PUSPAGA Bunga Tanjung Kekurangan SDM, Kasus Kekerasan dan Pernikahan Dini Meningkat

Sumber Ilustrasi : AL-Generated Image

Tabalong – Tingginya jumlah kasus keluarga yang ditangani Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Bunga Tanjung dalam enam tahun terakhir tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Kondisi ini menyebabkan layanan konseling, asesmen psikologis, dan pendampingan keluarga berjalan tidak optimal.

Berdasarkan data PUSPAGA Bunga Tanjung tahun 2019–2024, terdapat 91 klien dengan total 251 kasus. Dari jumlah tersebut, 200 kasus adalah dispensasi kawin yang menunjukkan lemahnya ketahanan keluarga serta rendahnya literasi kesehatan reproduksi. Selain itu, terdapat 17 kasus pengasuhan anak dan 13 kasus keluarga lainnya yang membutuhkan pendampingan intensif.

Di sisi lain, PUSPAGA hanya memiliki empat orang petugas, terdiri dari satu psikolog yang tidak bertugas penuh, satu konselor kesehatan reproduksi, satu konselor psikologi, dan satu staf administrasi. Ketimpangan antara beban kerja dan kapasitas SDM menyebabkan pelayanan sering tertunda dan tidak memenuhi standar layanan cepat yang ditetapkan Kementerian PPPA.

Keterbatasan SDM ini juga berdampak pada implementasi kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Banyak kasus yang membutuhkan asesmen psikologis mendalam tidak dapat ditangani segera karena keterbatasan tenaga profesional.

Penelitian yang dilakukan oleh Ulfah, Mawaddah, Yuliannisa, dan Widarto menegaskan perlunya perencanaan SDM berbasis data serta pemetaan kompetensi untuk meningkatkan efektivitas layanan PUSPAGA. Para peneliti menilai bahwa penambahan psikolog, konselor keluarga, dan tenaga pendukung lainnya merupakan langkah mendesak untuk menjawab tingginya kompleksitas kasus keluarga di Tabalong.

Penelitian ini juga merekomendasikan pemerintah daerah untuk membuat perencanaan SDM jangka panjang, memperkuat pelatihan bagi petugas PUSPAGA, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor guna menekan angka pernikahan dini dan memperkuat ketahanan keluarga.

Dengan meningkatnya kompleksitas persoalan keluarga dan remaja, penguatan kapasitas PUSPAGA menjadi langkah penting untuk memastikan layanan perlindungan perempuan dan anak berjalan optimal di Tabalong.


Posting Komentar

0 Komentar