Kinerja Auditor Banjarmasin Menurun, Beban Kerja Tinggi Jadi Sorotan

Sumber Ilustrasi : AL-Generated Image

Banjarmasin – Kinerja auditor di Inspektorat Kota Banjarmasin mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Inspektorat tahun 2024, capaian penyelesaian unit kerja yang diaudit hanya mencapai 33,3 persen, turun drastis dari 72,22 persen pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah auditor dengan beban kerja yang terus meningkat. Dari kebutuhan ideal sebanyak 52 auditor, Inspektorat Kota Banjarmasin hanya memiliki 23 auditor aktif. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan penyelesaian laporan audit, meningkatnya tekanan waktu, serta kompleksitas pekerjaan yang berdampak pada menurunnya output pengawasan.

Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Fauzi, Akhmad Abdurahman, dan Ahmad Riduan mengungkap bahwa beban kerja tinggi menjadi faktor dominan dalam penurunan kinerja auditor. Audit yang harus mencakup audit kepatuhan, kinerja, hingga audit tujuan tertentu membuat auditor harus menanggung beban yang tidak sebanding dengan kemampuan sumber daya yang tersedia.

Selain beban kerja, standar waktu audit dalam SOP dinilai tidak realistis. Auditor sering kali menghadapi tekanan waktu yang tinggi saat harus menyelesaikan audit pada objek yang memiliki tingkat kompleksitas berbeda.

Para peneliti menekankan pentingnya analisis beban kerja untuk redistribusi tugas, penentuan prioritas audit, serta perencanaan SDM yang lebih akurat. Mereka juga merekomendasikan peningkatan kompetensi auditor melalui pelatihan teknis, sertifikasi profesi, dan penguatan motivasi kerja.

Dengan menerapkan strategi yang berbasis pada analisis beban kerja, Inspektorat diharapkan mampu meningkatkan kualitas audit, efektivitas pengawasan, serta efisiensi pelaksanaan tugas demi memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.


Posting Komentar

0 Komentar