi Generasi Z, menggunakan aplikasi digital sudah menjadi bagian dari keseharian. Mereka terbiasa berpindah-pindah platform, mempelajari fitur baru, dan beradaptasi dengan cepat.

Akibatnya, aplikasi yang “mudah dipakai” tidak lagi dianggap sebagai keunggulan khusus, melainkan sebagai standar minimum. Yang lebih diperhatikan adalah apakah aplikasi tersebut bisa dipercaya dan direkomendasikan oleh lingkungan sekitar.

Seperti dijelaskan dalam pembahasan penelitian, “bagi Generasi Z, kepercayaan dan dorongan sosial lebih menentukan daripada sekadar desain aplikasi.”

Dampak bagi Industri Perbankan Digital

Hasil penelitian ini memberikan pelajaran penting bagi bank digital dan perusahaan fintech di Indonesia.

Pertama, membangun sistem keamanan yang kuat harus menjadi prioritas utama. Pengguna muda sangat peka terhadap isu kebocoran data dan penipuan digital.

Kedua, transparansi layanan perlu diperkuat. Informasi tentang biaya, kebijakan privasi, dan perlindungan konsumen harus disampaikan secara jelas.

Ketiga, strategi pemasaran perlu memanfaatkan komunitas dan media sosial. Kampanye berbasis testimoni, influencer, dan rekomendasi pengguna terbukti lebih efektif daripada iklan konvensional.

Keempat, fokus pada pengalaman pengguna yang bermakna. Bukan hanya cepat dan praktis, tetapi juga memberi rasa aman dan relevan dengan gaya hidup anak muda.

Bagi pembuat kebijakan, temuan ini juga menjadi pengingat bahwa literasi digital dan perlindungan konsumen harus terus ditingkatkan, terutama bagi generasi muda.

Suara Peneliti

Tim peneliti menegaskan bahwa sikap pengguna menjadi jembatan utama antara persepsi dan keputusan menggunakan layanan.

Afiat Sadida dan tim menyimpulkan bahwa “kepercayaan dan pengaruh sosial adalah fondasi utama adopsi bank digital di kalangan Generasi Z, sementara kemudahan penggunaan sudah dianggap sebagai hal yang wajar.”

Mereka juga menyarankan agar penelitian selanjutnya membandingkan perilaku pengguna di kota lain atau generasi berbeda untuk memperkaya pemahaman tentang adopsi teknologi keuangan.

Profil Singkat Penulis

  • Afiat Sadida, S.E., M.M._ Politeknik Negeri Semarang
  • Rani Raharjanti, S.E., M.M._ Politeknik Negeri Semarang
  • Nurul Azmi, S.E., M.M._Politeknik Negeri Semarang

Sumber Penelitian

Afiah,Rani,Nurul. “Adoption of Seabank by Generation Z in Semarang City: An Extended Technology Acceptance Model (TAM) Approach” Indonesian Journal of Business Analytics, Vol. 6 No. 1, Februari 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i1.16186

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijba


Posting Komentar

0 Komentar