Booklet Edukasi Kesehatan Efektif Tingkatkan Pengetahuan Keluarga Pasien Skizofrenia

Ilustrasi by AI
Pekanbaru- Sebuah studi oleh Jumilia dari Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru menunjukkan bahwa booklet edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah kekambuhan pasien skizofrenia. Penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang, sepanjang September 2025 hingga Januari 2026 ini menjadi penting karena kekambuhan masih menjadi masalah utama dalam perawatan pasien gangguan jiwa di Indonesia.

Hasil penelitian menegaskan bahwa keluarga memegang peran kunci dalam menjaga kestabilan kondisi pasien skizofrenia setelah kembali ke rumah. Pengetahuan yang memadai membantu keluarga lebih siap mendampingi pasien, terutama dalam kepatuhan minum obat dan pengelolaan aktivitas sehari-hari.

Tantangan Kekambuhan Skizofrenia di Indonesia

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa satu dari delapan orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat sekitar 20 persen penduduk mengalami masalah mental dan emosional. Skizofrenia menjadi salah satu gangguan berat dengan tingkat kekambuhan tinggi, terutama ketika dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan rendah.

Di lapangan, banyak keluarga belum memahami tanda awal kekambuhan. Pasien sering merasa sudah sembuh dan menghentikan pengobatan, sementara keluarga tidak selalu memiliki informasi yang cukup untuk mencegah kondisi tersebut memburuk.

Metode Penelitian yang Digunakan

Penelitian ini melibatkan 12 keluarga pasien skizofrenia dan menggunakan pendekatan survei sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan. Keluarga diberikan booklet berisi informasi sederhana dan praktis tentang perawatan pasien skizofrenia dan pencegahan kekambuhan. Perubahan tingkat pengetahuan diukur dengan kuesioner yang sama sebelum dan sesudah edukasi.

Pendekatan ini memberikan gambaran langsung tentang efektivitas booklet sebagai media edukasi kesehatan di tingkat layanan primer.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang jelas pada keluarga pasien, antara lain:

  • Nilai rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 12,75
  • Nilai rata-rata setelah edukasi meningkat menjadi 14,42
  • Peningkatan tersebut signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,000
  • Booklet terbukti membantu keluarga memahami peran mereka dalam mencegah kekambuhan

Peningkatan ini menunjukkan bahwa media edukasi sederhana dan mudah dibaca mampu memberikan dampak nyata dalam perawatan kesehatan jiwa berbasis keluarga.

Dampak bagi Pelayanan Kesehatan dan Masyarakat

Temuan ini memberikan implikasi langsung bagi layanan kesehatan primer. Booklet edukasi dapat digunakan sebagai bagian dari program rutin kesehatan jiwa di puskesmas, terutama melalui kunjungan rumah dan pendampingan keluarga pasien.

Bagi masyarakat, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya literasi kesehatan jiwa. Edukasi yang tepat tidak hanya membantu keluarga, tetapi juga berkontribusi menurunkan risiko kekambuhan, rawat ulang, serta dampak sosial yang lebih luas.

Menurut Jumilia dari Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, penguatan peran keluarga melalui edukasi sederhana merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien skizofrenia dan mengurangi beban layanan kesehatan.

Profil Singkat Penulis

  • Jumilia, S.Kep., Ns., M.Kep. - Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Sumber Penelitian

Jumilia. (2026).
The Effectiveness of a Health Education Booklet on Improving Family Knowledge About Relapse Schizophrenia Patients in Dadok Tunggul Hitam Community Health Center.
International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), 4(1), 1–8.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijist.v4i1.263
URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijist

Posting Komentar

0 Komentar