Pelatihan Observasi Perkembangan Anak Tingkatkan Kompetensi Guru TK di Sumatra Utara

AI-generated illustration

Guru taman kanak-kanak yang mengikuti pelatihan observasi perkembangan anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menilai tumbuh kembang peserta didik secara sistematis dan objektif. Temuan ini dilaporkan oleh Nurul Alisha Syarifuddin dan Fasti Rola dari Universitas Sumatra Utara dalam artikel ilmiah yang terbit pada 2026 di Indonesian Journal of Education and Psychological Science (IJEPS). Hasil penelitian ini penting karena kualitas observasi guru menjadi fondasi utama pembelajaran anak usia dini dan menentukan ketepatan komunikasi perkembangan anak kepada orang tua.

Penelitian tersebut berangkat dari kondisi nyata di sebuah lembaga pendidikan anak usia dini, RA-X, tempat guru kerap kesulitan mencatat perkembangan anak secara terstruktur. Observasi sering dilakukan berdasarkan ingatan atau catatan singkat, sehingga laporan perkembangan anak menjadi terlalu umum dan kurang informatif. Situasi ini tidak hanya menyulitkan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak, tetapi juga membuat orang tua kesulitan memahami kemajuan anak mereka secara konkret.

Tantangan observasi perkembangan anak usia dini

Observasi perkembangan merupakan bagian inti dari pendidikan anak usia dini. Melalui pengamatan yang konsisten, guru dapat mengenali perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional anak secara menyeluruh. Namun dalam praktik sehari-hari, banyak guru menghadapi keterbatasan pengetahuan, waktu, dan instrumen observasi yang praktis.

Di RA-X, guru-guru mengakui belum memiliki sistem observasi baku. Penilaian sering kali dituangkan dalam istilah umum seperti “anak aktif” atau “anak pendiam” tanpa penjelasan rinci mengenai aspek perkembangan tertentu. Kepala sekolah dan orang tua pun menyampaikan keluhan serupa, bahwa laporan perkembangan belum mencerminkan kondisi anak secara utuh.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang juga dihadapi banyak lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia, terutama dalam memastikan bahwa penilaian perkembangan anak dilakukan secara objektif dan berkelanjutan.

Pelatihan singkat dengan dampak nyata

Untuk menjawab permasalahan tersebut, para peneliti menyelenggarakan program pelatihan observasi perkembangan anak selama dua hari bagi guru RA-X. Pelatihan ini dirancang sederhana dan aplikatif, mencakup teknik observasi perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional dengan menggunakan instrumen yang mudah diterapkan di kelas.

Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, diskusi kelompok terarah, serta evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat perubahan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri guru secara langsung.

Hasilnya menunjukkan perbedaan yang jelas antara kondisi sebelum dan sesudah pelatihan. Skor pemahaman guru mengenai observasi perkembangan anak meningkat hampir dua kali lipat. Uji statistik menunjukkan perubahan tersebut signifikan, menandakan bahwa peningkatan tidak terjadi secara kebetulan.

Perubahan yang dirasakan guru dan orang tua

Setelah pelatihan, guru mampu menggunakan daftar cek dan catatan anekdot secara lebih akurat. Mereka tidak lagi bergantung pada ingatan semata, tetapi mulai mendokumentasikan perilaku dan capaian anak secara terstruktur. Guru juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menilai perkembangan anak dan menjelaskan hasilnya kepada orang tua.

“Pelatihan ini membantu guru memahami indikator perkembangan anak dengan lebih jelas dan praktis,” tulis Nurul Alisha Syarifuddin dari Universitas Sumatra Utara dalam laporannya. Menurutnya, peningkatan kemampuan observasi membuat guru lebih siap menyusun laporan perkembangan yang bermakna dan mudah dipahami orang tua.

Orang tua pun merasakan dampaknya. Laporan perkembangan anak menjadi lebih detail dan spesifik, sehingga mereka dapat mengikuti kemajuan anak dari waktu ke waktu. Informasi ini juga memudahkan orang tua dan guru untuk bekerja sama dalam mendukung perkembangan anak di rumah dan di sekolah.

Implikasi bagi dunia pendidikan

Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan guru yang terstruktur dan relevan dapat memberikan dampak nyata, bahkan dalam waktu singkat. Bagi lembaga pendidikan anak usia dini, investasi pada peningkatan keterampilan observasi guru bukan hanya meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan.

Bagi pembuat kebijakan, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya memasukkan pelatihan observasi perkembangan sebagai bagian dari pengembangan profesional guru PAUD. Program serupa dapat diterapkan secara berkala dan diperluas ke lembaga lain, termasuk melalui format daring atau pendampingan jangka panjang.

Dalam konteks yang lebih luas, peningkatan kualitas observasi guru berkontribusi pada deteksi dini hambatan perkembangan anak. Dengan data yang akurat, intervensi pendidikan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Rekomendasi ke depan

Para peneliti merekomendasikan agar sekolah menerapkan instrumen observasi standar secara konsisten setiap semester. Pendampingan lanjutan juga dinilai penting agar keterampilan yang telah diperoleh guru dapat dipertahankan dan dikembangkan. Selain itu, laporan perkembangan anak sebaiknya dibagikan kepada orang tua secara rutin, misalnya setiap bulan, untuk memperkuat komunikasi sekolah–keluarga.

Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan peserta, memperpanjang durasi pelatihan, atau membandingkan efektivitas pelatihan tatap muka dan daring. Kajian lebih lanjut juga dapat meneliti dampak observasi sistematis terhadap kualitas pembelajaran di kelas.

Profil penulis

Nurul Alisha Syarifuddin, S.Pd.
Peneliti pendidikan anak usia dini, Universitas Sumatra Utara. Keahliannya meliputi asesmen perkembangan anak dan pelatihan guru PAUD.

Fasti Rola, M.Psi., Psikolog
Dosen dan psikolog pendidikan, Universitas Sumatra Utara. Fokus keilmuan pada psikologi perkembangan dan intervensi pendidikan anak usia dini.

Sumber

Syarifuddin, N. A., & Rola, F. (2026). The Effectiveness of a Training Program in Early Childhood Developmental Observation Skills for Kindergarten Teachers. Indonesian Journal of Education and Psychological Science, Vol. 4 No. 1, 667–670.

Posting Komentar

0 Komentar