Disiplin dan Kepuasan Kerja Dongkrak Motivasi Personel Samapta Polres Cimahi

Ilustrasi by AI

Cimahi- Motivasi kerja personel kepolisian di Kota Cimahi terbukti sangat dipengaruhi oleh pembinaan disiplin dan kepuasan kerja. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal East Asian Journal of Multidisciplinary Research tahun 2026 oleh Rahma Septi Felecia dan R.M. Juddy Prabowo dari Universitas Jenderal Achmad Yani. Penelitian ini dilakukan pada 73 personel Satuan Samapta Polres Cimahi dan menjadi penting karena berhubungan langsung dengan kualitas pelayanan keamanan kepada masyarakat.

Kota Cimahi dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan kasus kriminal. Data internal menunjukkan jumlah perkara yang masuk meningkat, sementara tingkat penyelesaiannya menurun signifikan. Di sisi lain, catatan kehadiran memperlihatkan masih tingginya keterlambatan dan pelanggaran disiplin personel. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: seberapa besar peran disiplin dan kepuasan kerja dalam menjaga motivasi aparat di lapangan?

Satuan Samapta memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban umum, patroli keamanan, dan respons cepat terhadap gangguan kamtibmas. Kinerja unit ini sangat bergantung pada kesiapan dan motivasi anggotanya. Ketika motivasi melemah, gejalanya terlihat dari keterlambatan apel, lambatnya respons terhadap perintah tugas, hingga penundaan penyelesaian administrasi.

Rahma Septi Felecia dan R.M. Juddy Prabowo mengumpulkan data melalui kuesioner yang diisi oleh 73 personel aktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh masing-masing variabel maupun pengaruh keduanya secara bersamaan. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sehingga hasilnya dinilai akurat dan konsisten.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan disiplin di lingkungan Samapta tergolong sangat baik dengan skor rata-rata 4,46 dari skala 5. Aturan kerja dinilai jelas, sanksi diterapkan konsisten, dan pelatihan disiplin dilakukan secara berkelanjutan. Sementara itu, tingkat kepuasan kerja juga berada dalam kategori sangat puas dengan skor rata-rata 4,23. Aspek yang dinilai meliputi tingkat absensi, posisi jabatan, hingga kondisi organisasi.

Motivasi kerja personel sendiri berada pada kategori sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,44. Dimensi tanggung jawab, peluang pengembangan diri, serta pengakuan menjadi faktor pendorong utama semangat kerja anggota.

Secara statistik, pembinaan disiplin memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Koefisien regresi menunjukkan angka 0,208 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Artinya, semakin kuat pembinaan disiplin, semakin tinggi motivasi personel.

Namun, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar. Koefisien regresinya mencapai 0,719 dengan signifikansi 0,000. Ini menunjukkan bahwa rasa puas terhadap pekerjaan, lingkungan, dan sistem organisasi menjadi faktor dominan dalam mendorong motivasi anggota Samapta.

Ketika diuji secara simultan, kedua variabel tersebut menjelaskan 75,6 persen variasi motivasi kerja personel. Angka ini termasuk kategori pengaruh kuat. Sisanya 24,4 persen dipengaruhi faktor lain di luar penelitian, seperti gaya kepemimpinan atau budaya organisasi.

Menurut Rahma Septi Felecia dari Universitas Jenderal Achmad Yani, disiplin yang diterapkan secara konsisten membentuk tanggung jawab dan keteraturan kerja. Sementara R.M. Juddy Prabowo menegaskan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai pendorong psikologis yang membuat personel lebih bersemangat dalam menjalankan tugas.

Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi manajemen sumber daya manusia di institusi kepolisian. Pimpinan Polres Cimahi dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai dasar perumusan kebijakan pembinaan personel. Penegakan aturan yang adil perlu dibarengi dengan perhatian terhadap kesejahteraan, komunikasi internal, serta sistem penghargaan.

Bagi institusi kepolisian secara lebih luas, penelitian ini memperkuat bukti bahwa pendekatan manajemen modern tidak hanya bertumpu pada penegakan aturan, tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja yang mendukung. Kepuasan kerja yang tinggi terbukti mampu mengurangi potensi keterlambatan, absensi, hingga perpindahan personel yang berlebihan.

Dalam konteks pelayanan publik, motivasi aparat yang tinggi berdampak langsung pada rasa aman masyarakat. Respons yang cepat, profesionalisme dalam bertugas, serta kedisiplinan di lapangan menjadi kunci terciptanya situasi kondusif di wilayah hukum Polres Cimahi.

Penelitian ini juga membuka peluang kajian lanjutan. Faktor seperti kepemimpinan, budaya organisasi, atau kondisi kerja fisik dapat diteliti lebih dalam untuk melihat kontribusinya terhadap motivasi personel.

Profil penulis: Rahma Septi Felecia merupakan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani 

 R.M. Juddy Prabowo juga berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani 

Sumber penelitian: “The Effect of Discipline Development and Job Satisfaction on the Work Motivation of Personnel in the Cimahi Police Resort’s Samapta Unit”, East Asian Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 2, 2026, halaman 581–596. DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.20

web: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar