Penelitian ini menunjukkan bahwa pertanian berkelanjutan berperan strategis dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah ancaman non-tradisional seperti krisis pangan, perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga konflik sosial akibat kelangkaan sumber daya. Studi tersebut menegaskan bahwa keamanan negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan negara menjamin pangan yang aman, stabil, dan berkelanjutan.
Ketahanan Pangan sebagai Fondasi Keamanan Negara
Dalam risetnya, para penulis menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama keamanan nasional modern. Negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya rentan terhadap instabilitas ekonomi, tekanan sosial, hingga konflik horizontal.
“Ketergantungan pada impor pangan dan degradasi lingkungan memperbesar kerentanan negara terhadap guncangan global,” tulis Afifah Hanaa Nur Alaf dalam artikelnya.
Melalui pendekatan kajian literatur terhadap jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen institusi internasional, penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pertanian konvensional yang bergantung pada bahan kimia telah menimbulkan berbagai masalah, mulai dari pencemaran tanah dan air hingga menurunnya kualitas pangan.
Sebaliknya, pertanian berkelanjutan dinilai mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas, kesehatan lingkungan, dan stabilitas sosial.
Apa Itu Pertanian Berkelanjutan?
Pertanian berkelanjutan merupakan sistem produksi pangan yang mengutamakan kelestarian lingkungan, efisiensi sumber daya, dan kesejahteraan sosial. Sistem ini menghindari penggunaan bahan kimia berlebihan serta mengandalkan praktik ramah lingkungan seperti rotasi tanaman, agroforestri, konservasi tanah, dan pengelolaan air yang efisien.
Menurut penelitian ini, pertanian berkelanjutan tidak hanya menghasilkan pangan yang lebih sehat, tetapi juga menjaga kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan daya tahan negara terhadap krisis pangan global.
Hubungan Langsung dengan Stabilitas Nasional
Penelitian ini menyoroti bahwa ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas sosial dan politik. Ketika pasokan pangan terganggu, risiko konflik sosial meningkat. Hal ini diperkuat oleh berbagai studi internasional yang menunjukkan bahwa krisis pangan sering kali menjadi pemicu kerusuhan dan instabilitas politik.
Dengan menerapkan pertanian berkelanjutan, negara dapat:
- Mengurangi ketergantungan impor pangan
- Menjaga kestabilan harga bahan pokok
- Meminimalkan dampak perubahan iklim
- Meningkatkan kesehatan masyarakat
- Mengurangi potensi konflik sosial
“Ketahanan pangan yang kuat akan memperkuat ketahanan nasional secara keseluruhan,” tulis para peneliti.
Bukti dari Negara Maju
Penelitian ini juga menyoroti praktik baik dari Korea Selatan. Berdasarkan Food Sustainability Index, Korea Selatan termasuk negara dengan performa tinggi dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan. Pemerintahnya mengintegrasikan teknologi pertanian pintar, pengelolaan lahan berkelanjutan, dan cadangan pangan strategis sebagai bagian dari kebijakan keamanan nasional.
Langkah tersebut terbukti meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan akibat krisis global.
Tantangan Penerapan di Negara Berkembang
Meski potensinya besar, penerapan pertanian berkelanjutan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini mencatat beberapa tantangan utama, antara lain:
- Minimnya insentif bagi petani
- Kurangnya edukasi dan pendampingan teknis
- Keterbatasan modal dan teknologi
- Lemahnya koordinasi antar lembaga pemerintah
Tanpa dukungan kebijakan yang kuat, petani cenderung kembali ke pola pertanian konvensional yang lebih cepat menghasilkan keuntungan jangka pendek, meski merusak lingkungan dalam jangka panjang.
Pertanian sebagai Infrastruktur Keamanan
Salah satu temuan penting penelitian ini adalah gagasan bahwa pertanian harus dipandang sebagai infrastruktur strategis negara, sejajar dengan sektor energi dan pertahanan.
Menurut para penulis, pemerintah perlu memasukkan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan ke dalam kerangka kebijakan keamanan nasional. Hal ini mencakup:
- Integrasi pertanian dalam perencanaan keamanan nasional
- Investasi teknologi pertanian ramah lingkungan
- Penguatan cadangan pangan nasional
- Peningkatan koordinasi lintas sektor
Pendekatan ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan masa depan seperti perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, dan pertumbuhan penduduk.
Kesimpulan: Pertanian Bukan Lagi Sekadar Urusan Pangan
Penelitian ini menegaskan bahwa pertanian berkelanjutan bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi, melainkan bagian penting dari strategi keamanan nasional. Negara yang mampu menjaga sistem pangannya akan lebih siap menghadapi krisis global, menjaga stabilitas sosial, dan melindungi kesejahteraan rakyatnya.
“Pertanian berkelanjutan harus diposisikan sebagai investasi strategis jangka panjang bagi ketahanan negara,” tulis Afifah dan tim peneliti.

0 Komentar